Mengenali Ciri-ciri Infeksi Saluran Kencing Pada Pria

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31/01/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi wanita, infeksi saluran kencing mungkin bukan hal yang asing lagi. Namun, meskipun sebagian besar penderita penyakit ini adalah wanita, bukan berarti pria terbebas darinya. Apa saja ciri-ciri infeksi saluran kencing pada pria?

Apa itu infeksi saluran kencing?

Infeksi saluran kencing adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang masuk ke saluran kemih Anda. Biasanya, bakteri dalam saluran kencing ini akan terbuang keluar saat Anda buang air kecil. Namun, jika masih ada yang tersisa, ini bisa memicu infeksi.

Apa saja yang termasuk saluran kemih? Saluran kemih termasuk ginjal, kandung kemih, ureter, dan uretra. Urin dihasilkan di dalam ginjal, kemudian dialirkan ke kandung kemih melalui ureter. Urin kemudian akan dikeluarkan dari kandung kemih lewat uretra. Nah, infeksi saluran kencing biasanya lebih sering terjadi di saluran kencing bagian bawah, yang mencakup kandung kemih dan uretra.

Gejala dan ciri infeksi saluran kencing pada pria

Ciri-ciri infeksi saluran kencing pada pria bisa berbeda-beda, tergantung pada di mana letak infeksinya.

  • Jika infeksi terjadi pada kandung kemih (cystitis), Anda mungkin akan merasakan nyeri setiap mengeluarkan air kencing, dan Anda juga akan buang air kecil lebih sering. Perut bagian bawah Anda mungkin akan terasa nyeri, dan air kencing Anda akan berwarna lebih gelap, mungkin bercampur darah, berbau tidak sedap, dan Anda juga mungkin akan mengalami demam.
  • Jika infeksi terjadi pada ginjal, Anda mungkin akan merasakan nyeri di perut bagian samping, tempat di mana ginjal berada. Anda juga mungkin mengalami demam tinggi, merasa mual, muntah-muntah, dan secara umum tidak enak badan.

Pada pria usia separuh baya, terkadang infeksi saluran kencing tidak menunjukkan gejala apa-apa dalam hal buang air kecil, namun Anda mungkin akan merasa tidak enak badan, disertai rasa bingung atau linglung.

Bagaimana cara mengetahui dengan pasti jika Anda menderita infeksi saluran kencing?

Dokter biasanya akan menekan beberapa bagian perut dan punggung, untuk mengecek apakah Anda merasakan sakit. Jika diagnosis belum bisa ditegakkan, Anda mungkin akan diminta untuk menjalani salah satu tes berikut:

  • Tes urin. Contoh urin Anda akan dikirim ke lab untuk dites dan dicari tahu bakteri apa yang menyebabkan infeksi Anda. Untuk ini, Anda harus buang air kecil ke dalam wadah plastik.
  • Tes darah. Dokter mungkin meminta Anda untuk menjalani tes darah jika Anda mengidap infeksi prostat.
  • Tes pencitraan. Tes ini mungkin dibutuhkan jika infeksi saluran kencing Anda tidak kunjung sembuh, atau jika Anda terkena infeksi ini berkali-kali. Tes pencitraan akan mengambil gambar saluran kencing Anda supaya dokter bisa melihat apakah infeksi Anda berasal dari ginjal. Tes ini juga bisa menunjukkan jika Anda memiliki kerusakan, penyumbatan, atau masalah lain pada saluran kencing Anda.

Tips bagi pria agar tidak terkena infeksi saluran kencing

Untuk mencegah infeksi saluran kencing pada pria, ini yang perlu Anda lakukan:

  • Jangan menahan kencing! Buang air kecil segera saat Anda merasa ingin ke belakang.
  • Minum banyak air. Ini akan membantu Anda buang air kecil lebih sering, untuk menguras bakteri yang ada di saluran kencing Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Dikira Penyakit Gula, Hati-hati Dengan Komplikasi Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus tidak ada hubungannya dengan diabetes melitus. Maka, risiko komplikasi dari diabetes insipidus juga berbeda dengan penyakit gula.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 26/07/2019 . Waktu baca 3 menit

4 Penyebab Vagina Sakit Saat Kencing yang Tidak Boleh Disepelekan (Plus Cara Mengatasinya)

Jangan anggap sepele ketika vagina terasa sakit saat kencing. Segera periksakan ke dokter karena ada banyak penyakit yang menyebabkan kondisi ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 24/06/2019 . Waktu baca 5 menit

Si Kecil Jarang Pipis? Mungkin 3 Kondisi Ini Penyebabnya

Bayi umumnya sering buang air kecil. Jika bayi malah jarang pipis, Anda perlu curiga. Kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh kondisi tertentu. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 22/06/2019 . Waktu baca 3 menit

Panduan Aman Menjalankan Puasa Bebas ISK (Infeksi Saluran Kencing)

Puasa diketahui meningakatkan risiko terkena ISK (infeksi saluran kemih). Lantas, bagaimana cara mencegah ISK saat puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hari Raya, Ramadan 13/05/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengobati isk tanpa antibiotik

Bisakah Infeksi Saluran Kemih Bisa Diobati Tanpa Antibiotik?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 26/06/2020 . Waktu baca 7 menit
infeksi saluran kemih saat hamil

5 Cara Efektif Mencegah Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
cara mencegah infeksi saluran kemih

5 Cara Jitu Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kembali Lagi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 05/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
bahaya infeksi saluran kemih

Apa Bahayanya Jika ISK Tidak Diobati Sampai Tuntas?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 04/11/2019 . Waktu baca 4 menit