Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/11/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tubuh ibu hamil mengalami berbagai macam perubahan saat kehamilan karena perubahan hormon saat hamil. Berbagai sistem tubuh pun berubah saat hamil karena tubuh ibu tidak hanya bekerja untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk janin yang ada dalam rahimnya. Beberapa perubahan di tubuh ibu membawa dampak positif, tetapi beberapa lainnya juga membawa dampak negatif.

Beberapa ibu mengalami pembengkakan kaki saat hamil. Biasanya kaki ibu bengkak setelah berjalan terlalu banyak atau duduk terlalu banyak. Dalam bahasa medis, pembengkakan ini dikenal dengan nama edema. Mengapa hal ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya akan kita ulas di sini.

Penyebab kaki bengkak (edema)

Kaki bengkak atau edema pada kaki biasanya terjadi pada trimester 3. Kaki bengkak terjadi ketika kelebihan cairan menumpuk pada jaringan sel tubuh. Bengkak pada bagian tubuh saat kehamilan merupakan hal yang normal terjadi karena tubuh menahan banyak cairan. Perubahan kimia darah juga menyebabkan banyak cairan pindah ke jaringan sel.

Selain itu, uterus yang terus berkembang saat kehamilan memberikan tekanan pada vena pelvis (pembuluh darah balik di pelvis) dan vena cava (pembuluh darah besar pada sisi kanan tubuh yang membawa darah dari organ ke jantung). Tekanan ini memperlambat aliran darah dari kaki ke jantung sehingga darah menumpuk dan menekan cairan dari pembuluh darah vena ke jaringan yang ada di kaki. Penumpukan cairan pada jaringan inilah yang menyebabkan kaki menjadi bengkak.

Kaki bengkak atau edema pada kaki dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti:

  • Terlalu banyak asupan garam. Garam mengandung natrium yang membuat cairan lebih banyak berada di dalam sel.
  • Terlalu banyak konsumsi kafein. Kafein dapat memberi tekanan pada pembuluh darah.
  • Kurang asupan kalium. Kalium mampu menjaga cairan tetap di luar sel sehingga keseimbangan cairan elektrolit terjadi. Tetapi jika kekurangan kalium, maka cairan akan lebih banyak berada di dalam sel dan keseimbangan cairan elektrolit tidak tercapai.
  • Berdiri atau berjalan terlalu banyak dapat memberi tekanan pada aliran darah di kaki.

Apakah pembengkakan ini berbahaya?

Setelah melahirkan, edema akan menghilang dengan cepat tergantung kemampuan tubuh untuk mengurangi kelebihan cairan. Anda akan lebih sering buang air kecil dan berkeringat banyak pada hari pertama setelah melahirkan. Ini merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan cairan tersebut.

Pembengkakan (edema) pada kaki bukan menjadi masalah serius, tetapi jika hal ini tidak ditangani dengan benar maka pembengkakan bisa terjadi di bagian tubuh lainnya. Terlalu banyak makan makanan yang mengandung garam dapat memperparah pembengkakan. Kelebihan cairan amniotik juga dapat memperparah pembengkakan.

Pembengkakan di kaki juga bisa menjadi tanda dari penyakit lain. Jika bengkak pada kaki terasa nyeri, bisa saja menjadi tanda adanya penyumbatan pada aliran darah di kaki. Jika pembengkakan kaki disertai dengan sakit kepala dan penglihatan menjadi buram, maka ini bisa menjadi tanda dari pre-eklampsia (kondisi tekanan darah tinggi pada ibu hamil). Atau jika pembengkakan kaki diiringi oleh sakit pada dada atau kesulitan bernapas, ini dapat menjadi tanda adanya masalah pada jantung.

Cara mengatasi kaki bengkak saat hamil

Anda dapat mengurangi tekanan pada vena dengan berbaring pada posisi miring. Karena vena cava berada di bagian kanan tubuh Anda, berbaring ke kiri adalah pilihan yang baik. Beberapa cara untuk mengurangi pembengkakan pada kaki ibu hamil, adalah:

  • Taruh kaki lebih tinggi. Ambil bangku kecil untuk menempatkan kaki Anda di situ saat duduk.
  • Jangan melipat kaki saat duduk.
  • Jangan terlalu banyak berdiri dan juga jangan terlalu banyak duduk. Meluangkan waktu untuk berjalan sebentar di sela-sela aktivitas duduk Anda dapat membantu menjaga kelancaran aliran darah.
  • Pakai sepatu yang nyaman dan jangan memakai kaos kaki atau stocking yang terlalu ketat.
  • Banyak minum air. Ini dapat membantu mengurangi kelebihan air dalam tubuh.
  • Batasi makan makanan yang mengandung garam. Makanan tinggi garam (natrium) dapat menyebabkan tubuh menahan cairan. Natrium dalam garam menarik cairan ke dalam sel sehingga cairan tertahan di sel. Jika kaki Anda bengkak saat hamil sebaiknya batasi konsumsi garam maksimal ½ sendok teh per hari.
  • Olahraga teratur, terutama berjalan dan berenang. Berenang dapat membantu mengurangi tekanan pada kaki Anda.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

    Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Menyusui 05/06/2020 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Masturbasi Saat Hamil

    Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
    cek kehamilan dengan test pack

    Kapan Saya Bisa Mulai Cek Kehamilan dengan Test Pack?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 6 menit
    berhubungan seks setelah operasi caesar

    Berhubungan Seks Setelah Operasi Caesar, Wajarkah Bila Sakit?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit
    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit