Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/11/2019
Bagikan sekarang

Tubuh ibu hamil mengalami berbagai macam perubahan saat kehamilan karena perubahan hormon saat hamil. Berbagai sistem tubuh pun berubah saat hamil karena tubuh ibu tidak hanya bekerja untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk janin yang ada dalam rahimnya. Beberapa perubahan di tubuh ibu membawa dampak positif, tetapi beberapa lainnya juga membawa dampak negatif.

Beberapa ibu mengalami pembengkakan kaki saat hamil. Biasanya kaki ibu bengkak setelah berjalan terlalu banyak atau duduk terlalu banyak. Dalam bahasa medis, pembengkakan ini dikenal dengan nama edema. Mengapa hal ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya akan kita ulas di sini.

Penyebab kaki bengkak (edema)

Kaki bengkak atau edema pada kaki biasanya terjadi pada trimester 3. Kaki bengkak terjadi ketika kelebihan cairan menumpuk pada jaringan sel tubuh. Bengkak pada bagian tubuh saat kehamilan merupakan hal yang normal terjadi karena tubuh menahan banyak cairan. Perubahan kimia darah juga menyebabkan banyak cairan pindah ke jaringan sel.

Selain itu, uterus yang terus berkembang saat kehamilan memberikan tekanan pada vena pelvis (pembuluh darah balik di pelvis) dan vena cava (pembuluh darah besar pada sisi kanan tubuh yang membawa darah dari organ ke jantung). Tekanan ini memperlambat aliran darah dari kaki ke jantung sehingga darah menumpuk dan menekan cairan dari pembuluh darah vena ke jaringan yang ada di kaki. Penumpukan cairan pada jaringan inilah yang menyebabkan kaki menjadi bengkak.

Kaki bengkak atau edema pada kaki dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti:

  • Terlalu banyak asupan garam. Garam mengandung natrium yang membuat cairan lebih banyak berada di dalam sel.
  • Terlalu banyak konsumsi kafein. Kafein dapat memberi tekanan pada pembuluh darah.
  • Kurang asupan kalium. Kalium mampu menjaga cairan tetap di luar sel sehingga keseimbangan cairan elektrolit terjadi. Tetapi jika kekurangan kalium, maka cairan akan lebih banyak berada di dalam sel dan keseimbangan cairan elektrolit tidak tercapai.
  • Berdiri atau berjalan terlalu banyak dapat memberi tekanan pada aliran darah di kaki.

Apakah pembengkakan ini berbahaya?

Setelah melahirkan, edema akan menghilang dengan cepat tergantung kemampuan tubuh untuk mengurangi kelebihan cairan. Anda akan lebih sering buang air kecil dan berkeringat banyak pada hari pertama setelah melahirkan. Ini merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan cairan tersebut.

Pembengkakan (edema) pada kaki bukan menjadi masalah serius, tetapi jika hal ini tidak ditangani dengan benar maka pembengkakan bisa terjadi di bagian tubuh lainnya. Terlalu banyak makan makanan yang mengandung garam dapat memperparah pembengkakan. Kelebihan cairan amniotik juga dapat memperparah pembengkakan.

Pembengkakan di kaki juga bisa menjadi tanda dari penyakit lain. Jika bengkak pada kaki terasa nyeri, bisa saja menjadi tanda adanya penyumbatan pada aliran darah di kaki. Jika pembengkakan kaki disertai dengan sakit kepala dan penglihatan menjadi buram, maka ini bisa menjadi tanda dari pre-eklampsia (kondisi tekanan darah tinggi pada ibu hamil). Atau jika pembengkakan kaki diiringi oleh sakit pada dada atau kesulitan bernapas, ini dapat menjadi tanda adanya masalah pada jantung.

Cara mengatasi kaki bengkak saat hamil

Anda dapat mengurangi tekanan pada vena dengan berbaring pada posisi miring. Karena vena cava berada di bagian kanan tubuh Anda, berbaring ke kiri adalah pilihan yang baik. Beberapa cara untuk mengurangi pembengkakan pada kaki ibu hamil, adalah:

  • Taruh kaki lebih tinggi. Ambil bangku kecil untuk menempatkan kaki Anda di situ saat duduk.
  • Jangan melipat kaki saat duduk.
  • Jangan terlalu banyak berdiri dan juga jangan terlalu banyak duduk. Meluangkan waktu untuk berjalan sebentar di sela-sela aktivitas duduk Anda dapat membantu menjaga kelancaran aliran darah.
  • Pakai sepatu yang nyaman dan jangan memakai kaos kaki atau stocking yang terlalu ketat.
  • Banyak minum air. Ini dapat membantu mengurangi kelebihan air dalam tubuh.
  • Batasi makan makanan yang mengandung garam. Makanan tinggi garam (natrium) dapat menyebabkan tubuh menahan cairan. Natrium dalam garam menarik cairan ke dalam sel sehingga cairan tertahan di sel. Jika kaki Anda bengkak saat hamil sebaiknya batasi konsumsi garam maksimal ½ sendok teh per hari.
  • Olahraga teratur, terutama berjalan dan berenang. Berenang dapat membantu mengurangi tekanan pada kaki Anda.

BACA JUGA

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

    Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

    6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

    Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Direkomendasikan untuk Anda

    hamil setelah keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    menu puasa untuk ibu hamil

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    puasa bagi ibu hamil

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    makanan sahur untuk ibu hamil

    6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020