Kaki Bengkak saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Selama masa kehamilan, tubuh ibu mengalami banyak perubahan seiring dengan pertumbuhan janin di dalam rahim. Salah satu masalah yang umum dialami ibu hamil adalah pembengkakan. Pembengkakan ini sering terjadi di kaki dan tangan karena banyaknya cairan di dalam tubuh. Berikut penjelasan seputar kaki bengkak saat hamil.

Apa penyebab kaki bengkak saat hamil?

kaki bengkak saat hamil

Selama kehamilan, tubuh memproduksi sekitar 50 persen tambahan darah dan cairan untuk memenuhi kebutuhan janin yang sedang berkembang. 

Kaki bengkak saat hamil adalah fase normal yang pasti dilalui akibat pertambahan volume darah serta cairan. Namun harus waspada karena bisa menjadi tanda preeklampsia, dikutip dari American Pregnancy.

Meski terkadang bisa terjadi di tangan, pembengkakan umumnya hanya menyerang kaki dan pergelangannya. Cairan ini cenderung menyatu di tubuh bagian bawah.

Cairan tambahan ini juga membantu mempersiapkan sendi panggul dan jaringan untuk membuka sebagai persiapan melahirkan dan melunakkan tubuh bayi yang semakin berkembang.

Tidak hanya itu, uterus yang terus berkembang saat kehamilan memberikan tekanan pada vena pelvis (pembuluh darah balik di pelvis) dan vena cava (pembuluh darah besar pada sisi kanan tubuh yang membawa darah dari organ ke jantung). 

Tekanan ini memperlambat aliran darah dari kaki ke jantung sehingga darah menumpuk dan menekan cairan dari pembuluh darah vena ke jaringan yang ada di kaki. Penumpukan cairan pada jaringan inilah yang menyebabkan kaki menjadi bengkak.

Cairan berlebih dapat menumpuk pada beberapa anggota tubuh sehingga menyebabkan bengkak yang disebut edema. Biasanya kondisi ini semakin parah seiring bertambahnya usia kandungan. 

kaki bengkak saat hamil juga terjadi seiring perkembangan janin membuat rahim bertambah besar, terutama saat kandungan berusia 9 bulan.

Rahim juga menekan pembuluh darah dan menghambat darah yang seharusnya mengalir dari kaki ke jantung. Darah dan komponen cairannya pun menumpuk pada tangan, kaki, wajah, serta jari. 

Selain itu, kaki bengkak saat hamil juga bisa disebabkan oleh pola hidup tidak sehat, seperti:

  • Terlalu banyak asupan garam yang mengandung natrium membuat cairan lebih banyak berada di dalam sel.
  • Terlalu banyak konsumsi kafein yang memberi tekanan pada pembuluh darah.
  • Kurang asupan kalium untuk menjaga keseimbangan elektrolit.
  • Berdiri atau berjalan terlalu banyak dapat memberi tekanan pada aliran darah di kaki.

Jika kekurangan kalium, maka cairan akan lebih banyak berada di dalam sel dan keseimbangan cairan elektrolit tidak tercapai.

Kaki bengkak atau edema pada kaki biasanya terjadi pada trimester tiga kehamilan

Apakah kondisi kaki bengkak saat hamil itu bahaya?

kaki bengkak saat hamil

Setelah melahirkan, edema akan menghilang dengan cepat tergantung kemampuan tubuh untuk mengurangi kelebihan cairan. 

Ibu hamil akan lebih sering buang air kecil dan berkeringat banyak pada hari pertama setelah melahirkan. Ini merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan cairan tersebut.

Meski begitu, perlu diwaspadai beberapa masalah serius yang disertai dengan penyakit penyerta saat mengalami kaki bengkak, yaitu: 

  • Masalah pada jantung (ditandai dengan dada nyeri dan kesulitan bernapas).
  • Kaki yang bengkak terasa sakit (tanda penyumbatan pada aliran darah di kaki).
  • Preeklampsia (Disertai sakit kepala dan penglihatan buram)

Pembengkakan (edema) pada kaki bukan menjadi masalah serius, tetapi jika hal ini tidak ditangani dengan benar maka pembengkakan bisa terjadi di bagian tubuh lainnya.

Cara mengatasi kaki bengkak saat hamil

kaki bengkak saat hamil

Mengalami pembengkakan kaki saat hamil tentu membuat tidak nyaman dan sulit bergerak. Tidak ada obat khusus untuk mengatasi kaki bengkak saat hamil. Ada beberapa kebiasaan baru yang perlu ibu hamil lakukan untuk mengurangi efek bengkak di kaki.

1. Menyesuaikan pola makan

Pembengkakan pada jari tangan dan kaki bisa bertambah parah apabila ibu hamil kekurangan asupan kalium, sering makan makanan tinggi garam, serta mengonsumsi kafein.

Oleh sebab itu, perlu menyesuaikan pola makan sehat ibu hamil dengan cara berikut:

  • Menambah asupan kalium dari pisang, melon, jeruk, buah-buahan yang telah dikeringkan, jamur, kentang, ubi, dan kacang-kacangan
  • Memperbanyak konsumsi makanan alami dan membatasi makanan hasil olahan yang tinggi garam
  • Membatasi asupan kafein
  • Mengonsumsi makanan diuretik (memicu pengeluaran cairan tubuh) alami seperti seledri dan jahe.

Sesuaikan menu makanan dengan selera Anda.

2. Menjaga tubuh tetap terhidrasi

Minum banyak air putih ternyata membantu mengatasi tangan dan kaki yang bengkak saat hamil. Hal ini disebabkan karena air mampu menarik cairan berlebih yang menumpuk pada tubuh, lalu mengeluarkannya bersama urine.

Anda juga dapat memanfaatkan air dengan berendam, berenang, atau sekadar berdiri di kolam yang dangkal. Air akan memberikan gaya tekan pada jaringan tubuh sehingga mengeluarkan cairan yang menumpuk di dalamnya.

3. Tidur menghadap kiri

Posisi tidur ibu hamil menghadap kiri akan mengurangi tekanan pada pembuluh vena cava inferior. Pembuluh ini berfungsi mengalirkan darah yang mengandung karbondioksida dari bagian bawah tubuh menuju jantung.

Berbaring menghadap kiri selama hamil juga bisa mengurangi beban dari perut. Jika pembuluh vena cava inferior bebas dari tekanan, darah akan mengalir lebih lancar menuju jantung. Cairan yang menumpuk pun berkurang dan jari tak lagi membengkak.

4. Menggunakan kompres hangat

Mengutip dari Marshfield Clinic System, kompres hangat amat bermanfaat untuk mengatasi jari tangan dan kaki yang bengkak saat hamil. 

Panas dapat melancarkan peredaran darah di sekitar area yang dikompres. Dengan begitu, aliran darah menuju jantung menjadi semakin lancar.

Anda bisa menggunakan heating pad atau handuk yang telah dibasahi air hangat. Tempelkan pada jari yang bengkak selama 20 menit. Jangan melebihi durasi tersebut untuk menghindari risiko luka bakar.

Jari tangan dan kaki yang bengkak saat hamil sangatlah wajar dan akan mulai berkurang setelah melahirkan. Namun, waspadalah jika pembengkakan terjadi secara mendadak serta disertai sakit kepala, masalah penglihatan, dan muntah.

Ini merupakan gejala dari preeklampsia, yakni komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kerusakan organ. Jika Anda mengalami gejala ini, segera periksakan diri ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan.

Selain itu, beberapa cara untuk mencegah kaki bengkak saat hamil adalah:

  • Hindari melipat kaki saat duduk.
  • Usahakan berjalan atau berdiri sebentar ketika sudah terlalu banyak duduk untuk melancarkan peredaran darah.
  • Pakai sepatu yang nyaman dan tidak memakai kaos kaki terlalu ketat.
  • Banyak minum air, untuk membantu mengurangi kelebihan air dalam tubuh.
  • Batasi makan makanan yang mengandung garam, maksimal ½ sendok teh per hari.
  • Olahraga teratur, terutama berjalan dan berenang

Berenang dapat membantu mengurangi tekanan pada kaki saat hamil dan membantu mencegah bengkak yang kadang mengganggu aktivitas. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

    Stres saat hamil memang normal. Tetapi jika ibu hamil mengalami stres hingga mengganggu aktivitasnya, dampak stres tersebut bisa memengaruhi janin.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Perkembangan Janin, Kehamilan 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

    Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
    Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

    Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara pijat bayi

    Ketahui Manfaat dan Cara Melakukan Pijat Bayi di Rumah

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
    ibu hamil makan daging kambing

    Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    pekerjaan rumah tangga saat hamil

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    manfaat metode kangguru untuk bayi prematur dan berat lahir rendah

    Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit