Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Pilihan Obat dan Pengobatan untuk Kanker Pankreas

    Pilihan Obat dan Pengobatan untuk Kanker Pankreas

    Kanker pankreas adalah jenis penyakit kanker yang bermula pada pankreas. Pada kondisi yang parah, sel kanker pada area tersebut dapat menyebar ke jaringan atau bahkan organ sehat lain sekitarnya. Jika sudah menyebar, kemungkinan sembuh dari penyakit ini akan semakin kecil. Oleh karena itu, penderita kanker pankreas perlu segera mendapat obat dan pengobatan segera setelah terdiagnosis. Lantas, bagaimana cara mengobati kanker pankreas secara medis?

    Berbagai pilihan obat kanker pankreas secara medis

    Ada beragam pilihan pengobatan kanker pada pankreas. Dokter akan menentukan jenis pengobatan berdasarkan kondisi masing-masing pasiennya. Ini termasuk:

    • lokasi tumor pankreas,
    • tingkat keparahan, penyebaran sel kanker, atau stadium kanker pankreas,
    • usia pasien,
    • kondisi medis pasien,
    • serta pilihan atau preferensi pasien (harapan hidup dan perasaan pasien tentang kemungkinan efek samping yang akan muncul).

    Bagi sebagian besar penderita, tujuan pengobatan kanker pankreas, yaitu menghilangkan sel kanker. Pada kondisi ini, penderita kanker pankreas masih mungkin untuk disembuhkan.

    Namun, bagi sebagian penderita lainnya, pengobatan biasanya hanya untuk meningkatkan kualitas hidup, meringankan gejala, serta mencegah sel kanker semakin menyebar. Pada kondisi ini, kemungkinan sembuh dari kanker pankreas sangat kecil.

    Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, berikut beragam pilihan obat dan pengobatan secara medis untuk mengatasi kanker pankreas:

    1. Operasi

    operasi penanganan hipospadia

    Operasi merupakan pilihan pengobatan kanker yang paling umum. Pilihan pengobatan ini dapat dokter rekomendasikan untuk penderita kanker pankreas tahap awal hingga akhir.

    Meski demikian, jenis operasi untuk kanker pankreas tidak selalu sama. Penderita mungkin saja melakukan operasi untuk menghilangkan keseluruhan sel kanker. Namun, ada pula yang menjalankan operasi hanya untuk mengurangi gejala kanker pankreas. Berikut adalah berbagai jenis operasi yang umumnya dilakukan sebagai obat kanker pankreas:

    • Operasi whipple (pancreaticoduodenectomy)

    Dokter akan merekomendasikan operasi whipple (pancreaticoduodenectomy) jika tumor terletak pada bagian kepala pankreas.

    Selama operasi, ahli bedah akan mengangkat kepala pankreas. Terkadang, tubuh pankreas serta jaringan sekitarnya, seperti bagian pertama dari usus kecil (duodenum), bagian dari saluran dan kantong empedu, dan kelenjar getah bening sekitarnya. Pada kondisi tertentu, dokter juga kadang mengangkat bagian dari perut dan usus besar.

    • Distal pancreatectomy

    Bila dokter menemukan kanker atau tumor ganas pada bagian tubuh atau ekor pankreas, maka dokter biasanya akan merekomendasikan operasi distal pancreatectomy. Dalam operasi ini, ahli bedah akan mengangkat sisi kiri pankreas, yaitu bagian tubuh dan ekor. Biasanya, dokter juga akan mengangkat bagian limpa.

    Meski demikian, dilansir dari American Cancer Society, Anda mungkin perlu mendapatkan vaksin tertentu sebelum operasi. Pasalnya, limpa berfungsi untuk membantu tubuh melawan infeksi. Tanpa limpa, Anda akan lebih berisiko terkena infeksi bakteri tertentu.

    • Total pancreatectomy

    Jika distal hanya sebagian pankreas, operasi total pancreatectomy justru mengangkat seluruh bagiannya beserta kantong empedu, limpa, serta sebagian lambung dan usus kecil. Biasanya, dokter merekomendasikan pengobatan ini, jika sel kanker sudah menyebar ke seluruh pankreas, tetapi masih dapat bisa melakukan pengangkatan.

    Meski demikian, penderita kanker yang menjalani total pancreatectomy perlu mendapat suntikan insulin serta minum obat enzim untuk mengganti fungsi pankreas. Suntik insulin dan obat enzim membantu menjaga kadar gula darah serta mencerna makanan tertentu.

    • Operasi mencakup rekonstruksi pembuluh darah

    Beberapa penderita kanker pankreas stadium lanjut terkadang tidak memenuhi syarat untuk melakukan tiga operasi pada penjelasan sebelumnya. Biasanya, ini terjadi pada pasien dengan kanker pankreas yang melibatkan pembuluh darah sekitarnya.

    Pada kondisi ini, dokter kerap merekomendasikan pembedahan pankreas yang mencakup pengangkatan dan rekonstruksi pembuluh darah yang terkena. Biasanya, perlu ahli bedah yang sudah berpengalaman pada jenis pembedahan tersebut.

    2. Kemoterapi

    Obat antibiotik intravena untuk meningitis

    Kemoterapi merupakan jenis pengobatan yang menggunakan obat untuk membantu membunuh sel kanker. Biasanya, penderita kanker pankreas mendapatkan kemoterapi pada waktu atau kondisi tertentu, seperti:

    • sebelum operasi untuk mengecilkan tumor,
    • setelah operasi untuk mengurangi risiko kanker pankreas kambuh,
    • tanpa operasi jika tumor tidak dapat diangkat atau sel kanker telah menyebar ke organ lain.
    • atau bersamaan dengan radioterapi untuk membantu radiasi bekerja lebih efektif.

    Obat untuk kemoterapi kanker pankreas dapat diberikan dalam bentuk pil minum atau disuntikkan melalui infus atau intravena. Jenis obat yang diberikan bisa beragam, tergantung pada stadiumnya. Adapun jenis obat yang biasanya diberikan untuk kemoterapi kanker pankreas, yaitu:

    Semeentara itu, kemoterapi untuk kanker pankreas juga kerap menimbulkan efek samping, seperti mual dan muntah, hilangnya nafsu makan, diare, kelelahan, rambut rontok, dan sebagainya.

    3. Radioterapi

    Radioterapi atau terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Sama seperti kemoterapi, pasien seringkali mendapat radioterapi sebelum atau sesudah operasi, atau bahkan tanpa operasi. Ada kemungkinan radioterapi dan kemoterapi bersamaan, jika kanker pankreas telah menyebar dan sulit dilakukan prosedur pembedahan untuk pengangkatan.

    Bentuk radioterapi bisa berupa terapi radiasi eksternal dengan sinar-X atau diberikan selama operasi. Adapun pengobatan ini tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi seringkali menimbulkan efek samping, seperti mual dan muntah, kelelahan, diare, atau perubahan kulit.

    Selain tiga pengobatan utama di atas, dokter mungkin akan merekomendasikan jenis obat kanker pankreas lainnya. Ini bisa berupa terapi target, immunoterapi, atau lainnya untuk mengurangi gejala dan efek samping dari pengobatan.

    Selain itu, pasien pun bisa memilih obat herbal kanker pankreas atau pengobatan alternatif lainnya guna mengatasi gejala dan efek samping tersebut. Namun, Anda perlu memastikan bahwa jenis pengobatan alternatif tersebut efektif dan aman. Konsultasikan dengan dokter untuk prosedur pengobatan sesuai dengan kondisi Anda.

    Penerapan Pola Hidup Sehat untuk Penderita Kanker

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Treating Pancreatic Cancer. Cancer.org. (2021). Retrieved 3 June 2021, from https://www.cancer.org/cancer/pancreatic-cancer/treating.html.

    Pancreatic cancer – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. Mayoclinic.org. (2021). Retrieved 3 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pancreatic-cancer/diagnosis-treatment/drc-20355427.

    Treating Pancreatic Cancer, Based on Extent of the Cancer. Cancer.org. (2021). Retrieved 3 June 2021, from https://www.cancer.org/cancer/pancreatic-cancer/treating/by-stage.html.

    Surgery for Pancreatic Cancer. Cancer.org. (2021). Retrieved 3 June 2021, from https://www.cancer.org/cancer/pancreatic-cancer/treating/surgery.html.

    Chemotherapy for Pancreatic Cancer. Cancer.org. (2021). Retrieved 3 June 2021, from https://www.cancer.org/cancer/pancreatic-cancer/treating/chemotherapy.html.

    Radiation Therapy for Pancreatic Cancer. Cancer.org. (2021). Retrieved 3 June 2021, from https://www.cancer.org/cancer/pancreatic-cancer/treating/radiation-therapy.html.

    Treatment for pancreatic cancer. nhs.uk. (2021). Retrieved 3 June 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/pancreatic-cancer/treatment/.

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui Sep 01, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
    Next article: