Berbagai Hal yang Dapat Menyebabkan Kehamilan Anda Berisiko Tinggi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/10/2017 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Setiap calon ibu menginginkan agar kehamilannya berjalan lancar. Tapi jika dokter mengatakan bahwa kehamilan Anda termasuk berisiko tinggi, itu berarti Anda memerlukan perawatan ekstra selama kehamilan sampai saat tibanya melahirkan. Apa itu kehamilan risiko tinggi, dan apa bahayanya bagi kesehatan ibu dan janin?

Apa itu kehamilan risiko tinggi?

Kehamilan risiko tinggi adalah suatu kondisi kehamilan yang bisa mengancam kesehatan dan keselamatan ibu dan janin. Kondisi ini bisa disebabkan karena komplikasi saat kehamilan, namun bisa juga disebabkan oleh suatu kondisi medis yang sudah ibu miliki sejak sebelum hamil. Ibu hamil yang mengalami kondisi ini harus rajin memeriksakan diri dan membutuhkan pengawasan dan perawatan ekstra dari dokter.

Kehamilan risiko tinggi paling rentan dialami oleh ibu yang pernah memiliki masalah pada kehamilan sebelumnya, misalnya melahirkan secara prematur. Bukan berarti apabila Anda pernah melahirkan prematur dulu, kehamilan yang sekarang otomatis juga akan prematur. Hanya saja, risikonya mungkin dapat muncul dengan perwujudan yang berbeda.

Usia Anda juga dapat memengaruhi seberapa besar kemungkinan Anda memiliki kehamilan berisiko tinggi. Jika Anda hamil di atas usia 35 tahun atau justru lebih muda, misalnya pada saat remaja, risiko Anda untuk mengalami masalah kesehatan pun meningkat.

Apa penyebab kehamilan risiko tinggi?

Ada beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan Anda memiliki kehamilan risiko tinggi. Kondisi medis ini bisa terjadi saat saat kehamilan atau sebelum kehamilan. Jika memang Anda sudah memiliki kondis medis tertentu, segera temui dokter jika Anda dan pasangan ingin memulai program hamil. Berikut beberapa kondisi kesehatan yang bisa menjadi penyebab kehamilan risiko tinggi.

1. Penyakit ibu

  • Gangguan darah. Jika Anda memiliki kelainan darah, seperti penyakit sel sabit atau thalassemia, kehamilan justru bisa memperburuk kondisi Anda. Gangguan darah juga bisa meningkatkan risiko bayi selama kehamilan atau pun setelah melahirkan untuk mengalami hal yang sama dengan Anda.
  • Penyakit ginjal kronis. Pada umumnya kehamilan itu sendiri bisa memberi tekanan besar pada ginjal Anda. Namun kondisi ini bisa meningkatkan risiko keguguran karena menyebabkan tekanan darah tinggi dan preeklampsia, sehingga kemungkinan Anda untuk melahirkan bayi lebih awal semakin besar.
  • Depresi. Depresi yang tidak diobati atau beberapa obat yang digunakan untuk mengobati depresi memiliki risiko pada kesehatan dan keselamatan bayi Anda. Jika Anda memang sedang mengonsumsi antidepresan dan baru tahu Anda hamil, jangan menghentikannya secara tiba-tiba, segera konsultasikan hal ini pada dokter.
  • Tekanan darah tinggi. Hipertensi yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan janin Anda tumbuh lambat dan meningkatkan risiko Anda untuk melahirkan prematur. ¬†Komplikasi lain yang terkait dengan tekanan darah tinggi adalah preeklampsia dan abrupsio plasenta, suatu kondisi serius di mana plasenta terpisah sebagian dari rahim sebelum bayi lahir.
  • HIV atau AIDS. Jika Anda memiliki HIV atau AIDS, bayi Anda kemungkinan besar bisa terinfeksi sebelum kelahiran, saat persalinan, atau saat Anda menyusui. Namun, pengobatan bisa mengurangi risiko ini.
  • Lupus. Lupus dan penyakit autoimun lainnya dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, preeklampsia, dan bayi berat lahir sangat rendah. Kehamilan juga bisa memperparah kondisi ini.
  • Kegemukan. Memiliki indeks massa tubuh berlebihan sebelum kehamilan membuat Anda berisiko lebih besar untuk terkena diabetes gestasional, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi selama kehamilan. Saat melahirkan, Anda mungkin hanya bisa menjalani persalinan sesar.
  • Penyakit tiroid. Gangguan tiroid baik hipotiroidisme maupun hipertiroidisme dapat meningkatkan masalah keguguran, preeklampsia, berat badan lahir rendah, dan melahirkan prematur.
  • Diabetes. Diabetes yang tidak dikendalikan dapat meningkatkan risiko cacat lahir, tekanan darah tinggi, melahirkan bayi prematur, dan bayi juga berisiko lahir dengan berat berlebih (makrosomia). Hal ini juga bisa meningkatkan risiko masalah pernapasan, kadar glukosa rendah, dan ikterus.

2. Gaya hidup penyebab kehamilan risiko tinggi

Kehamilan risiko tinggi tidak hanya disebabkan oleh penyakit yang dimiliki ibu sebelum kehamilan, tapi juga bisa disebabkan karena gaya hidup tidak sehat seperti mengonsumsi minuman beralkohol, merokok, dan penyalahgunaan obat. Hal-hal ini bisa meningkatkan risiko bayi lahir mati, prematur, berat badan lahir rendah, dan cacat lahir.

3. Komplikasi kehamilan

Ibu yang dinyatakan sehat sebelum hamil (tanpa kondisi medis yang mendasarinya) juga berisiko memiliki kehamilan risiko tinggi. Masalah kehamilan yang bisa terjadi dan meningkatkan risiko kehamilan Anda adalah sebagai berikut:

  • Cacat lahir. Cacat lahir sebenarnya bisa dideteksi melalui USG atau pengujian genetik sebelum kelahiran. Jika cacat lahir pada janin sudah didiagnosis, maka Anda harus mendapatkan perhatian dan perawatan ekstra dari para tenaga medis.
  • Diabetes gestasional. Diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi selama kehamilan. Diabetes gestasional yang tidak segera mendapatkan penanganan membuat Anda memiliki risiko melahirkan prematur, tekanan darah tinggi, dan preeklampsia. Konsultasikan dengan dokter untuk penanganannya lebih lanjut.
  • Perkembangan janin lambat. Perkembangan janin biasanya akan selalu masuk ke dalam pemeriksaan penting setiap kali Anda berkunjung ke dokter kandungan. Dalam beberapa kasus, jika janin tidak berkembang sebagaimana mestinya, Anda memerlukan pengawasan ekstra dari tenaga medis hal ini meningkatkan kehamilan risiko tinggi dengan melahirkan secara prematur.
  • Hamil kembar. Kehamilan kembar termasuk berisiko tinggi karena bisa meningkatkan risiko Anda untuk melahirkan secara prematur. Kehamilan kembar juga sangat memengaruhi kondisi fisik Anda.
  • Preeklampsia. Kondisi serius ini biasa terjadi saat kehamilan trimester kedua, Anda akan mengalami tekanan darah tinggi. Preeklampsia bisa memengaruhi perkembangan janin dan kesehatan Anda. Gangguan kehamilan ini juga meningkatkan kelahiran prematur.

Apa yang harus dilakukan ketika Anda memiliki kehamilan risiko tinggi?

1. Periksakan diri secara rutin, terutama di masa-masa awal kehamilan

Minggu-minggu pertama adalah masa penting pertumbuhan awal bayi. Ibu hamil dapat memeriksakan kehamilan mereka untuk mendeteksi dan menangani kemungkinan kelainan pada bayi. Dengan pemeriksaan rutin, dokter juga dapat memberikan penanganan dini jika Anda berisiko atau terdeteksi mengalami diabetes gestasional dan preeklampsia.

2. Konsumsi vitamin hamil

Mengonsumsi vitamin asam folat setidaknya 400 mikrogram per hari sebelum dan selama 3 bulan pertama kehamilan dapat membantu mencegah cacat tubuh pada bayi, terutama saraf tulang belakang dan otak. Beberapa vitamin pra-kehamilan mengandung 800-1000 mikrogram asam folat yang masih tergolong aman. Namun sebaiknya hindari mengonsumsi lebih dari 1000 mikrogram asam folat.

3. Jaga berat badan agar tetap normal

Kehamilan identik dengan pertambahan berat badan. Tapi usakahan jangan sampai melebihi 11-15 kilogram. Terlalu sedikit berat badan yang bertambah juga termasuk ke dalam kategori kehamilan risiko tinggi karena risiko kelahiran prematurnya tinggi. Sebaliknya, berat badan yang berlebihan selama hamil membuat ibu berisiko mengalami diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi. Anda dapat menjaga berat badan tetap normal dengan cara:

  • Menerapkan pola makan sehat berimbang. Pilih sayuran dan buah segar, kacang-kacangan, dan daging tanpa lemak. Konsumsi juga makanan sumber kalsium dan asam folat untuk perkembangan bayi. Sebagai panduan, Anda dapat membaca selengkapnya tentang makanan sehat untuk ibu hamil.
  • Berolahraga secara teratur. Berolahraga teratur atau bergerak aktif tiap hari dapat meredakan stres dan menguatkan tubuh ibu hamil. Tanyakan mengenai kesehatan dan jenis olahraga yang akan dilakukan kepada dokter jika Anda mengidap kondisi tertentu, seperti diabetes.

4. Menghentikan kebiasaan yang membahayakan janin

Merokok, mengonsumsi minuman keras, serta terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein dapat meningkatkan risiko kelainan mental dan fisik pada bayi dalam kandungan. Dengan menghindari ketiganya, Anda dapat memperkecil risiko praeklamsia dan risiko melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah. Kondisi-kondisi ini umum dialami oleh wanita yang melahirkan di atas usia 35 tahun.

5. Deteksi kelainan kromosom pada bayi

Pelajari dan jika perlu ambil tes-tes untuk mendeteksi kemungkinan kelainan kromosom pada bayi dalam kandungan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Perkembangan Janin, Kehamilan 31/05/2020 . Waktu baca 8 menit

Tahapan Perkembangan Bayi Prematur Usia 0 Hingga 2 Tahun

Bayi mempunyai tumbuh kembangnya masing-masing. Namun, tahukah Anda jika perkembangan bayi prematur berbeda dengan bayi cukup bulan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Bayi Prematur, Parenting 20/05/2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Masturbasi Saat Hamil

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
cek kehamilan dengan test pack

Kapan Saya Bisa Mulai Cek Kehamilan dengan Test Pack?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 6 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit