home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Terapi Trombolitik Pada Stroke

Terapi Trombolitik Pada Stroke

Trombolisis, juga dikenal sebagai terapi trombolitik, merupakan pengobatan untuk melarutkan gumpalan berbahaya dalam pembuluh darah, melancarkan aliran darah, dan mencegah kerusakan jaringan dan organ. Terapi trombolitik dapat melibatkan suntikan obat penghilang gumpalan melalui saluran intravena (IV) atau melalui kateter panjang yang mengantarkan obat langsung ke lokasi penyumbatan. Pengobatan ini juga dapat melibatkan penggunaan kateter panjang dengan perangkat mekanik yang melekat di ujung, baik menghilangkan atau memecahkan gumpalan darah.

Terapi trombolitik sering digunakan sebagai pengobatan darurat untuk melarutkan gumpalan darah yang terbentuk di arteri yang memberi makan jantung dan otak, yang merupakan penyebab utama serangan jantung dan stroke iskemik dan di arteri paru-paru (acute pulmonary embolism).

Agen trombolisis termasuk:

  • Eminase (anistreplase)
  • Retavase (reteplase)
  • Streptase (streptokinase, kabikinase)
  • T-PA (kelas obat yang termasuk Activase)
  • TNKase (tenecteplase)
  • Abbokinase, Kinlytic (rokinase).

Jika gumpalan darah mengancam kehidupan, terapi trombolitik bisa menjadi pilihan jika dimulai sesegera mungkin. Idealnya diminum dalam waktu satu sampai dua jam setelah timbulnya gejala serangan jantung, stroke, atau pulmonary embolism (jika diagnosis telah dibuat).

Bagaimana terapi trombolitik mengobati stroke?

Jika stroke disebabkan oleh gumpalan darah, ini dapat diobati dengan obat penghilang-gumpalan yang akan memecahkan gumpalan dan mengembalikan pasokan darah ke otak Anda.

Obat itu sendiri disebut alteplase atau recombinant tissue plasminogen activator (rt-PA). Proses pemberian obat ini dikenal sebagai terapi trombolitik.

Trombolitik bekerja dengan melarutkan gumpalan darah dengan cepat, membantu mengalirkan darah kembali ke jantung dan membantu mencegah kerusakan pada otot jantung. Trombolitik dapat mencegah serangan jantung mematikan.

Trombolitik tidak diberikan kepada seseorang yang mengalami stroke perdarahan (perdarahan di otak) karena bisa memperburuk stroke dengan menyebabkan meningkatnya perdarahan.

Terapi trombolitik tidak selalu berhasil, hanya satu dari tujuh orang yang mendapatkan manfaat dari pengobatan ini. Ada juga risiko bahwa terapi trombolitik bisa menyebabkan perdarahan berbahaya di otak Anda. Hal ini terjadi pada sekitar 7% kasus.

Cara menggunakan terapi trombolitik untuk mengobati stroke

Terapi trombolitik terbukti memiliki banyak manfaat pada pasien penderita cerebral iskemik akut. Bagi kebanyakan orang, terapi trombolitik perlu diberikan paling telat empat setengah jam setelah gejala stroke Anda muncul. Dalam beberapa keadaan, dokter dapat memutuskan bahwa pengobatan ini masih bisa bermanfaat dalam waktu enam jam. Namun semakin banyak waktu yang berlalu, semakin kurang efektif pula terapi trombolitik. Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk segera memeriksa ke rumah sakit ketika gejala muncul.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Thrombolysis. http://www.webmd.com/stroke/guide/thrombolysis-definition-and-facts. Accessed July 14, 2015.

Jeffrey L Saver. Thrombolytic Therapy in Stroke. http://emedicine.medscape.com/article/1160840-overview. Accessed July 14, 2015.

What happens when you have a stroke?. https://www.stroke.org.uk/what-stroke/what-happens-when-you-have-stroke/going-hospital. Accessed July 14, 2015.

Anderson JL. ST segment elevation acute myocardial infarction and complications of myocardial infarction. In: Goldman L, Schafer AI, eds.Goldman’s Cecil Medicine

Antman EM, Morrow DA. ST-segment elevation myocardial infarction: management. In: Bonow RO, Mann DL, Zipes DP, Libby P, eds.Braunwald’s Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 21/12/2020
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team