Mungkin sebagian besar masyarakat lebih sering mendengar penyakit gula (diabetes mellitus), penyakit jantung koroner, stroke, dan hipertensi.Namun mungkin Anda jarang mendengar penyakit hepatitis yang ternyata juga sama bahayanya seperti penyakit kronis lainnya.

Apa itu hepatitis?

Menurut WHO, hepatitis adalah peradangan yang terjadi pada hati. Hepatitis yang tidak ditangani dengan cepat dan baik, akan berkembang menjadi sirosis dan kanker hati. Banyak hal yang bisa menyebabkan hepatitis, yaitu virus, perilaku seksual, dan mengonsumsi alkohol serta obat-obatan. Hal yang disebut-sebut sebagai penyebab utama dari hepatitis adalah pecandu narkoba atau alkohol dan melakukan hubungan seks yang tidak sehat. Mereka memang merupakan kelompok yang berisiko tinggi untuk terkena hepatitis, namun sebenarnya, semua orang dapat mengalami hepatitis.

Terdapat 5 virus, yaitu virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Ke-5 macam ini harus sangat diperhatikan karena dapat menyebabkan penularan ke orang lain, bahkan kematian.

Hepatitis A

Virus Hepatitis A menyebar melalui fekal-oral, yang dapat menyebabkan gangguan fungsi hati akut. Penyebaran virus hepatitis A terjadi akibat kontaminasi makanan dan air yang kemudian makanan atau air tersebut dikonsumsi oleh orang yang sehat. Penularan dapat terjadi pada orang yang sudah mendapatkan vaksin maupun  pada orang yang belum mendapatkan vaksin. Tidak seperti hepatitis B dan C, hepatitis A tidak menyebabkan gangguan hati kronis dan dapat menyebabkan komplikasi seperti kanker. Namun tetap saja hepatitis A dapat mengganggu fungsi kerja hati dan dapat berakibat fatal.

Hepatitis A biasa disebut sebagai foodborne disease karena perilaku makan dan hidup yang tidak bersih. Pada tahun 1988 diketahui bahwa hepatitis A pernah menjadi penyebab kejadian luar biasa di Shanghai, karena terjadi pada 300ribu jiwa pada satu waktu. Tidak hanya di Shanghai, menurut Kementerian Kesehatan, Hepatitis A juga pernah menyebabkan kejadian luar biasa di Indonesia. Virus hepatitis A tidak hanya menular melalui makan, namun melakukan kontak fisik dengan penderita. Oleh karena hindari pemakaian barang-barang bersama, seperti sikat gigi atau pencukur kumis dan sebagainya.

Hepatitis B

Hepatitis B diderita setidaknya 2 miliar orang di dunia dan 240 juta dari total penderita tersebut mengalami hepatitis B kronis. Menurut South East Asian Region, Indonesia merupakan negara dengan kejadian endemik Hepatitis B tertinggi kedua  setelah Myanmar. HBV dapat bertahan hidup setidaknya 7 hari di luar tubuh manusia, namun pada saat itu virus tetap bisa menginfeksi dan masuk ke dalam tubuh yang belum terlindungi dengan vaksin.

Virus hepatitis B (HBV) menyebar seperti virus HIV, yaitu melalui hubungan seksual, kontak dengan cairan tubuh, seperti air liur. Oleh karena itu, HBV menular 50 hingga 100 kali lebih mudah dibandingkan dengan HIV. Melakukan hubungan seksual adalah hal yang paling mudah untuk menularkan virus ini. Namun, virus ini tidak menular karena pelukan, berpegangan tangan, dan kecupan.

Beberapa penelitian menyatakan bahwa HBV ditemukan juga pada air liur, sehingga ciuman atau bergantian menggunakan sikat gigi yang sama dapat meningkatkan risiko tertularnya penyakit hepatitis B, Selain itu, HBV juga dapat ditularkan dengan adanya kontak dengan darah ke darah, hal ini dapat terjadi pada suatu tindakan medis, seperti transfusi darah, peralatan operasi yang terkena darah si penderita HBV  kemudian dipakai ke orang yang sehat. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) HBV tidak dapat disembuhkan

Pengobatan yang diberikan pada penderita hepatitis B tidak bisa diobati namun hanya bisa untuk menekan pertumbuhan virus di dalam tubuh. Oleh karena itu, penderita yang mengalami penyakit hepatitis B harus melakukan pengobatan seumur hidupnya. Kelompok yang paling rentan terkena hepatitis B adalah bayi yang baru lahir, karena jika ibunya memiliki HBV maka bayi dapat tertular virus hepatitis B dengan mudah.

Hepatitis C

Di dunia terdapat 130 hingga 150 juta jiwa yang mengalami hepatitis C dan 700 ribu jiwa meninggal karena penyakit ini. Sama dengan hepatitis B, penyakit ini juga disebabkan oleh virus yang menyebar dari kontak cairan tubuh dan melakukan hubungan seksual.  Penyakit ini dapat menyebabkan luka pada hati dan kemudian meningkatkan risiko kanker hati. Setidaknya sebanyak 25% orang yang positif memiliki virus HIV, mengalami hepatitis C juga.

Hepatitis D

Hepatitis D merupakan kejadian lanjutan dari hepatitis B. Namun, kejadiannya  tidak sebanyak kejadian penyakit hepatitis B, yaitu hanya sebanyak 15 juta jiwa di dunia. Virus hepatitis D muncul ketika terjadi infeksi serius yang disebabkan oleh HBV. Penyakit ini dapat disebut sebagai penyakit kronis dan akut yang disebabkan oleh replikasi atau pertumbuhan virus hepatitis B yang terlalu banyak. Karena disebabkan oleh virus hepatitis B, maka penularan hepatitis D sama dengan hepatitis B, yaitu dengan kontak cairan pada penderita. Infeksi virus hepatitis D dapat dicegah dengan cara melakukan vaksin anti-hepatitis B.

Hepatitis E

Diketahui bahwa di dunia terdapat 20 juta jiwa yang terkena infeksi virus hepatitis E. Virus hepatitis E juga ditularkan melalui fekal-oral. Kejadian hepatitis E banyak terjadi di daerah Asia dan pernah menyebabkan kejadian luar biasa di Indonesia. Virus biasanya menyebabkan kontaminasi pada air, kemudian air tersebut dikonsumsi oleh orang sehat. Selain itu daging setengah matang dantransfusi darah yang terinfeksi dapat menjadi penyebab kejadian hepatitis E. Infeksi virus hepatitis E terjadi antara 2 hingga 6 minggu setelah terkontaminasi virus.  Hepatitis E dapat dicegah dengan melakukan  perilaku hidup bersih dan sehat, memilih serta mengonsumsi makanan yang dicuci bersih sebelum dimasak, dan mengonsumsinya dalam keadaan matang.

BACA JUGA

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca