Apakah Orang Dewasa Masih Perlu Suntik Tetanus?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/03/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Meski vaksin alias imunisasi lebih familiar diperuntukkan bagi bayi dan anak-anak, orang dewasa tetap perlu mendapatkan vaksin untuk melindungi diri dari berbagai penyakit “orang dewasa”. Vaksin HPV, herpes zoster, pneumonia, demam tifoid, yellow fever atau demam kuning, adalah beberapa jenis vaksin yang hanya diberikan pada orang dewasa. Namun jika waktu kecil dulu Anda ketinggalan atau belum pernah mendapatkan suntik tetanus, apa masih perlu dilakukan ketika sudah dewasa?

Untuk apa suntik tetanus?

Suntik tetanus diberikan untuk melindungi Anda dari penyakit tetanus yang disebabkan oleh bakteri Clostrdium tetani. Bakteri ini ada di seluruh dunia dan terutama bermukim di tanah. Tetanus adalah kondisi kerusakan saraf yang disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh bakteri tersebut.

Jika Anda terjatuh atau tertusuk paku/benda tajam di jalanan, dan mengalami luka terbuka di kulit dan tidak dibersihkan cepat-cepat, bakteri penyebab tetanus dapat masuk ke dalam tubuh lewat luka itu untuk berkembang biak dan menghasilkan racun yang dapat menempel ke ujung serat saraf. Racun akan menyebar bertahap ke saraf tulang belakang dan otak. Otot yang dikendalikan oleh saraf akan kaku dan baal. Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini dapat menyebabkan kejang parah bahkan hingga kematian akibat otot pernapasan yang berhenti bekerja.

Meski angka kasus tetanus secara umum lebih tinggi dilaporkan pada bayi dan anak-anak, penyakit ini tetap dapat menghampiri orang dewasa yang belum divaksin, khususnya masyarakat yang tinggal di negara berkembang. Untuk itu, terlepas dari usia Anda, segera dapatkan suntik tetanus jika belum pernah menerimanya sewaktu kecil.

Mengenal jenis-jenis suntik tetanus

Saat ini, ada empat jenis vaksin yang digunakan untuk melindungi dari tetanus, yang semuanya digabungkan dengan vaksin untuk penyakit lain yaitu:

  • Difteri dan tetanus (DT)
  • Difteri, tetanus, dan pertusis (DTaP)
  • Vaksin Tetanus dan difteri (Td)
  • Tetanus, difteri, dan pertusis (Tdap)

Vaksinasi tetanus dianjurkan untuk semua bayi, anak-anak, remaja, dan orang dewasa. DTaP dan DT diberikan kepada anak-anak di bawah usia 7 tahun, sedangkan Tdap dan Td diberikan kepada anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua.

Siapa saja orang dewasa yang perlu suntik tetanus?

Menurut Centers for Disease Control and Preventionvaksin Tdap diperlukan untuk semua orang dewasa berusia 19 dan lebih tua yang tidak pernah menerima vaksin tersebut, terutama:

  • Petugas kesehatan yang memiliki kontak langsung dengan pasien.
  • Perawat bayi di bawah umur 1 tahun, termasuk orangtua, kakek-nenek, dan pengasuh bayi
  • Wanita hamil di trimester ketiga (idealnya berusia 27 sampai 36 minggu), bahkan jika Anda sebelumnya pernah menerima vaksin Tdap; Hal ini dapat melindungi bayi yang baru lahir dari batuk rejan pada bulan-bulan pertama kelahiran.
  • Ibu baru yang belum pernah menerima Tdap —  Tetanus neonatal biasanya berasal dari infeksi saat memutus tali pusat bayi baru lahir.
  • Orang yang bepergian ke negara-negara yang terinfeksi pertusis.

Vaksin Tdap juga diberikan untuk Anda yang mengalami luka parah atau luka bakar dan belum pernah menerima vaksin. Luka parah dan luka bakar juga dapat meningkatkan risiko tetanus.

Vaksin Tdap dapat diberikan setiap saat sepanjang tahun. Hanya satu suntikan yang dibutuhkan dan bisa diberikan vaksinasi lainnya. Vaksin Tdap dapat diberikan tanpa memperhatikan kapan terakhir vaksin Td diberikan. Vaksin Tdap dapat digunakan dengan aman untuk usia 65 tahun ke atas. Agar sistem imun Anda tetap prima dalam melawan tetanus, suntikan booster vaksin Td diperlukan setiap 10 tahun.

Siapa saja orang dewasa yang tidak perlu suntik tetanus?

Anda tidak perlu menerima suntik tetanus jika Anda:

  • Mengalami alergi yang serius terhadap salah satu bahan vaksin sebelumnya.
  • Mengalami koma atau kejang dalam seminggu setelah menerima vaksinasi untuk batuk rejan (seperti DTaP), kecuali vaksin itu bukan penyebabnya; Td bisa digunakan dalam kasus ini.

Jika Anda mengalami salah satu dari berikut ini, konsultasikan dengan dokter Anda apakah vaksin Tdap atau Td tepat untuk Anda:

  • Epilepsi atau masalah sistem saraf lainnya
  • Guillain-Barré syndrome (GBS)
  • Memiliki riwayat pembengkakan parah atau nyeri setelah menerima vaksinasi pertusis, tetanus, atau difteri di masa lalu.

Jika Anda cukup sakit parah, biasanya dokter Anda akan merekomendasikan Anda untuk menunggu vaksinasi setelah Anda sembuh. Menurut CDC, Anda masih bisa mendapatkan suntik tetanus (atau jenis vaksin lainnya) jika Anda memiliki penyakit umum, seperti demam ringan, masuk angin, atau batuk pilek biasa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alasan Mengapa Terjadi Ruam Setelah Anda Menggunakan Parfum

Ruam di kulit setelah memakai parfum pertanda alergi parfum? Jangan terburu-buru mendiagnosis, berikut beberapa penyebab yang mungkin Anda alami.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/03/2020 . 4 menit baca

Apa Saja yang Menyebabkan Anak Sering Muntah?

Gumoh biasa terjadi pada anak dan berbeda dengan muntah-muntah. Penyebab anak sering muntah ini perlu Anda ketahui agar dapat tepat dan cepat mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Gangguan Pencernaan, Health Centers 09/03/2020 . 5 menit baca

Bagaimana Cara Mencegah Alergi pada Bahan Pakaian?

Mencegah alergi bahan pakaian diperlukan supaya Anda terhindar dari rasa tidak nyaman pada kulit Anda, seperti kemerahan dan gatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Hidup Sehat, Tips Sehat 28/01/2020 . 4 menit baca

Cepat-Tanggap Difteri, Ini Langkah Pengobatan Penyakit Difteri yang Tepat

Untuk menghindari komplikasi serius, difteri membutuhkan penanganan medis yang tepat. Seperti apa pengobatan difteri dan obat difteri apa yang efektif?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Hidup Sehat, Tips Sehat 18/12/2019 . 7 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab hidung meler

Beragam Penyebab Hidung Meler Terus Padahal Tidak Sedang Flu

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . 4 menit baca
rejimen obat vaksin covid-19 indonesia

Apa Bedanya Vaksin mRNA dengan Vaksin Biasa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020 . 4 menit baca
vaksin untuk pasien ginjal

Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . 4 menit baca
alergi-buah-kiwi

Alergi Buah Kiwi Cukup Umum Terjadi pada Anak, Apa Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . 6 menit baca