Bahaya Kesehatan Akibat Polusi Udara di Luar dan di Dalam Ruangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/06/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

WHO sebagai Badan Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan, setidaknya seperempat dari seluruh kematian anak usia di bawah 5 tahun disebabkan oleh polusi udara yang buruk. Bahaya polusi udara yang buruk tersebut antara lain memengaruhi kualitas kebersihan air dan udara, di mana keduanya merupakan unsur penting kebutuhan pokok hidup manusia.

Apa itu polusi udara?

Polusi udara atau udara yang tercemar, merupakan salah satu hasil dari pengaruh unsur zat yang terbakar. Zat tersebut bisa berupa zat fisik, kimia, atau biologi yang tebakar di atmosfer (lapisan gas yang menyelimuti bumi). Nah, terbakarnya zat-zat tersebut, efeknya dapat membahayakan kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya di bumi.

Polusi udara ini dihasilkan oleh dampak pemakaian kendaraan, limbah udara industri, atau gas sisa pembakaran zat yang digunakan demi kepentingan manusia.

Bagaimana bahaya polusi udara memengaruhi kesehatan?

Bahaya polusi udara terhadap kesehatan manusia nyatanya sangat kompleks. Masalahnya, dari sumber polusi yang terhirup, dampak dan gangguan kesehatannya akan berbeda pula satu sama lain. Bahayanya antara lain, dapat memengaruhi sistem pernapasan (paru-paru), dan sistem peredaran darah tubuh, seperti diare, malaria, dan radang paru atau pneumonia.

Margaret Chan, sebagai Dirjen WHO menyatakan, polusi udara merupakan salah satu bahaya mematikan bagi manusia, khususnya anak-anak. Anak-anak, pada dasarnya belum punya sistem kekebalan tubuh yang kuat. Selain itu, saluran napas yang pendek, memudahkan mereka untuk menerima dampak dari bahaya polusi udara itu sendiri.

Sebetulnya, janin yang sedang dikandung saja sudah bisa terkena paparan polusi udara yang dihirup. Paparan udara yang buruk ini, akan berlanjut hingga usia anak-anak. Tidak jarang, sakit pernapasan seseorang sudah terdeteksi sedari bayi, contohnya seperti radang paru-paru dan asma. Paparan polusi yang akut, dapat menyebabkan respon paru terhadap udara bersih jadi berkurang, dan akhirnya menghambat jalannya udara yang masuk.

Selain itu, senyawa karbon monoksida yang dihasilkan polusi udara, mampu memengaruhi kadar oksigen dalam darah, di mana oksigen penting untuk melancarkan peredaran darah menuju jantung hingga sistem saraf seluruh tubuh. Akibatnya, manusia masa kini rentan terhadap kerusakan sumsum tulang, rusaknya fungsi, ginjal dan juga saraf. Intensitas dan lamanya waktu terkena paparan polusi udara, juga berpengaruh terhadap tingkat bahaya kesehatan yang diterima.

Polusi udara tidak hanya di luar saja, tetapi bisa dihasilkan dari dalam ruangan juga

Mungkin selama ini, Anda mengira kalau polusi udara hanya ada di jalan raya atau di ruang terbuka pada luar rumah Anda. Nyatanya, bahaya polusi udara dari dalam rumah bisa 5 kali lebih tinggi untuk dihasilkan. Beberapa contohnya adalah asap pemakaian kayu bakar ketika masak, kotoran kasur yang terhirup ketika tidur, penggunaan produk rumah tangga (semprotan berbahan gas, lem, cat warna) yang terbuat dari bahan kimia, asap rokok, dan ketika Anda suka memanaskan kendaraan di dalam rumah.

Bahaya polusi dari rumah tangga seperti di atas, rentan diterima oleh anak-anak karena mereka adalah kelompok yang banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Terlebih lagi, jika emisi karbon yang dihasilkan tinggi dan ventilasi rumah yang buruk, hal tersebut sangat memengaruhi kualitas udara dalam ruangan.

Cara mengurangi bahaya polusi udara

Mungkin akan sulit untuk menutup pabrik, atau tidak menggunakan kendaraan umum sehari-hari. Dengan begitu, bukan berarti Anda menjadi sama sekali tidak bisa mengurangi polusi udara. Berikut ini, merupakan langkah kecil untuk dicoba, yang akan membawa perubahan besar untuk kesehatan dalam mengurangi polusi udara yang dihasilkan:

  • Hindari merokok di dalam rumah (lebih baik untuk tidak merokok sama sekali)
  • Atur ventilasi rumah dengan baik, seperti adanya cerobong asap untuk masak di dalam rumah
  • Bersihkan karpet, kasur, dan sofa dari debu secara rutin
  • Gunakan AC dengan tekonologi penyaring udara
  • Jangan simpan sampah terlalu lama di dalam rumah
  • Uji emisi karbon kendaraan Anda secara rutin
  • Kurangi pemakaian kendaraan bermotor, gunakan sepeda atau transportasi publik
  • Hindari membakar sampah atau menyiram jalanan dengan air selokan
  • Kurangi pemakaian produk rumah tangga berbahan gas semprot

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 menit baca

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2020 . 6 menit baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
cara cuci tangan dengan benar

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 4 menit baca
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca