home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hindari Berbagai Cara dan Risiko Penularan Hepatitis A Berikut Ini

Hindari Berbagai Cara dan Risiko Penularan Hepatitis A Berikut Ini

Hepatitis A merupakan penyakit hati menular yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Cara penularan hepatitis A dari satu orang ke orang lain sangat mudah karena sifat virusnya yang cukup adaptif terhadap kondisi lingkungan.

Penyakit ini bisa terjadi secara ringan yang akan sembuh dalam beberapa minggu, tetapi bisa juga terjadi secara parah dan baru akan sembuh setelah beberapa bulan. Akan tetapi, dibandingkan dengan jenis hepatitis lain, hepatitis A merupakan tipe teringan.

Cara penularan hepatitis A

Dalam kondisi baik, virus hepatitis A (HAV) bertahan hidup di lingkungan selama berbulan-bulan, terutama pada kondisi tingkat pH yang rendah dan bertemperatur rendah. Berikut cara-cara Anda dapat terinfeksi hepatitis A.

1. Penularan hepatitis A melalui kontak langsung

Dalam kebanyakan kasus, virus hepatitis A dapat berpindah langsung ketika seseorang melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Termasuk secara anal maupun oral.

Diluar hubungan seksual, interaksi secara langsung dengan penderita hepatitis A memang tidak akan menularkan virus hepatitis A.

Dalam penelitian yang dirangkum Clinical Microbiology Review, terdapat 25% kasus penularan hepatitis A yang diduga karena tinggal satu atap dengan orang yang terinfeksi. Dalam kondisi ini, anak-anak menjadi kelompok paling rentan untuk terinfeksi HAV.

Penyebaran virus dapat terjadi ketika seseorang yang sudah terinfeksi tidak mencuci tangannya dengan baik setelah pergi dari kamar mandi, lalu menyentuh benda-benda lain, makanan, dan minuman.

Begitupun dengan orang yang merawat anaK yang terjangkit hepatitis A, namun tidak mencuci tangan ketika mengganti popok atau membersihkan kotorannya.

2. Penularan hepatitis A dari makanan atau minuman

Hepatitis A biasanya menyebar saat virus hepatitis A masuk ke mulut (fecal oral) melalui makanan, atau minuman yang sudah terkontaminasi oleh feses yang mengandung VHA.

Makanan dan minuman yang paling sering jadi sasaran virus hepatitis A adalah buah, sayur, kerang-kerangan, es, dan air.

Penularan hepatitis A bisa melalui konsumsi minuman dan makanan (termasuk makanan beku atau makanan yang belum sepenuhnya matang) merupakan penyebab utama menyebarnya virus hepatitis A di negara berkembang.

Selanjutanya penularan hepatitis A berkembang menjadi epidemi yang menjangkit banyak penduduk. Hal ini disebabkan karena kualitas kebersihan lingkungan yang buruk.

Seperti sistem sanitasi yang kurang bersih, pengolahan makanan yang tidak higienis, dan kurangnya penerapan perilaku bersih dan sehat dalam kebiasaan sehari-hari.

Bolehkah mendonorkan darah?

Jika seseorang dengan riwayat Hepatitis A tidak memiliki gejala biasanya orang itu masih tetap bisa mendonorkan darah. Hal ini turut disampaikan oleh badan pengawas obat-obatan di Amerika Serikat FDA bahwa penularan hepatitis A tidak terjadi melalui transfusi darah.

Meskipun demikian organisasi pelayanan donor darah seperti JPAC menetapkan aturan bagi orang terinfeksi HAV untuk menunggu selama 6 bulan setelah masa pemulihan untuk bisa mendonorkan darah.

Aturan ini diberlakukan sebab masih terdapat risiko penularan hepatitis A melalui transfusi darah meskipun presentasenya minim.

3. Penularan hepatitis A melalui sumber air

Meskipun jarang terjadi, sumber air yang mengalir juga dapat menjadi medium penularan hepatitis A, seperti sungai yang tercemar oleh limbah rumah tangga yang mengandung virus hepatitis A.

Pencemaran air sungai terjadi akibat pengelolaan sistem sanitasi yang buruk.

Yang membahayakan adalah ketika air sungai tersebut tidak diolah dengan baik dan kemudian digunakan sebagai sumber air bersih untuk kebutuhah sehari-hari.

Penularan hepatitis A akan semakin meluas ketika air sungai yang terkontaminasi masuk ke dalam tanah dan ikut mencemarkan air tanah yang juga menjadi sumber air bersih untuk masyarakat.

Orang-orang yang paling berisiko

Meskipun semua orang bisa saja terkena hepatitis A, penularan hepatitis A bisa lebih berisiko terjadi pada sekelompok orang. Berikut berbagai kondisinya.

  • Orang yang tinggal atau berkunjung ke negara yang di mana banyak terjadi hepatitis A.
  • Laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki.
  • Orang yang memakai obat-obatan terlarang, termasuk yang memakai jarum suntik atau tidak.
  • Mengidap penyakit penggumpalan darah, contohnya hemofilia.
  • Tinggal bersama orang yang mengidap hepatitis A.
  • Tinggal di daerah yang airnya tidak bersih.
  • Melakukan hubungan seksual secara oral-anal dengan orang yang mengidap hepatitis A.

Yang harus dilakukan bila sudah tereskpos virus hepatitis A

Penularan penyakit ini seringkali berlangsung tanpa disadari. Apalagi, pengidap hepatitis A umumnya tidak memperlihatkan gejala atau gangguan kesehatan tertentu sekalipun telah terinfeksi.

Namun demikian, ketika Anda mengetahui telah terpapar virus hepatitis A belum pernah mendapatkan vaksin hepatitis A sebelumnya, Anda tak perlu panik.

Meskipun tidak ada pengobatan khusus untuk hepatitis A, infeksi virus hepatitis A sebenarnya dapat berhenti dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Cobalah untuk tetap melakukan perawatan sederhana, terlebih ketika gejala muncul, dengan banyak beritirahat dan meningkatkan konsumsi makanan bernutrisi.

Setelah sembuh, tubuh akan membentuk antibodi yang melindungi Anda dari infeksi virus hepatitis A pada kemudian hari.

Pemberian vaksin

Anda juga bisa mendapatkan pengobatan immunoglobulin yang diberikan oleh dokter dalam jangka waktu 2 minggu pertama setelah Anda terekspos oleh virus hepatitis A.

Akan tetapi, konsultasikan dulu dengan dokter Anda karena dokter akan menentukan pengobatan hepatitis A yang tepat untuk Anda dengan penyesuaian umur dan keadaan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Selain itu, selama masih terinfeksi usahakan untuk menjaga kebersihan diri sekaligus lingkungan tempat tinggal agar tidak menyebabkan penularan hepatitis A lebih jauh.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hepatitis Questions and Answers for the Public. http://www.cdc.gov/hepatitis/hav/afaq.htm. Diakses pada 18 Oktober 2019.

Hepatitis A. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs328/en/ Diakses pada 18 Oktober 2019.

Is Hepatitis A Contagious? http://www.medicinenet.com/is_hepatitis_a_contagious/page2.htm Diakses pada 18 Oktober 2019.

Diagnosis of Hepatitis A Virus Infection: a Molecular Approach. https://cmr.asm.org/content/cmr/19/1/63.full.pdf. Diakses pada 18 Oktober 2019.

Hepatitis A. http://www.paho.org/immunization-toolkit/spanish/wp-content/uploads/2017/05/Chapter8-Hepatitis-A.pdf. Diakses pada 18 Oktober 2019.

Hepatitis A. https://www.transfusionguidelines.org/dsg/bm/guidelines/he014-hepatitis-a. Diakses pada 24 Oktober 2019.

Requalification of Donors Previously Deferred for a History of Viral Hepatitis after the 11th Birthday. https://www.fda.gov/media/107384/download. Diakses pada 18 Oktober 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 16/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x