home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Cara Memilih Makanan untuk Penderita Jantung Koroner

5 Cara Memilih Makanan untuk Penderita Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner termasuk salah satu jenis penyakit mematikan di Indonesia. Meski begitu, Anda masih bisa menjalani pengobatan jantung koroner jika mengalaminya. Selain menjalani pengobatan, Anda juga perlu mulai mengubah gaya hidup, salah satunya dengan menerapkan pola makan sehat untuk jantung. Lalu, makanan apa saja yang baik untuk penderita jantung koroner? Simak diet sehat untuk penderita jantung koroner berikut ini.

Cara memilih makanan yang tepat untuk penderita jantung koroner

Jika Anda sudah terkena penyakit jantung koroner, sebaiknya lebih cermat memerhatikan asupan makanan sehari-hari. Berikut cara memilih makanan yang dapat Anda lakukan:

1. Memperbanyak asupan buah dan sayur-sayuran

Buah dan sayur termasuk dua jenis makanan yang baik untuk penderita jantung koroner. Hal ini disebabkan kedua makanan ini merupakan sumber terbaik untuk vitamin dan mineral. Bahkan, keduanya juga rendah kalori dan kaya akan serat.

Mengonsumsi buah dan sayuran dapat membantu Anda mengurangi kadar kalori pada tubuh Anda yang mungkin tinggi karena makanan seperti daging, keju, dan cemilan. Dengan begitu, Anda juga bisa menjaga berat badan agar tidak berlebihan. Pasalnya, berat badan berlebih atau obesitas juga dapat menyebabkan penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner dan serangan jantung.

Selain itu, meningkatkan asupan makanan yang berasal dari tumbuhan seperti buah dan sayur dapat mengatasi penyakit jantung hingga mencegah terjadinya serangan jantung. Maka itu, penderita jantung koroner amat dianjurkan untuk memasukkan buah dan sayur ke daftar menu makanan sehari-harinya.

Sebenarnya, memasukkan buah dan sayur ke daftar makanan sehari-hari untuk penderita jantung koroner bukanlah perkara yang sulit. Hal yang terpenting adalah selalu mencuci buah dan sayur terlebih dahulu, potong-potong dan bagi sesuai porsi lalu simpan di lemari pendingin sebelum dimakan.

Anda juga bisa mencampurkannya dengan berbagai macam makanan sehat lainnya. Hal ini tergantung pada selera Anda dalam menyantap makanan. Selama campuran makanan lainnya sehat, penderita jantung koroner dapat merasakan manfaat dari buah dan sayur untuk mengatasi kondisinya.

Pastikan juga Anda mengonsumsi berbagai jenis-buah-buahan. Jika memang Anda kesulitan mengonsumsi buah dan sayuran segar, Anda juga bisa mengonsumsi buah kalengan. Namun, selalu hindari buah yang sudah tercampur dengan sirup karena justru kandungan gula di dalamnya akan lebih tinggi.

2. Memilih makanan yang terbuat dari gandum utuh

Menurut Mayo Clinic, gandum utuh juga merupakan makanan yang baik untuk penderita jantung koroner. Pasalnya, gandum merupakan sumber yang baik untuk serat yang baik untuk jantung dan juga vitamin E yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh.

Pasalnya, menumpuknya kolesterol jahat (LDL) dapat menyumbat pembuluh darah arteri, salah satu penyebab terjadinya penyakit jantung koroner. Bahkan, kondisi ini pun dapat menjadi penyebab serangan jantung.

Ada beberapa jenis makanan yang terbuat dari gandum utuh dan bisa diberikan untuk penderita jantung koroner, seperti berikut:

  • Tepung gandum
  • Roti gandum
  • Sereal gandum
  • Nasi merah
  • Pasta gandum
  • Oatmeal

Justru, Anda mungkin perlu menghindari jenis-jenis gandum tertentu untuk diet penderita jantung koroner. Makanan yang mengandung gandum dan sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi oleh penderita jantung koroner termasuk:

  • Roti putih
  • Mufin
  • Roti jagung
  • Donat
  • Biskuit
  • Kue
  • Mi telur
  • Popcorn yang dibuat dengan mentega
  • Camilan tinggi lemak

3. Membiasakan konsumsi makanan kaya protein dan rendah lemak

Berikutnya, makanan yang cocok untuk penderita jantung koroner adalah yang kaya protein tapi rendah lemak. Daging tanpa lemak, ikan, dan produk olahan susu rendah lemak termasuk beberapa jenis makanan yang kaya akan protein. Meski begitu, Anda tetap perlu berhati-hati dalam memilih makanan.

Sebagai contoh, lebih baik pilih susu skim daripada susu biasa, atau pilih dada ayam tanpa kulit dibanding dada ayam yang digoreng. Anda juga bisa memilih ikan untuk memenuhi kebutuhan protein yang rendah lemak.

Bahkan, jika perlu pilih jenis ikan yang kaya akan asam lemak omega-3 karena dapat membantu Anda menurunkan kadar lemak di dalam darah yang disebut trigliserida. Jenis ikan yang baik dan kaya akan asam lemak omega-3 adalah salmon dan makerel.

Biji-bijian dan kacang-kacangan juga tak kalah baik sebagai sumber protein yang rendah lemak. Bahkan, makanan ini juga rendah kolesterol, sehingga bagus sekali untuk pengganti daging. Maka itu, agar penderita jantung koroner dapat memilah dan memilih makanan yang baik untuk kondisi kesehatannya, lebih baik perlahan mengganti daging atau sumber protein yang masih kaya lemak dengan makanan yang rendah lemak seperti yang telah disebutkan.

Dengan begitu, lemak dan kolesterol di dalam tubuh bisa berkurang dan asupan serat pun bertambah.

4. Membatasi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans

Tidak hanya memerhatikan makanan yang sebaiknya dimakan, Anda juga perlu memerhatikan makanan yang perlu dihindari oleh penderita penyakit jantung, termasuk penyakit jantung koroner. Menu makanan yang baik untuk penderita jantung koroner adalah yang tidak terlalu banyak mengandung lemak, khususnya lemak jenuh dan lemak trans.

Hal ini juga termasuk langkah yang penting untuk menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh, sehingga risiko mengalami penyakit jantung koroner pun ikut menurun. Anda tentu tidak ingin menunggu muncul gejala jantung koroner terlebih dahulu baru mengatur pola makan. Maka itu, melakukan pencegahan terhadap penyakit jantung seperti ini merupakan langkah yang bijak.

Namun, bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sama sekali. Oleh sebab itu, pastikan bahwa Anda mengonsumsi lemak sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh, untuk mengurangi kadar lemak jenuh pada daging yang dikonsumsi, Anda bisa memilih daging yang tidak mengandung lemak.

Lalu, Anda juga bisa menggunakan makanan lain yang tentu lebih sehat untuk jantung untuk pengganti makanan yang kaya lemak jenuh. Sebagai contoh, yoghurt rendah lemak untuk pengganti mentega, dan buah potong atau selai buah yang rendah gula sebagai pengganti margarin saat membuat roti panggang.

Jika Anda memang ingin menggunakan makanan atau bahan makanan yang mengandung lemak, Anda bisa menggunakan minyak zaitun atau minyak kanola yang mengandung lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh justru dapat menurunkan kadar kolesterol di dalam darah jika digunakan dengan tepat.

5. Mengurangi kandungan garam pada makanan

Mengonsumsi makanan yang tinggi garam atau natrium dapat meningkatkan tekanan darah. Padahal, tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit jantung koroner. Bahkan, tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menyebabkan serangan jantung. Secara singkatnya, menu makanan yang disarankan untuk penderita jantung koroner adalah yang rendah natrium.

Asupan garam yang ideal untuk orang dewasa adalah 2300 miligram (mg) natrium setiap harinya. Kira-kira jumlahnya sebanyak satu sendok teh. Namun, hanya orang dewasa dengan kondisi yang sehat yang boleh mengonsumsi natrium sebanyak itu.

Justru akan lebih baik jika asupan garam yang Anda konsumsi setiap harinya bisa lebih rendah. Angka ideal untuk asupan natrium adalah 1500 mg setiap hari.

Selain itu, Mengurangi kandungan garam pada makanan yang Anda konsumsi merupakan langkah yang tepat. Namun, jangan lupa bahwa makanan kalengan atau makanan yang telah diolah terlebih dahulu justru memiliki kandungan natrium atau garam yang lebih besar.

Oleh sebab itu, saat menyusun menu makanan untuk penderita jantung koroner, lebih baik jika Anda bisa membuat atau memasaknya sendiri. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui dengan pasti kadar asupan garam yang terdapat pada makanan.

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi kadar garam di dalam makanan adalah memilih bumbu makanan dengan lebih hati-hati. Pasalnya, ada pula bahan makanan yang sudah memiliki kandungan garam di dalamnya.

Dengan memilah dan memilih makanan yang baik untuk kesehatan jantung, Anda bisa menyajikan makanan yang sehat untuk penderita jantung koroner. Hal ini termasuk salah satu upaya untuk membantu mengatasi penyakit jantung koroner selain menjalani pengobatan jantung koroner.

Selain menerapkan pola makan sehat, gaya hidup yang baik untuk penderita jantung koroner adalah meningkatkan aktivitas fisik dengan berolahraga, tapi pastikan Anda melakukan olahraga yang baik untuk penyakit jantung. Selain itu, selalu monitor kadar kolesterol di dalam darah, kadar gula darah, dan tekanan darah demi menghindari berbagai faktor risiko penyakit jantung koroner.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Heart-healthy diet: 8 steps to prevent heart disease. Retrieved 5 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/in-depth/heart-healthy-diet/art-20047702

Coronary heart disease – prevention. Retrieved 5 June 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/coronary-heart-disease/prevention/

The American Heart Association Diet and Lifestyle Recommendations. Retrieved 5 June 2020, from https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/nutrition-basics/aha-diet-and-lifestyle-recommendations

Heart disease and food. Retrieved 5 June 2020, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/heart-disease-and-food

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 08/10/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x