home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kelamaan Duduk Saat Hamil, Apa Pengaruhnya Bagi Janin?

Kelamaan Duduk Saat Hamil, Apa Pengaruhnya Bagi Janin?

Anda mungkin sudah tahu bahwa berdiri terlalu lama berisiko bagi ibu hamil dan bayinya. Lalu, bagaimana dengan kelamaan duduk saat hamil? Apakah kegiatan yang tampaknya tidak membahayakan bisa memberikan dampak tertentu bagi janin? Nah, ingatlah bahwa sesuatu yang berlebihan pasti tak baik bagi Anda. Begitu juga dengan duduk terlalu lama. Segera simak di bawah ini apa saja bahaya kelamaan duduk bagi kesehatan Anda dan bayi dalam kandungan.

Risiko kelamaan duduk saat hamil

Baik itu karena profesi, kebiasaan, atau kondisi fisik Anda, kelamaan duduk saat hamil berisiko bagi kesehatan Anda dan janin. Berikut adalah tiga risiko utama kelamaan duduk saat hamil.

1. Darah menggumpal

Ibu hamil akan mengalami peningkatan volume darah hingga sebesar 50%. Darah tersebut seharusnya dialirkan secara merata ke seluruh bagian tubuh. Namun, kalau Anda duduk terus, darah justru akan menggumpal pada bagian-bagian tubuh tertentu, misalnya panggul dan kaki. Semakin banyak darah yang menggumpal, Anda berisiko terkena penyakit trombosis vena dalam (DVT) dan emboli paru. Kondisi-kondisi tersebut bisa bersifat serius dan fatal.

2. Kelebihan berat badan

Menurut sebuah penelitian di Warwick, Inggris, kelamaan duduk saat hamil bisa membuat Anda jadi malas gerak. Penelitian tersebut juga menguak bahwa ibu hamil yang kebanyakan duduk lebih berisiko mengalami peningkatan berat badan karena kurang bergerak.

Kelebihan berat badan pada ibu hamil berisiko menyebabkan beragam komplikasi kehamilan. Di antaranya adalah preeklampsia, bayi lahir terlambat, bayi lahir dengan bantuan operasi caesar, hingga keguguran.

3. Diabetes gestasional

Penelitian yang dilakukan oleh tim ahli dari Warwick Medical School tersebut juga mengungkapkan bahwa kelamaan duduk saat hamil berisiko menyebabkan diabetes ibu hamil. Diabetes ibu hamil dikenal dalam dunia medis dengan istilah diabetes gestasional.

Seperti halnya kelebihan berat badan, diabetes gestasional juga bisa mengakibatkan komplikasi. Beberapa di antaranya yaitu gangguan pertumbuhan janin, bayi lahir prematur, masalah pernapasan pada bayi, penyakit kuning, dan keguguran.

Ibu hamil boleh duduk berapa lama?

Untuk mencegah bahaya kelamaan duduk saat hamil, sebaiknya imbangi aktivitas harian Anda. Menurut dr. Alan Hedge dari Cornell University, setiap Anda duduk selama kira-kira 20 menit, berdirilah dan regangkan otot-otot Anda selama 8 menit.

Jika Anda kelamaan duduk saat hamil, misalnya dalam perjalanan ke kantor, gantilah dengan aktivitas fisik seperti jalan kaki atau olahraga. Dengan menjaga kebugaran, Anda dan janin pun akan semakin jauh dari risiko yang membahayakan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pregnant women could harm unborn baby http://www.mirror.co.uk/news/uk-news/pregnant-women-could-harm-unborn-6763692 Diakses pada 30 Januari 2017.

The Third Trimester Pregnancy: Concerns and Tips. http://www.healthline.com/health/pregnancy/third-trimester-concerns-tips#Overview1 Diakses pada 30 Januari 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 07/02/2017
x