Begini Cara Kerokan yang Benar dan Aman

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/09/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Istilah “pengobatan” kerokan mungkin cuma ada di Indonesia. Cara ini adalah sebuah solusi yang katanya ampuh mengatasi “masuk angin”. Ketika badan kita dikerok (biasanya dari leher ke pinggang) akan ada warna merah yang terlihat sebagai tanda kalau “anginnya keluar”.

Dilansir Kompas.com, makin pekat warna merahnya, tandanya angin yang masuk ke dalam tubuh itu jumlahnya banyak. Sayangnya menurut dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Saptawati Bardosono, warna merah yang timbul adalah tanda pembuluh darah halus (kapiler) di bawah permukaan kulit yang pecah akibat kerokan. Maka itulah terlihat jejak merah di tempat yang dikerok.

Sayangnya sampai saat ini, banyak kalangan dari dunia pendidikan medis tidak meyakini bahwa kerokan itu mujarab bagi kesehatan.

“Di negara-negara barat, kerokan sama sekali tidak dikenal,” tutur Saptawati.

Namun, menurut Mulyadi, dokter dari Klinik Medizone, secara medis, kerokan adalah salah satu metode memperlebar pembuluh darah tepi yang menutup (vasokonstriksi) menjadi lebih lebar.

“Ini tidak berbahaya, asal tidak menjadi kebutuhan primer. Jika terus-terusan kerokan, pembuluh darah kecil dan halus yang akan pecah jadi banyak,” kata Mulyadi.

Masih menurut Mulyadi, kerokan membuat penderita masuk angin merasa nyaman karena tubuh melepas hormon endofin dalam taraf normal. Secara ilmiah, menurutnya, kerokan terbukti mampu mengobati gejala masuk angin atau sindroma angin yang memiliki gejala nyeri otot atau mialga.

“Prinsip kerokan tidak jauh beda dengan akunpunktur yang menancapkan jarum ke dalam tubuh. Prinsip kerokan adalah meningkatkan temperatur dan energi pada tubuh yang dikerok. Peningkatan energi ini dilakukan melalui perangsangan kulit tubuh bagian luar,” paparnya.

Teknik kerokan yang benar

Masih berdasarkan laporan Kompas.com, bila kerokan diterapkan dengan benar, tubuh akan terasa segar dan fit setelah kerokan.

“Kerokan itu masih digunakan sampai sekarang, karena mau tidak mau ada beberapa penyakit ringan yang memang bisa disembuhkan hanya dengan pengobatan tradisional,” tutur Mien Rogi, Treatment Developer Martha Tilaar Day Spa.

Akan tetapi, menurutnya kerokan tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus dengan benar, ada cara, dan tekniknya sendiri. Tentu saja Anda bisa meminta teman, ibu, bapak, kakak, adik, tukang pijat, atau bahkan pasangan Anda untuk membantu Anda kerokan. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Siapkan koin atau uang logam yang ujungnya tidak tajam, seperti uang koin Rp1.000,-.
  2. Gunakan minyak zaitun sebagai dasar untuk pengerokan di tubuh.
  3. Lakukan kerokan di samping tulang, tepatnya di sendi-sendi dekat tulang. Tidak dianjurkan mengerok tepat di atas tulang.
  4. Lakukan kerokan dari atas ke bawah.
  5. Jangan pernah mengerok bagian tulang punggung, karena bisa membahayakan kesehatan Anda.
  6. Setelah selesai kerokan, usapkan bagian punggung dengan minyak angin agar badan lebih hangat.
  7. Mandi esok harinya setelah suhu badan kembali normal, jangan langsung mandi setelah kerokan.

Bila Anda merasa lebih baik setelah kerokan, berarti Anda sudah kerokan dengan benar. Akan tetapi, kalau kondisi Anda memburuk atau Anda masih sakit, ada baiknya Anda periksakan diri ke dokter.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

    Saat ini hampir semua tempat makanan atau minuman terbuat dari wadah plastik. Namun, sebelum menggunakannya, ketahui dulu kode dari masing-masing wadah.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

    Ada yang bilang kita sudah tak boleh minum air yang disimpan dalam botol plastik hangat. Misalnya karena ditinggal di mobil seharian. Benarkah demikian?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

    Anda pasti tahu mengayuh sepeda tentunya lebih sehat dibanding naik mobil. Tapi, apa sebenarnya manfaat bersepeda bagi kesehatan tubuh kita?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    tidak puas dengan pekerjaan berbahaya bagi kesehatan

    Tidak Menikmati Pekerjaan di Masa Muda, Bisa Membahayakan Kesehatan di Masa Depan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    bercak darah saat tidak sedang haid

    Ada Bercak Darah Saat Tidak Sedang Haid? Ini Penyebabnya

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit
    Konten Bersponsor
    foto orang yang merawat anggota keluarga yang terkena penyakit kronis; saat mengasuh, penting untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis

    Tips Jaga Diri Saat Merawat Orang Sakit Kronis di Masa Pandemi

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    mengusir biang keringat

    3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit