Terapi Trombolitik Pada Stroke

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Trombolisis, juga dikenal sebagai terapi trombolitik, merupakan pengobatan untuk melarutkan gumpalan berbahaya dalam pembuluh darah, melancarkan aliran darah, dan mencegah kerusakan jaringan dan organ. Terapi trombolitik dapat melibatkan suntikan obat penghilang gumpalan melalui saluran intravena (IV) atau melalui kateter panjang yang mengantarkan obat langsung ke lokasi penyumbatan. Pengobatan ini juga dapat melibatkan penggunaan kateter panjang dengan perangkat mekanik yang melekat di ujung, baik menghilangkan atau memecahkan gumpalan darah.

Terapi trombolitik sering digunakan sebagai pengobatan darurat untuk melarutkan gumpalan darah yang terbentuk di arteri yang memberi makan jantung dan otak, yang merupakan penyebab utama serangan jantung dan stroke iskemik dan di arteri paru-paru (acute pulmonary embolism).

Agen trombolisis termasuk:

  • Eminase (anistreplase)
  • Retavase (reteplase)
  • Streptase (streptokinase, kabikinase)
  • T-PA (kelas obat yang termasuk Activase)
  • TNKase (tenecteplase)
  • Abbokinase, Kinlytic (rokinase).

Jika gumpalan darah mengancam kehidupan, terapi trombolitik bisa menjadi pilihan jika dimulai sesegera mungkin. Idealnya diminum dalam waktu satu sampai dua jam setelah timbulnya gejala serangan jantung, stroke, atau pulmonary embolism (jika diagnosis telah dibuat).

Bagaimana terapi trombolitik mengobati stroke?

Jika stroke disebabkan oleh gumpalan darah, ini dapat diobati dengan obat penghilang-gumpalan yang akan memecahkan gumpalan dan mengembalikan pasokan darah ke otak Anda.

Obat itu sendiri disebut alteplase atau recombinant tissue plasminogen activator (rt-PA). Proses pemberian obat ini dikenal sebagai terapi trombolitik.

Trombolitik bekerja dengan melarutkan gumpalan darah dengan cepat, membantu mengalirkan darah kembali ke jantung dan membantu mencegah kerusakan pada otot jantung. Trombolitik dapat mencegah serangan jantung mematikan.

Trombolitik tidak diberikan kepada seseorang yang mengalami stroke perdarahan (perdarahan di otak) karena bisa memperburuk stroke dengan menyebabkan meningkatnya perdarahan.

Terapi trombolitik tidak selalu berhasil, hanya satu dari tujuh orang yang mendapatkan manfaat dari pengobatan ini. Ada juga risiko bahwa terapi trombolitik bisa menyebabkan perdarahan berbahaya di otak Anda. Hal ini terjadi pada sekitar 7% kasus.

Cara menggunakan terapi trombolitik untuk mengobati stroke

Terapi trombolitik terbukti memiliki banyak manfaat pada pasien penderita cerebral iskemik akut. Bagi kebanyakan orang, terapi trombolitik perlu diberikan paling telat empat setengah jam setelah gejala stroke Anda muncul. Dalam beberapa keadaan, dokter dapat memutuskan bahwa pengobatan ini masih bisa bermanfaat dalam waktu enam jam. Namun semakin banyak waktu yang berlalu, semakin kurang efektif pula terapi trombolitik. Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk segera memeriksa ke rumah sakit ketika gejala muncul.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Uretrotomi

Uretrotomi adalah sebuah prosedur untuk memperlancar aliran urine. Pelajari lebih lanjut tentang definisi, proses, dan risikonya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Urologi, Kandung Kemih 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Azoospermia (Air Mani Tidak Mengandung Sperma)

Sekiranya 15% pria yang tidak subur disebabkan oleh azoospermia. Jika Anda belum juga punya momongan setelah tahunan berusaha, bisa jadi ini penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Aldosteron

Tes kadar aldosteron dalam darah dapat dilakukan saat kesulitan mengontrol tekanan darah. Simak definisi, proses, dan penjelasan hasil testnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan, Tes Kesehatan A-Z 4 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Barium Swallow

Pemeriksaan barium swallow dapat mendeteksi adanya kelainan pada saluran pencernaan atas. Pelajari definisi, proses, dan penjelasan hasil tesnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan 4 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alfa-Amilase

Alfa-Amilase

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Anion Gap

Anion Gap

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
abses hati adalah

Abses Hati

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit