Sindrom Koroner Akut

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 April 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Definisi

Apa itu sindrom koroner akut (acute coronary syndrome)?

Sindrom koroner akut adalah kondisi di mana aliran darah menuju ke jantung berkurang secara tiba-tiba. Nyeri dada seperti tertindih benda berat merupakan bentuk gejala paling umum dari kondisi ini.

Arteri koroner (pembuluh darah jantung) memasok darah yang kaya akan oksigen ke otot jantung. Jika arteri ini menyempit atau tersumbat akan mengganggu fungsi jantung yang bisa menyebabkan angina atau serangan jantung.

Oleh orang awam, terkadang gejala-gejala sindrom koroner akut disalahartikan sebagai masuk angin. Pada beberapa kasus yang menyebabkan kematian, orang awam juga kerap menyebut kondisi ini sebagai angin duduk.

Sindrom koroner akut merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan segera. Acute coroner syndrome bisa sembuh jika Anda mendapat perawatan yang tepat.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Kondisi kesehatan ini umum terjadi. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang yang berusia di atas 45 tahun, perokok, dan memiliki riwayat penyakit jantung. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindrom koroner akut (acute coronary syndrome)?

Tanda-tanda dan gejala paling umum dari acute coronary syndrome adalah:

  • Dada terasa seperti tertindih benda berat
  • Nyeri yang terasa samar atau terasa sangat sakit di bagian dada, leher, bahu kiri, lengan dan menyebar ke bagian bawah (terutama di bagian lengan kiri)

Dikutip dari American Heart Association, nyeri dada yang disebabkan oleh sindrom koroner akut bisa datang tiba-tiba, seperti halnya dengan serangan jantung. Rasa sakit bisa tidak dapat diprediksi atau menjadi lebih buruk, meski Anda sudah beristirahat. 

Tanda-tanda dan gejala lain dari sindrom koroner akut yaitu:

  • Sesak napas
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
  • Merasa seperti ingin jatuh
  • Kelelahan yang parah
  • Otot melemah
  • Mual atau muntah
  • Keluar keringat dingin

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala yang telah disebutkan seperti di atas segera kunjungi instalasi gawat darurat (IGD) terdekat. Kondisi ini mengancam jiwa dan perlu pertolongan petugas medis segera.

Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Anda sebaiknya periksa ke dokter sesegera mungkin jika Anda merasakan sakit atau sesak pada bagian dada.

Tubuh masing-­masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab sindrom koroner akut (acute coronary syndrome)?

Penyebab sindrom koroner akut adalah:

  • Aliran darah yang tersumbat sehingga menyebabkan otot jantung tidak memperoleh suplai oksigen.
  • Adanya kontraksi pada pembuluh darah yang dapat mengurangi aliran darah ke jantung.
  • Aterosklerosis yang disebabkan oleh adanya endapan lemak (plak) pada dinding pembuluh darah. Semakin tebal plak, maka pembuluh darah semakin sempit dan dapat mengakibatkan tersumbatnya pembuluh darah secara total.
  • Kondisi abnormal pada katup jantung dan irama detak jantung (aritmia) dapat mengganggu proses pemompaan aliran darah ke jantung dan ke pembuluh darah koroner.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk sindrom koroner akut (acute coronary syndrome)?

Faktor-faktor yang menyebabkan risiko seseorang terkena sindrom koroner akut sebenarnya sama dengan penyakit jantung lainnya, yaitu:

  • Orang yang berusia 45 tahun ke atas (pria) dan 55 tahun ke atas (wanita).
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau stroke. 
  • Merokok.
  • Berat badan berlebih dan jarang berolahraga.
  • Diabetes( diabetes mellitus).
  • Tekanan darah tinggi.
  • Tingkat kolesterol tinggi di dalam darah.
  • Mengonsumsi banyak makanan berlemak.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sindrom koroner akut (acute coronary syndrome)?

Tujuan dari pengobatan acute coronary syndrome adalah:

  • Meringankan rasa sakit dan kesusahan
  • Memperbaiki aliran darah
  • Mengembalikan fungsi jantung secepat dan sebaik mungkin

Tujuan pengobatan jangka panjang adalah untuk meningkatkan fungsi jantung secara keseluruhan, mengelola faktor risiko dan menurunkan risiko serangan jantung. Dikutip dari Mayo Clinic, berikut adalah pilihan pengobatan untuk acute coronary syndrome:

Pengobatan

Bergantung pada diagnosis, obat-obatan untuk perawatan darurat atau jangka panjang dalam mengatasi acute coronary syndrome adalah:

  • Thrombolytics
  • Nitroglycerin
  • Obat antiplatelet, seperti aspirin, clopidogrel (Plavix), atau prasugrel (Effient)
  • Beta blockers
  • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor
  • Angiotensin receptor blockers (ARBs)
  • Statin

Operasi dan prosedur lain

Dalam beberapa kasus, pembedahan atau perlakuan lainnya dapat dilakukan untuk melancarkan peredaran darah pada pembuluh darah. Berikut adalah pilihan operasi yang dapat mengatasi sindrom koroner akut:

  • Angioplasty dan stenting. Dalam prosedur ini, dokter memasukkan tabung kecil panjang (kateter) ke bagian yang tersumbat atau menyempit dari arteri Anda. Tabung stent dibiarkan di arteri untuk membantu menjaga arteri terbuka.
  • Operasi bypass koroner. Dalam prosedur ini, dokter mengambil sepotong pembuluh darah dari bagian lain dalam tubuh Anda dan menciptakan rute baru.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Agar dapat mendiagnosis sindrom koroner akut secara akurat, dokter akan memeriksa kondisi medis dan fisik dari gejala yang muncul.

Sebagai tambahan, doter juga akan meminta Anda melakukan tes medis yaitu berupa:

  • Pemeriksaan EKG (elektrokardiografi)
  • Stress test
  • Tes darah
  • Kateterisasi jantung (kateter dimasukkan melalui pembuluh darah dan bergerak menuju jantung untuk melihat bagian mana yang tersumbat).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sindrom koroner akut (acute coronary syndrome)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sindrom koroner akut:

  • Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter.
  • Konsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter
  • Kurangilah stres untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko angina. Anda sebaiknya mencari cara untuk membuat diri Anda lebih santai atau terhindar dari stres.
  • Jaga berat badan agar tetap ideal. Berat badan yang ideal dapat menstabilkan tekanan darah dan memperbaiki kadar kolesterol dan gula darah.
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Berhenti merokok. 
  • Jika dokter mengizinkan, olahragalah secara teratur.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Buah Terbaik yang Aman untuk Gula Darah Pengidap Diabetes

Meski sehat, Anda tak bisa sembarangan makan buah jika punya diabetes. Untuk itu, pilih beberapa buat untuk diabetes yang aman berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

5 Jenis Tes untuk Cek Kadar Gula Darah Serta Cara Membaca Hasilnya

Ada berbagai macam jenis cek gula darah untuk pemeriksaan diabetes, seperti gula sewaktu (GDS) atau puasa, dan beberapa lainnya. Bagaimana membaca hasilnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 19 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Diet Pasien Diabetes untuk Menjaga Pola Makan dan Berat Badan Seimbang

Pasien diabetes perlu diet untuk mencapai berat badan seimbang, tapi bukan berarti tidak bisa menikmati setiap makanan. Berikut beberapa tipsnya.

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang memengaruhi saraf, pembuluh darah, hingga tulang. Cari tahu informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gatal karena diabetes

5 Langkah Mudah Mengatasi Kulit Gatal Karena Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
perbedaan mentega dan margarin

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Cara Tepat Menyuntik Insulin dan Lokasi Terbaiknya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
manfaat yoga untuk diabetes

4 Manfaat Yoga untuk Diabetesi yang Sayang Jika Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit