Benarkah Temulawak Bisa Dijadikan Obat Hepatitis?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15 April 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Penderita hepatitis memerlukan pengobatan yang tepat untuk mencegah penyakit yang dialami semakin parah. Temulawak merupakan salah satu tanaman obat yang disebut dapat membantu mengatasi hepatitis. Simak ulasan berikut untuk mengetahui alasan rempah ini bisa digunakan sebagai obat alami hepatitis.

Berbagai kandungan dalam temulawak

Temulawak atau curcuma xanthorrhiza merupakan tanaman obat yang sudah lama dikenal di Indonesia. Tanaman ini memiliki beragam manfaat sebagai obat alami yang sudah digunakan oleh nenek moyang secara turun temurun.

Umumnya, bagian rimpang temulawak (batang yang terletak di bawah tanah) yang kerap dijadikan sebagai bahan obat-obatan tersebut. Pada bagian ini, temulawak mengandung berbagai zat yang dinilai berkhasiat untuk kesehatan manusia, termasuk sebagai obat berbagai penyakit, seperti hepatitis.

Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, rimpang temulawak mengandung 13,98% kadar air, 3,81% kadar minyak atsiri, 41,45% pati, 12,62% serta, 4,62% abu, 0,56% abu tak larut asam, 9,48% sari dalam alkohol, 10,9% sari dalam air, serta 2,29% kadar kurkumin.

Khasiat temulawak sebagai obat hepatitis

Hepatitis merupakan penyakit yang ditandai adanya peradangan di bagian hati manusia. Penyakit ini terjadi karena adanya infeksi virus, yang disebabkan oleh 3 virus berbeda, yaitu hepatitis A, B, dan C. Namun, hepatitis juga bisa terjadi karena konsumsi alkohol, narkoba, atau kondisi medis tertentu.  

Setiap jenis hepatitis, baik A, B, atau C, memerlukan pengobatan yang berbeda-beda. Biasanya, penderita hepatitis A hanya memerlukan istirahat karena ini merupakan penyakit jangka pendek. Sementara itu, hepatitis B dan hepatitis C tergolong hepatitis akut, sehingga memerlukan perawatan atau pengobatan khusus.

Pada pengobatan tradisional, temulawak bisa menjadi pilihan untuk mengobati hepatitis. Temulawak memiliki khasiat yang baik sebagai antioksidan dan antiinflmasi pada tubuh manusia.

Selain itu, temulawak mengandung kurkumin di dalamnya. Komponen kurkumin ini yang memberikan warna kuning di temulawak. Pada pengobatan hepatitis, kurkumin berperan sebagai pelindung terhadap hati atau disebut juga dengan hepatoprotektor. Mekanisme hepatoprotektif pada temulawak terjadi karena efek kurkumin sebagai antioksidan.

Sebagai antioksidan, kurkumin dapat melawan radikal bebas yang didapat dari hasil sampingan pada peradangan di hati. Dengan demikian, antioksidan ini dapat mencegah kerusakan sel hati semakin parah.

Selain itu, pada penderita hepatitis B, kurkumin juga bisa menghambat ekspresi gen dan replikasi virus hepatitis B. Pasalnya, pada penderita hepatitis B, virus yang menginfeksinya akan melakukan ekspresi gen dan perkembangbiakan. Dengan demikian, penderita hepatitis B bisa terhindar dari penyakit hati yang lebih parah melalui obat temulawak ini.

Cara mengonsumsi temulawak sebagai obat hepatitis

Biasanya temulawak dijadikan jamu untuk dikonsumsi. Meski demikian, sebaiknya penderita hepatitis tetap berkonsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi temulawak sebagai obat alami.

Untuk mengonsumsi temulawak sebagai obat alami, Anda bisa mengikuti langkah di bawah ini:

  • Siapkan dua batang rimpang temulawak, cuci bersih dan kupas.
  • Potong-potong rimpang temulawak dan rebus bersama dengan 1/2 liter air.
  • Tambahkan gula aren sesuai selera.
  • Rebus hingga air berkurang setengahnya dan ramuan jamu temulawak siap diminum.
  • Minumlah ramuan ini dua kali sehari untuk hasil yang optimal.

Habis Minum Minuman Beralkohol?

Ukur berapa kadar alkohol dalam darahmu sekarang!

Hitung di Sini!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Obat untuk Mengatasi Hepatitis

Selain beristirahat dan mencukupi asupan cairan, pasien hepatitis kronis juga perlu mengonsumsi obat-obatan. Apa saja obat hepatitis yang tersedia?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenali Cara Penularan Hepatitis Demi Upaya Pencegahan yang Efektif

Ada beberapa perilaku tertentu yang meningkatkan risiko Anda terhadap penularan hepatitis virus. Apa saja, dan bagaimana bisa menghindarinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

2 Jenis Hepatitis Berdasarkan Penyebabnya, Apa Saja?

Hepatitis mengacu pada peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus. Namun, ada juga jenis hepatitis yang tidak disebabkan infeksi virus.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Penyakit Hepatitis

Penyakit hepatitis adalah salah satu ancaman kesehatan utama di dunia. Ketahuai apa saja penyebab, gejala, dan pengobatannya pada artikel berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 6 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Obat hepatitis C dan pengobatan hepatitis C

Pilihan Obat dan Penanganan yang Efektif Menyembuhkan Hepatitis C

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Keamanan Vaksin COVID-19

Informasi Seputar Vaksin Hepatitis Berdasarkan Jenis Virusnya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
ilustrasi jenis virus hepatitis

Jenis-Jenis Virus Hepatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 17 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Hepatitis D

Hepatitis D

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit