home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Demam Saat Hamil, Penyebab Hingga Cara Mengatasinya

Demam Saat Hamil, Penyebab Hingga Cara Mengatasinya
Apakah demam saat hamil berbahaya?|Apa saja penyebab demam saat hamil?|Bagaimana mengatasi demam saat hamil?|Kapan harus ke dokter?

Demam memang menjadi kondisi umum yang sering terjadi. Namun, hal ini ternyata berbeda saat Anda hamil. Demam saat hamil dapat mengindikasikan adanya masalah serius yang perlu diperhatikan. Apakah berbahaya? Ini berbagai penyebab dan cara mengatasinya!

Apakah demam saat hamil berbahaya?

demam saat hamil

Demam merupakan kondisi suhu tubuh di atas normal (suhu normal 36,5-37,5°C).

Perlu diketahui bahwa demam adalah gejala dari suatu penyakit. Artinya, kondisi ini diakibatkan oleh suatu faktor dan tubuh melakukan pertahanan.

Hal ini biasanya terjadi karena peradangan atau serangan virus, bakteri, atau yang lainnya.

Demam saat hamil merupakan salah satu tanda bahaya dan keluhan dalam kehamilan.

Ibu hamil dapat dikatakan demam, apabila panas tubuh mencapai lebih dari 38°C. Demam tinggi ini bisa menandakan infeksi dalam kehamilan.

Dikarenakan ,enjadi salah satu dari tanda bahaya kehamilan, demam pada ibu hamil harus segera mendapatkan penanganan.

Dikutip dari CDC, wanita yang mengalami demam sebelum atau di awal kehamilan cenderung mempunyai kemungkinan bayi lahir dengan kondisi spina bifida.

Selain bayi mengalami cacat lahir, kemungkinan terburuk akibat dari demam di masa kehamilan adalah terjadinya keguguran.

Namun, tenang dulu, karena banyak ibu hamil yang mengalami demam tetapi bayi dalam keadaan sehat.

Pada kondisi tertentu, demam saat hamil mungkin bukan merupakan masalah serius, tetapi jangan disepelekan.

Apakah demam saat hamil bisa menyebabkan keguguran?

Dalam penelitian Fever in Pregnancy and The Risk of Congeital Malformations, dikatakan bahwa demam saat hamil, khususnya pada trimester pertama dapat mengakibatkan masalah perkembangan bayi.

Penyebab utama dari keguguran adalah janin tidak berkembang secara normal.

Berbeda lagi ketika ibu hamil mengalami kondisi hipertermia, yaitu ketika tubuh mengalami peningkatan suhu yang sangat tinggi.

Maka, hal ini dapat meningkatkan risiko bayi mengalami cacat lahir hingga keguguran.

Namun, hal ini masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut karena ada faktor risiko lainnya yang menyebabkan kematian janin.

Apa saja penyebab demam saat hamil?

Berikut beberapa hal yang menjadi penyebab demam saat hamil, di antaranya adalah:

1. Infeksi virus dan bakteri

Infeksi virus dan bakteri merupakan penyebab demam yang paling umum.

Perlu diketahui apabila infeksi virus lebih berbahaya dibanding infeksi bakteri.

Hal ini karena bisa menyebabkan meningkatkan risiko cacat lahir pada bayi dan janin yang meninggal dalam kandungan.

Namun, bukan berarti infeksi bakteri bisa diabaikan begitu saja. Keduanya tetap sama-sama berbahaya bagi kehamilan.

Pada kasus infeksi oleh virus TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes), demam dapat menyebabkan kelainan pada janin.

Sebagai contoh kelainan otak, jantung, penglihatan, pendengaran, hingga kelainan struktur tubuh.

Sementara infeksi saluran kemih dan penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri bisa menyebar sampai ke kandungan secara langsung maupun lewat sirkulasi darah.

Biasanya, infeksi saluran kemih pada ibu hamil disebabkan oleh bakteri E.coli, P.mirabilis, streptococcus, dan Staphylococcus saprophyticus.

Sementara penyakit kelamin yang bisa mengakibatkan demam disebabkan oleh bakteri yaitu Chlamydia trachomatis, Neisseria gonorrhoeae, serta Gardnerella vaginalis.

Jika tidak ditangani dengan baik, penyebab demam saat hamil ini juga bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.

2. Perubahan suhu tubuh

Di awal kehamilan, tubuh mengalami banyak perubahan sehingga perlu adaptasi.

Sebagian ibu hamil, bisa saja mengalami sistem kekebalan tubuh yang menurun.

Tidak hanya itu saja, gangguan pernapasan juga bisa membuat ibu hamil lebih rentan mengalami flu dan perubahan suhu tubuh yang berujung pada demam.

Suhu tubuh ibu hamil yang terlalu sering berubah atau meningkat di awal kehamilan, akan berisiko menyebabkan janin terlahir cacat.

Sebagai contoh, bayi mengalami perkembangan otak yang tidak maksimal atau tulang belakang yang lambat berkembang (neural tube defect).

3. Flu

Perubahan sistem kekebalan tubuh, jantung, dan paru-paru selama kehamilan juga bisa membuat ibu hamil lebih rentan mengalami influenza atau flu.

Kondisi ini pula yang menjadi penyebab terjadinya demam saat hamil karena gejala flu cenderung lebih parah dan berlangsung lebih lama.

Bagaimana mengatasi demam saat hamil?

mengatasi demam saat hamil

Jika Anda mengalami demam ringan, biasanya pertolongan pertama yang aman dilakukan adalah mengonsumsi parasetamol.

Pastikan pula Anda mengonsumsinya dengan dosis yang dianjurkan dokter dengan jangka waktu yang singkat.

Sebagian wanita juga mungkin akan disarankan untuk mengonsumsi aspirin dosis rendah apabila sebelumnya pernah keguguran atau berisiko mengalami pre-eklampsia.

Perawatan rumahan untuk mengatasi demam saat hamil

Selain mengonsumsi obat yang direkomendasikan dokter, ada beberapa perawatan rumahan yang bisa dilakukan untuk meredakan demam.

Berikut hal yang tidak ada salahnya dicoba, seperti:

Istirahat

Saat hamil, Anda tidak sadar tetap melakukan aktivitas seperti biasa sehingga tubuh jadi cepat lelah hingga mengalami demam.

Istirahat yang cukup bisa membantu memperbaiki sistem kekebalan tubuh untuk mempersingkat masa sakit.

Menjaga cairan tubuh

Menjaga asupan cairan tubuh dapat membantu tubuh terhidrasi dengan baik.

Tidak hanya itu saja, cairan tubuh yang cukup juga dapat membersihkan racun serta infeksi yang menyebabkan demam.

Mengonsumsi vitamin

Vitamin dan suplemen yang sudah direkomendasikan dokter dapat membantu kebutuhan nutrisi.

Selain itu, vitamin juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari virus serta bakteri.

Begitu juga ketika Anda rutin minum asam folat sebanyak 400 mg setiap hari dapat mencegah risiko cacat lahir pada otak serta tulang belakang bayi.

Kapan harus ke dokter?

Dikutip dari Better Health, gejala demam saat hamil menjadi salah satu kondisi yang direkomendasikan agar Anda segera menemui dokter.

Begitu juga ketika Anda suda minum obat tetapi demam tidak juga menurun.

Beberapa kondisi demam ketika hamil lainnya yang membuat Anda perlu bertemu dokter, yaitu:

  • Anda mempunyai riwayat kesehatan seperti diabetes atau kondisi kronis lainnya.
  • Terdapat gejala lainnya seperti infeksi pada ginjal.
  • Mengalami dehidrasi.
  • Demam ringan tetapi selama 4 hari atau lebih belum juga mereda.
  • Demam muncul kembali selama 3 minggu berturut-turut.
  • Demam disertai munculnya keputihan serta bau tidak sedap dari vagina.

Jangan tunda ke dokter apabila Anda mengalami satu atau dua gejala demam saat hamil untuk menghindari terjadinya komplikasi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fever During Pregnancy | Michigan Medicine. (2020). Retrieved 16 December 2020, from https://www.uofmhealth.org/health-library/tm6620

High temperature in pregnancy. (2020). Retrieved 16 December 2020, from https://www.tommys.org/pregnancy-information/pregnancy-symptom-checker/high-temperature-pregnancy

Flu & Pregnant Women | CDC. (2020). Retrieved 16 December 2020, from https://www.cdc.gov/flu/highrisk/pregnant.htm

Pregnancy – signs and symptoms. (2020). Retrieved 16 December 2020, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/pregnancy-signs-and-symptoms

Maternal Fever During Early Pregnancy May Be Linked to Birth Defects. (2018). Retrieved 16 December 2020, from https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/features/kf-birthdefects-maternal-fever-during-pregnancy.html

Folic Acid. (2020). Retrieved 16 December 2020, from https://www.cdc.gov/ncbddd/folicacid/about.html

Sass, L., Urhoj, S., Kjærgaard, J., Dreier, J., Strandberg-Larsen, K., & Nybo Andersen, A. (2017). Fever in pregnancy and the risk of congenital malformations: a cohort study. BMC Pregnancy And Childbirth, 17(1). doi: 10.1186/s12884-017-1585-0

Getting Sick While Pregnant | American Pregnancy Association. (2018). Retrieved 16 December 2020, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/getting-sick-while-pregnant-7292/

Fever in Pregnancy – Infectious Disease and Antimicrobial Agents. (2020). Retrieved 16 December 2020, from http://www.antimicrobe.org/e42.asp

Cold and flu during pregnancy. (2020). Retrieved 16 December 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/cold-and-flu-during-pregnancy

Miscarriage – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 16 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/symptoms-causes/syc-20354298

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal diperbarui 20/02/2021
x