home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Waspada, Inilah Macam-Macam Gejala Hepatitis A

Waspada, Inilah Macam-Macam Gejala Hepatitis A

Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV). Peradangan ini dapat mengganggu fungsi hati dalam menghambat produksi empedu hingga penyaringan racun. Akibatnya, tubuh akan mengalami sejumlah gejala hepatitis A.

Tanda-tanda dan gejala hepatitis A

pantangan bagi penderita hepatitis

Hepatitis A adalah salah satu penyakit hepatitis yang paling sering terjadi di seluruh dunia, baik dengan tanda-tanda maupun tanpa gejala. Penularan virus hepatitis A umumnya terjadi ketika seseorang mengonsumsi air atau makanan yang terkontaminasi virus.

Seseorang juga bisa mengalami tanda-tanda hepatitis A melalui berhubungan seks dengan penderita hepatitis, meskipun mereka tidak menunjukka tanda-tanda apa pun.

Oleh sebab itu, mengenali ciri-ciri dari hepatitis A penting untuk membantu Anda menentukan langkah pengobatan apa yang perlu dilakukan. Berikut ini ada beberapa tahap yang terjadi saat gejala hepatitis A muncul.

Tahap 1

Awalnya, virus hepatitis A yang masuk ke dalam hati belum berkembang biak. Periode inkubasi virus ini bisa berlangsung selama 14-28 hari, sehingga mungkin belum ada gejala yang muncul.

Walaupun belum mengalami gejala, Anda bisa menularkan virus ini kepada orang lain.

Tahap 2

Tahap selanjutnya dari gejala hepatitis A biasanya berlangsung selama 10 hari. Pada tahap ini ada beragam masalah kesehatan yang mirip dengan gejala flu, meliputi:

  • demam ringan hingga mencapai 39,5° Celsius,
  • tenggorokan kering,
  • bersin-bersin,
  • warna urine menjadi gelap,
  • kehilangan nafsu makan,
  • penurunan berat badan,
  • kelelahan,
  • perubahan tekstur dan warna feses,
  • nyeri otot dan sendi, serta
  • sakit perut.

Tahap 3

Mata kuning gejala hepatitis

Pada tahap tiga, gejala hepatitis A akan berlangsung lebih lama, yaitu selama 1 hingga 3 minggu. Pada beberapa kasus, tanda-tanda hepatitis justru bisa berlangsung hingga 12 minggu.

Selain itu, ciri-ciri hepatitis A yang menyerupai tanda flu pun juga mulai mereda dan digantikan dengan gangguan kesehatan seperti:

  • kulit dan selaput mata menguning (penyakit kuning),
  • perubahan warna urine menjadi pekat dan gelap,
  • pembesaran limpa,
  • gatal pada kulit, serta
  • pembengkakan pada liver (hepatomegali).

Tahap 4

Terakhir adalah tahap empat, yaitu ketika infeksi virus mulai berhenti dan tubuh pun mulai pulih. Dalam waktu beberapa bulan, tanda-tanda hepatitis A yang dialami sebelumnya akan mulai membaik.

Kabar baiknya, tubuh akan membentuk antibodi setelah sembuh total, sehingga lebih kebal terhadap serangan infeksi virus hepatitis A. Meski begitu, tanda-tanda hepatitis A bisa kambuh kembali dan menyebabkan komplikasi, seperti sirosis hati dan kanker hati.

Siapa saja yang sering mengalami gejala hepatitis A?

Sakit autoimun penyebab hepatitis

Dilansir dari American Family Physician, risiko kemunculan gejala penyakit hepatitis jenis ini akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Kebanyakan anak di bawah 6 tahun mungkin tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat menularkannya kepada orang lain, terutama lewat transmisi fekal-oral (partikel feses satu orang berpindah ke mulut orang lain).

Selain itu, gejala yang lebih parah dan dampak kesehatan yang lebih serius lebih sering dialami kelompok yang lebih tua.

Kapan perlu periksa ke dokter?

Setiap orang yang mengalami hepatitis A biasanya akan mengalami gejala dalam durasi yang berbeda-beda. Ciri-ciri hepatitis A yang ringan umumnya berlangsung selama 1 – 2 minggu.

Sebagian besar orang akan membaik setelah 3 minggu masa infeksi dimulai. Namun, beberapa kasus infeksi HAV yang parah dapat menimbulkan gejala selama 3 – 9 bulan.

Itu sebabnya, Anda perlu langsung berkonsultasi ke dokter ketika mengalami gejala yang telah disebutkan, terlebih bila Anda mengalami beberapa kondisi seperti:

  • adanya perubahan gejala secara bertahap,
  • gejala muncul selama 2 minggu atau lebih,
  • setelah bepergian dari tempat yang mengalami hepatitis A,
  • tinggal atau berinteraksi dengan penderita hepatitis A, serta
  • berhubungan seks dengan penderita hepatitis.

Mengenali ciri-ciri hepatitis A dengan baik dapat membantu proses pengobatan hepatitis. Hal ini dikarenakan diagnosis hepatitis A akan bergantung pada gejala yang dialami.

Dokter biasanya akan menyarankan untuk menjalani tes darah untuk mendeteksi keberadaan virus hepatitis dalam tubuh. Oleh karena itu, terus tingkatkan kewaspadaan jika Anda sadar sering berinteraksi dengan pasien hepatitis A.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hepatitis A. (2019). World Health Organization. Retrieved 10 October 2019, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a 

Hepatitis A. (n.d). British Liver Trust. Retrieved 10 October 2019, from https://britishlivertrust.org.uk/information-and-support/living-with-a-liver-condition/liver-conditions/hepatitis-a/ 

Hepatitis A Questions & Answers for The Public. (2020). Centers for Diseases Control and Prevention. Retrieved 28 December 2020, from https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/afaq.htm 

Matheny, S., & Kingery, J. (2012). Hepatitis A. American Family Physician, 86(11), 1027-1034. Retrieved 28 December 2020, from https://www.aafp.org/afp/2012/1201/p1027.html.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 28/12/2020
x