Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda sering merasa ingin menggerak-gerakan kaki atau bagian tubuh lainnya saat sedang bersantai atau tidur, bisa jadi Anda mengalami restless leg syndrome. Kondisi restless leg syndrome atau biasa disebut RLS merupakan gangguan yang berhubungan dengan gerakan atau sensasi di tubuh Anda.

Biasanya, penderita mengalami rasa seperti kesemutan, menggelitik, rasa panas, gatal, atau rasa tidak nyaman pada bagian kaki, bahkan bagian tubuh Anda lainnya. Dengan menggerak-gerakan kaki atau anggota tubuh yang dirasa terkena gangguan, itu akan sedikit mengurangi rasa tidak nyaman yang diderita.

Biasanya, penderita akan mengalami kesuiltan untuk tidur di malam hari, serta mengakibatkan kelelahan siang hari karena kualitas tidur yang terganggu.

Gejala restless leg syndrome

  • Dorongan untuk selalu menggerak-gerakan  bagian tubuh yang dirasa tidak nyaman. Sensasi rasa tidak nyaman akan hilang selama anggota tubuh masih tetap digerak-gerakkan.
  • Rasa tidak nyaman semakin menjadi di kala sedang beristirahat, duduk dalam waktu lama, berkendara atau sedang berpergian dengan pesawat. Bagian tubuh akan mengeluarkan sensasi gatal atau tidak nyaman jika penderita mengistirahatkan tubuhnya.
  • Biasanya, keluhan makin menjadi pada waktu malam hari.

Siapa saja yang bisa terserang restless leg syndrome?

Umumnya, gangguan neurologis ini menyerang wanita hamil dan juga orang yang telah berusia lanjut. Dilansir WebMd, gangguan ini lebih cenderung menyerang wanita, untuk kasus  tingkat anak-anak dan remaja terkadang juga ditemukan gangguan yang menyerang mereka. Orang yang memiliki kondisi pernah diamputasi, dapat terserang restless leg syndrome terutama di bagian yang telah diamputasi.

Apa penyebab restless leg syndrome?

Peneliti menyatakan, penyebab gangguan restless leg syndrome dikarenakan zat kimia di otak, yaitu dopamine, tidak seimbang. Zat ini berfungsi untuk mengontrol motorik dalam otak kita guna menggerakan otot tubuh. Penyebab lainnya juga bisa disimak dibawah ini.

  • Penyakit  

Berdasarkan penelitian, RLS berkaitan dengan orang  yang menderita beberapa penyakit yang terkait dengan gagal ginjal, kerusakan saraf, diabetes, dan penyakit Parkinson. Sensasi restless leg syndrome juga bisa dialami bila tubuh Anda kekurangan zat besi.

  • Faktor keturunan

Peneliti juga mengemukakan bahwa orangtua yang memiliki masalah restless leg syndrome dapat berpotensi menurunkan gangguan kepada anaknya. Umumnya, terjadi jika orangtua telah berusia lanjut.

  • Pengaruh obat-obatan

Bagi Anda yang mengonsumsi obat-obatan dengan jenis seperti antidepresan, methamin (sejenis narkoba), dan obat mual juga dapat mempengaruhi munculnya gangguan restless leg syndrome.

Apakah RLS berbahaya? Bagaimana mengatasinya?

Gangguan ini sering kali berupa kesulitan untuk tidur ataupun tetap berbaring selama tidur. Tentunya keluhan tidur ini harus diatasi karena dapat berdampak buruk pada kesehatan dan kulaitas kehidupan sehari-hari. Kadar risiko yang diterima tergantung pada kualitas istirahat anda sehari-hari.

Cobalah untuk memperbaiki gaya hidup Anda dengan lebih banyak mengonsumsi makanan mengandung zat besi yang terkandung dalam sayur-sayuran, hindari rokok dan alkohol, berjalan-jalan sebentar sebelum tidur lalu pijat bagian tubuh yang terserang. Mulai lakukan meditasi dan yoga, karena stress dapat memperparah RLS Anda. Namun, jika sudah sangat mengganggu, Anda bisa berkonsultasi dan mendapatkan perawatan lebih lanjut dari dokter

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit
obat cacing kremi

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit