Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Pandemi COVID-19 menjadi kondisi yang berpengaruh pada kehidupan banyak orang. Penyebarannya yang semakin meluas mengakibatkan banyak tekanan, cemas, dan stres. Bukan hanya pada orang dewasa, kondisi psikologis anak juga rentan terganggu. Maka itu, orangtua perlu membantu anak atasi tanda-tanda stres saat pandemi.

Stres pada anak saat masa pandemi COVID-19 dan cara mengatasinya

stres anak saat pandemi

Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga menjalani krisis dengan merasakan stres saat pandemi COVID-19 ini.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) mangatakan anak-anak dan remaja menjadi salah satu kelompok yang rentan stres selama pandemi COVID-19 ini. 

“Ketakutan dan kecemasan tentang suatu penyakit dapat menyebabkan emosi yang kuat pada orang dewasa dan anak-anak,” tulis CDC

Anak-anak kehilangan keseharian mereka, harus belajar di rumah yang kondisinya benar-benar berbeda dengan di sekolah dan gerak mereka yang menjadi terbatas. 

Melihat adanya risiko stres pada anak di masa pandemi, psikolog dan pemerhati anak Seto Mulyadi atau dikenal dengan Kak Seto mengingatkan orangtua untuk memberi perhatian lebih pada anak saat belajar di rumah. 

“Mohon jangan sampai saat putra-putri belajar menjadi stres dan uring-uringan selama belajar di rumah,” kata Kak Seto.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,024,298

Confirmed

831,330

Recovered

28,855

Death
Distribution Map

Kak Seto menyampaikan bahwa menurut data Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), banyak anak mengalami stres karena tekanan yang terjadi di rumah selama pandemi COVID-19.

Perlu diketahui bahwa stres orangtua bisa berpengaruh pada anak. Misalnya, stres saat orangtua kehilangan pekerjaan, kesulitan ekonomi, juga sewaktu orangtua sering cekcok atau berkonflik saat karantina.

“Jadi, hal pertama yang dapat kita lakukan adalah memahami bagaimana stres mempengaruhi kita (orangtua). Anda perlu mengatasi stres pada diri sendiri sebelum berinteraksi dengan anak Anda,” ujar seorang psikolog anak Abigail Gewirtz.

Cara membantu anak atasi stres saat pandemi COVID-19

mengatasi stres Anak

Anak-anak kerap kali tidak mengungkapkan perasaan resah, cemas, dan stresnya secara verbal. Anak yang dikatakan stres biasanya terlihat dari perubahan perilaku mereka. Tanda-tanda anak stres di antaranya adalah perubahan nafsu makan, masalah tidur, dan perubahan suasana hati.

Berikut beberapa cara yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membantu anak atasi stres saat pandemi COVID-19.

1. Respons perubahan anak dengan cara suportif

Anak-anak dapat merespons stres dengan cara yang berbeda seperti menjadi lebih manja, terlihat cemas, menarik diri, marah, gelisah, atau mengompol.

Tanggapi perubahan perilaku anak tersebut dengan memberikan dukungan dan perhatian lebih. Tunjukkan hal-hal positif pada Anda saat mendegarkan mereka mencurahkan kekhawatirannya. 

Tidak perlu memaksa anak untuk menceritakan masalahnya jika mereka tidak mau. Beritahu bahwa Anda selalu ada di sisinya untuk membantu.

2. Berikan perhatian lebih

Sejalan dengan poin pertama, untuk atasi anak stres pada masa pandemi, orangtua perlu memberikan kasih sayang dan perhatian ekstra. 

Pada saat pandemi, anak membutuhkan kasih sayang dan perhatian lebih dari orang dewasa terutama orangtuanya agar tidak stres. Tanyakan keadaan anak dalam suatu waktu sekali, misalnya saat bangun pagi, sebelum makan siang, dan sebelum tidur malam. 

Tips Membantu Anak dengan Autisme Menghadapi Karantina COVID-19

3. Jaga komunikasi anak dengan anggota keluarga lain

Luangkan waktu khusus untuk berkegiatan santai bersama anak. Biasanya, mereka akan merasa senang jika Anda bisa menghabiskan waktu bersantai bersama mereka.

Ajak anak untuk berkomunikasi secara rutin dengan kerabat dan anggota keluarga lain, misalnya dnegan menelepon kakek dan nenek.

4. Jelaskan pandemi yang sedang terjadi

Perubahan kondisi dan kebiasaan yang tiba-tiba seperti pemberlakuan physical distancing tentu menimbulkan pertanyaan di benak anak.

Jelaskan pandemi COVID-19 pada anak dengan cara sederhana dan mudah dipahami. Jangan lupa juga jelaskan bagaimana cara mengurangi risiko tertular virus dan mengapa mereka tidak boleh keluar rumah. Beri tahu juga pada anak agar tidak perlu terlalu cemas dan stres akan kondisi pandemi saat ini.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ternyata menonton film sedih bukan cuma membuat kita menangis, tapi ada juga manfaat lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Rekomendasi Vitamin untuk Pasien Covid-19

Selama masa penyembuhan, pasien COVID-19 harus memperhatikan asupan nutrisi dan vitamin untuk membantu tubuh melawan infeksi. Berikut rekomendasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Anda Punya Sifat Posesif? Ini Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya

Memiliki sifat posesif tidak akan pernah menguntungkan, justru ini akan merusak hubungan Anda dengan pasangan atau kerabat. Kenali apa itu posesif di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 18 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Bagaimana Cara Mengendalikan Ego yang Tinggi?

Ego adalah bagian dari kepribadian manusia yang seringkali dicap negatif. Memang, apa itu ego, dan bagaimana mengendalikan ego yang tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vaksinasi covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
rasa kesepian depresi

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
putus kenapa cinta memudar

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan rasa cemas

8 Cara Jitu untuk Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit