home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Waspadai Gejala Hepatitis B, Termasuk yang Kronis dan Akut

Waspadai Gejala Hepatitis B, Termasuk yang Kronis dan Akut

Hepatitis B menular dan disebabkan infeksi virus hepatitis B (HBV). Virus ini dapat berkembang ketika tidak segera ditangani dan memicu kondisi yang cukup mengganggu. Apa saja gejala hepatitis B?

Tanda dan gejala hepatitis B

Virus hepatitis

Umumnya, hepatitis B tidak menunjukkan gejala yang khas, sehingga membuat penyakit hepatitis ini sulit dideteksi secara langsung. Selain itu, hepatitis B yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi hepatitis B kronis yang berlangsung selama lebih dari 6 bulan.

Seiring dengan perkembangan penyakitnya, ciri-ciri hepatitis B yang muncul juga semakin berat. Itu sebabnya, penting untuk mengenali tanda-tanda hepatitis B berdasarkan tingkat keparahan penyakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Gejala hepatitis B akut

Hepatitis B akut adalah infeksi virus bersifat akut yang berlangsung selama kurang dari 6 bulan. Infeksi virus hepatitis akut biasanya tidak menimbulkan gejala dan bisa diatasi dengan perawatan rumahan, seperti beristirahat dan menghindari faktor risiko.

Di lain sisi, infeksi akut ini membuat kebanyakan penderitanya tidak menyadari tubuhnya telah diserang virus. Akibatnya, penyakit ini sulit dideteksi, sehingga tingkat penularannya pun semakin tinggi.

Pada orang yang merasa sakit, gejala hepatitis B akut muncul sekitar 1 – 4 bulan setelah terinfeksi. Namun, tanda dan gejala virus akut ini bervariasi pada setiap orang. Meski begitu, ada beberapa tanda hepatitis B yang perlu Anda waspadai, yakni:

  • kelelahan,
  • kehilangan nafsu makan,
  • nyeri perut,
  • warna urine menjadi gelap seperti teh,
  • perubahan warna feses yang pucat,
  • demam,
  • nyeri sendi,
  • mual atau muntah, dan
  • kulit dan mata yang menguning (penyakit kuning).

Beberapa dari Anda mungkin tidak mengalami gejala, atau bahkan merasa fungsi hati bekerja dengan normal dengan sedikit gangguan. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa gejala hepatitis B akut dapat berkembang menjadi lebih parah.

Gejala hepatitis B kronis

Laki-laki mengalami neyri perut gejala hepatitis

Bila hepatitis B berlangsung lebih dari 6 bulan, ada kemungkinan Anda mengalami hepatitis B kronis. Infeksi hepatitis kronis berpotensi memicu komplikasi serius, seperti sirosis dan kanker hati.

Kebanyakan kasus menunjukkan bahwa bayi yang tertular hepatitis B melalui proses persalinan akan langsung terjangkit hepatitis B kronis. Selain itu, gejala hepatitis B kronis pada bayi juga bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

Sementara itu, ciri-ciri hepatitis B yang muncul juga tergantung pada tingkat kerusakan hati yang terjadi, sehingga biasanya bervariasi. Kondisi kesehatan akibat hepatitis B juga relatif bersifat sedang hingga berat dan mirip dengan infeksi akut, antara lain:

  • kelelahan,
  • sakit perut,
  • pembesaran limpa (splenomegali),
  • nyeri otot dan sendi,
  • ensefalopati,
  • kehilangan nafsu makan,
  • urine berwarna gelap seperti teh,
  • perubahan warna feses menjadi pucat,
  • perut bagian atas membengkak (asites), dan
  • kulit dan mata menguning (penyakit kuning).

Gejala hepatitis B kronis sendiri dapat berlangsung selama beberapa tahun hingga lebih dari 30 tahun. Beberapa orang mungkin mengalami peradangan hati, sedangkan yang lainnya tidak.

Selain itu, peradangan hati dapat berkembang dengan atau tanpa jaringan parut pada hati (fibrosis). Setelah itu, peradangan hati dan fibrosis juga dapat menimbulkan kerusakan hati permanen (gagal hati).

Walaupun mengetahui tengah menderita hepatitis B memang cukup mengganggu, hal ini justru bisa menjadi keuntungan untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin.

Untungnya, kebanyakan pasien hepatitis B kronis dapat bertahan hidup lebih lama dan sehat bila menjalani pengobatan hepatitis sesuai anjuran.

Komplikasi hepatitis B

penyakit hati (liver) hepatitis sirosis

Bila Anda mengalami gejala yang telah disebutkan, segera periksakan diri ke dokter. Pasalnya, hepatitis B yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan kerusakan dan pengerasan hati, meliputi:

  • kanker hati,
  • gagal hati,
  • sirosis hati, dan
  • penyakit lainnya, seperti peradangan pembuluh darah atau anemia.

Pada saat komplikasi terjadi, gejala hepatitis B akan semakin bertambah parah. Ada sejumlah ciri-ciri yang terjadi saat seseorang mengalami komplikasi hepatitis B, antara lain:

  • kehilangan kesadaran hingga koma akibat hati tidak dapat menyaring racun,
  • tekanan darah tinggi hingga menurunkan jumlah sel darah merah,
  • darah sulit membeku dan mudah mengalami perdarahan, dan
  • penyakit kuning akibat hati tidak dapat menyaring zat bilirubin.

Kapan saya harus ke dokter?

Bila Anda mengalami sejumlah gejala hepatitis B yang telah disebutkan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter, terutama ketika mengalami tanda-tanda berupa:

  • penyakit kuning,
  • perut membengkak akibat penumpukan cairan (asites), serta
  • muntah dan diare.

Gejala yang parah biasanya menandakan bahwa pemeriksaan fungsi hati, seperti tes darah dan tes HBsAg perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan hati permanen.

Perlu diingat pula bahwa penyakit liver dapat ditangani bila didiagnosis sejak dini dan dipantau secara teratur.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat sesuai kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hepatitis B. (2019). World Health Organization. Retrieved 24 October 2019, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b 

Burns, G. S., & Thompson, A. J. (2014). Viral hepatitis B: clinical and epidemiological characteristics. Cold Spring Harbor perspectives in medicine, 4(12), a024935. https://doi.org/10.1101/cshperspect.a024935. Retrieved 24 October 2019. 

Viral Hepatitis B. (n.d). John Hopkins Medicine. Retrieved 24 October 2019, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/hepatitis/viral-hepatitis-b 

Hepatitis B Questions and Answers for The Public. (2020). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved 28 December 2020, from https://www.cdc.gov/hepatitis/hbv/bfaq.htm 

Acute vs. Chronic Hepatitis B. (2020). Hepatitis B Foundation. Retrieved 28 December 2020, from https://www.hepb.org/what-is-hepatitis-b/what-is-hepb/acute-vs-chronic/ 

How to Talk to Your Doctor About HEP B in 5 Minutes. (2019). Hepatitis B Foundation. Retrieved 28 December 2020, from https://www.hepb.org/blog/talk-doctor-hep-b-5-minutes/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 14/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x