home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Memahami Apa Itu Endapan Lemak dan Cara Dini Mendeteksinya

Memahami Apa Itu Endapan Lemak dan Cara Dini Mendeteksinya

Lemak memang menjadi salah satu nutrisi yang Anda butuhkan agar tubuh bisa berfungsi dengan normal. Akan tetapi, Anda tidak membutuhkan nutrisi ini dalam jumlah yang besar. Kebanyakan lemak dalam tubuh bisa menyebabkan pengendapan, sehingga bisa menyebabkan masalah kesehatan, contohnya aterosklerosis. Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai endapan lemak dan bagaimana dokter bisa mendeteksi kondisi ini pada ulasan berikut.

Endapan lemak sebabkan pembuluh darah tersumbat

endapan lemak

Banyak orang menganggap bahwa lemak itu buruk, padahal tidak demikian. Tubuh tetap membutuhkan lemak sebagai cadangan energi, membantu menyerap vitamin dan mineral, mendukung pembangunan membran sel, bagian terluar sel, dan selubung saraf yang melindunginya. Namun, manfaatnya ini dari jenis lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jeniuh ganda.

Selain itu, ada juga jenis lemak jenuh dan lemak trans. Kedua lemak inilah yang perlu Anda batasi asupannya karena bisa menyebabkan masalah kesehatan jika kadarnya berlebihan.

Jumlah lemak yang terlalu banyak daripada jumlah kebutuhan tubuh, bisa menyebabkan terjadinya endapan lemak. Istilah medis mengenai kondisi ini Anda kenal dengan sebutan penyakit aterosklerosis, yakni penyempitan pembuluh darah tubuh akibat sumbatan pada dinding pembuluh darah oleh lemak.

Sumbatan menyebabkan pasokan darah yang menuju organ tertentu terhambat sehingga sel-sel yang berada di organ tersebut bisa mati. Sebagai contoh, bila yang tersumbat adalah pembuluh darah jantung (arteri koronaria), maka seseorang bisa terkena serangan jantung.

Lain lagi, bila sumbatan itu berada di pembuluh darah yang menuju otak misalnya arteri karotid, maka stroke tidak dapat terhindarkan. Kedua penyakit ini, baik serangan jantung maupun stroke, masih menempati penyebab kematian utama dunia.

Endapan lemak kadang tidak menimbulkan gejala

kardiomiopati

Sumbatan pada dinding pembuluh darah termasuk sampah-sampah seluler, sel darah (seperti trombosit dan leukosit), sel imun, kalsium dan yang paling banyak adalah lemak. Lemak yang tersangkut pada pembuluh darah yang rusak bisa membentuk plak atau kerak lemak. Semakin tebal kerak lemak, semakin sempitlah pembuluh darah.

Adanya plak atau kerak dalam tubuh, awalnya tidak menimbulkan gejala. Sampai batas ketebalan ±50% dari lebar pembuluh darah, lapisan kerak ini baru memunculkan gejala.

Gejala yang timbul tergantung dari organ yang mati. Perbedaan gejala juga tampak antara perempuan dan laki-laki. Pada perempuan, gejala sering tidak khas, sehingga biasanya berakibat lebih fatal. Kematian pada perempuan masih lebih tinggi ketimbang laki-laki.

Jika sudah menimbulkan gejala, umumnya pengidap endapan lemak pada pembuluh darah akan merasakan angina (nyeri dada) yang bisa menyebar hingga ke rahang dan lengan sebelah kiri, bersama dengan detak jantung tidak beraturan.

Akhirnya berbagai studi mempelajari bagaimana mengenali kelompok penyakit aterosklerosis lebih awal.. Pada penyakit jantung koroner misalnya, penilaian dini dapat menggunakan Framingham Risk Score (FRS) yang lazim digunakan di Amerika Serikat atau Systematic Coronary Risk Evaluation (SCORE) di Eropa.

Di Indonesia, kedua skoring bermanfaat mengenali penyakit aterosklerosis pada kelompok berisiko namun tanpa gejala. Namun, keterbatasan komponen penilaian menyebabkan skoring ini belum mampu mencegah penyakit secara sempurna. Kecacatan dan kematian akibat penyakit jantung koroner dan stroke masih saja tinggi.

Pemeriksaan medis untuk mengecek endapan lemak

aritmia jantung

Menurut Infodatin Kemenkes RI, prevalensi stroke pada tahun 2013 hingga tahun 2018 mengalami peningkatan, yakni 7% menjadi 10,9 persen.

Oleh sebab itu, terdapat pengembangan berbagai macam jenis pemeriksaan lanjutan untuk mendeteksi kerak lemak yang ada dalam tubuh. Orang sehat dengan faktor risiko atau orang-orang yang berada pada risiko menengah penyakit akibat aterosklerosis, dapat melakukan tes ini.

Berikut ini ada 2 jenis pemeriksaan untuk mengetahui adanya endapan lemak pada tubuh Anda.

Carotid Intimal Media Thickness (CIMT)

Peningkatan intimal media thickness (IMT) terjadi pada fase awal proses aterosklerosis. Beberapa studi menyebutkan, pengukuran peningkatan IMT arteri karotis menggunakan ultrasonografi telah menjadi standar untuk menilai aterosklerosis. Hal ini pun termasuk rekomendasi American Heart Association sebagai penilaian risiko penyakit jantung dan pembuluh darah sekitarnya.

Penelitian membuktikan semakin tinggi nilai IMT karotid, maka semakin tinggi kejadian stroke maupun serangan jantung. Hal ini dapat terjadi pada semua orang, dengan atau tanpa penyakit jantung sebelumnya.

Mengapa pengukuran pada arteri karotid? Arteri karotis dipilih untuk pengukuran IMT karena letak arteri karotis tidak dalam, tanpa ada struktur tulang atau bayangan udara yang menghalangi, dan jauh dari struktur yang bergerak, seperti jantung.

Pengukuran IMT arteri karotis dengan USG B-mode merupakan pemeriksaan yang tidak invasif, sensitif, membantu mengidentifikasi dan mengukur beratnya endapan lemak, serta risiko penyakit kardiovaskular.

The American Society of Echocardiography dapat melihat plak aterosklerosis yang menyebabkan serangan jantung > 1,5 cm atau ≥ 50% dari ketebalan dinding arteri. Penelitian lain menyebutkan CIMT > 1.15 cm berhubungan dengan kemungkinan 94% kejadian serangan jantung atau pun stroke.

Coronary Artery Calcium (CAC)

Penyebab aterosklerosis memang umumnya endapan lemak yang menyumbat pembuluh darah. Namun, pengapuran oleh tumpukan kalsium juga bisa jadi penyebab aterosklerosis. Ini karena tumpukan kalsium ini menyebabkan pembuluh darah menyempit. Dari berbagai laporan kasus menyebutkan 70% kasus serangan jantung, memiliki pengapuran pada pembuluh darahnya.

Deteksi CAC memang hanya mendeteksi plak yang keras, tetapi dari penemuan pengapuran, biasanya juga ada plak lunak atau plak campuran keduanya.

Nilai CAC dapat bermanfaat memprediksi kejadian kardiovaskular dan mengubah tingkat risiko. Nilai positif CAC mengindikasikan adanya proses aterosklerosis. Peningkatan CAC score diketahui akan meningkatkan risiko kejadian serangan jantung dan stroke, apalagi bila CAC score > 300.

Sebuah studi menyebutkan secara akurat orang dengan nilai CAC >300 akan mengalami serangan jantung dalm kurun waktu 4 tahun. Studi ini pun menyimpulkan bahwa CAC score pada populasi resiko rendah menurut Framingham Risk Score (FRS), tetap akan bermanfaat untuk memprediksi kejadian kardiovaskular.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The truth about fats: The good, the bad, and the in-between. (2019, December 11). Retrieved June 14, 2021, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-truth-about-fats-bad-and-good.

Atherosclerosis. Retrieved June 14, 2021, from https://www.heart.org/en/health-topics/cholesterol/about-cholesterol/atherosclerosis.

Infodatin. Kemenkes RI. Retrieved June 14, 2021, from https://pusdatin.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-stroke-dont-be-the-one.pdf.

Coronary artery Calcium Scoring: CardioSmart – American College of Cardiology. (n.d.). Retrieved June 14, 2021, from https://www.cardiosmart.org/topics/high-cholesterol/exams-and-tests/coronary-artery-calcium-scoring.

Carotid intima-media Thickness Test (CIMT). (n.d.). Retrieved June 14, 2021, from https://www.cedars-sinai.org/programs/heart/clinical/womens-heart/services/cimt-carotid-intima-media-thickness-test.html.

Lakoski Susan G, Greenland Philip, Wong Nathan D, Schreiner Pamela J, HerringtonDavid M. et al. Coronary Artery CalciumScores and Risk for Cardiovascular Events in Women Classified as “Low Risk” Based on Framingham Risk Score: The Multi-Ethnic Study of Atherosclerosis (MESA).Archives of Internal Medicine. 2007; 167(22):2437-2442.

Raggi, P., Gongora, M. C., Gopal, A., Callister, T. Q., Budoff, M., & Shaw, L. J. (2008). Coronary artery calcium to predict all-cause mortality in elderly men and womenJournal of the American College of Cardiology52(1), 17–23. https://doi.org/10.1016/j.jacc.2008.04.004.

Falk, E., & Shah, P. K. (2011). The SHAPE guideline: ahead of its time or just in time?Current atherosclerosis reports13(5), 345–352. https://doi.org/10.1007/s11883-011-0195-y.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui seminggu yang lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x