Keracunan Karbon Monoksida

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu keracunan karbon monoksida?

Keracunan karbon monoksida adalah kondisi di mana seseorang mengalami keracunan akibat terlalu banyak menghirup karbon monoksida.

Ketika terlalu banyak karbon monoksida di udara, tubuh Anda menggantikan oksigen dalam sel darah merah dengan karbon monoksida. Ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang serius, atau bahkan kematian. 

Karbon monoksida (CO) sendiri adalah gas beracun, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mengiritasi kulit dan mata, namun sangat berbahaya. Gas ini dihasilkan dari pembakaran gas, minyak, petrol, bahan bakar padat atau kayu. 

CO dalam udara dapat dihirup dan diserap dengan mudah ke dalam paru-paru. Dibandingkan oksigen, CO lebih mudah berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah, menyebabkan jaringan tubuh menjadi kekurangan oksigen.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Keracunan CO dapat terjadi pada siapapun. Namun, pekerja di pabrik yang tertutup, area-area yang rawan api, bayi, lansia, orang-orang dengan penyakit jantung kronis, anemia, atau sesak napas (dyspnea) memiliki risiko lebih tinggi untuk keracunan CO.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala keracunan karbon monoksida?

Gejala-gejala yang umum dari keracunan CO sering mirip dengan penyakit lain, seperti:

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Pusing
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Nyeri di dada
  • Sesak napas
  • Mata buram

Gejala lain yang disebabkan keracunan ini termasuk rasa kantuk, pingsan, dan koma. Keracunan karbon monoksida akut dapat berujung pada kematian. 

Kematian yang terjadi akibat keracunan CO adalah semacam kematian yang tidak disadari, karena pasien dapat sewaktu-waktu meninggal pada saat tidur atau mabuk tanpa adanya gejala apapun.

Mungkin ada gejala-gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala, konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala-gejala seperti di atas, atau memiliki pertanyaan dan kekhawatiran, konsultasikanlah kepada dokter.

Kondisi dan gejala keracunan dapat berbeda pada setiap orang. Selalu diskusikan dengan dokter Anda untuk dirujuk ke metode diagnostik dan pengobatan terbaik untuk Anda.

Penyebab

Apa penyebab keracunan karbon monoksida?

Karbon monoksida diproduksi saat bahan bakar tidak terbakar dengan sempurna. Tubuh Anda akan lebih mudah untuk menyerap karbon dioksida dibanding oksigen, terlebih saat kadar karbon dioksida di udara terlalu tinggi. 

Faktor ini dapat mempercepat proses keracunan karbon monoksida. Sumber emisi karbon monoksida utamanya termasuk:

  • Tungku pembakaran
  • Asap pembuangan kendaraan bermotor
  • Kompor kayu
  • Pemanas yang menggunakan kerosene
  • Gas
  • Terlalu banyak menghirup asap dari api juga dapat menyebabkan keracunan karbon monoksida.

Berbagai peralatan dan mesin pembakaran bahan bakar menghasilkan karbon monoksida. Jumlah karbon monoksida yang dihasilkan oleh sumber-sumber ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan. 

Namun, jika digunakan di ruang tertutup atau tertutup sebagian, misalnya memanggang arang di dalam ruangan, CO dapat berkembang ke tingkat yang berbahaya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk keracunan karbon monoksida?

Dikutip dari Mayo Clinic, paparan karbon monoksida dapat menjadi bahaya untuk:

  • Bayi yang belum lahir. Sel darah janin menyerap karbon monoksida lebih mudah daripada sel darah orang dewasa. Hal ini membuat bayi yang belum lahir lebih rentan terhadap risiko keracunan karbon monoksida. 
  • Anak-anak. Anak-anak kecil bernapas lebih sering daripada orang dewasa, yang membuat mereka lebih rentan keracunan karbon monoksida. 
  • Orang tua. Orang tua yang mengalami keracunan karbon monoksida mungkin cenderung mengalami kerusakan otak. 
  • Orang dengan penyakit jantung kronis. Orang dengan riwayat anemia dan masalah pernapasan juga memiliki kecenderungan sakit jika terpapar atau keracunan CO.
  • Mereka yang keracunan CO dan mengalami kehilangan kesadaraan. Kehilangan kesadaran menunjukkan paparan yang lebih parah. 

Komplikasi

Komplikasi apa yang mungkin saya alami jika keracunan karbon monoksida?

Tergantung dari seberapa banyak dan seberapa lama Anda terpapar, keracunan CO dapat mengakibatkan:

  • Kerusakan otak permanen
  • Kerusakan pada jantung, kemungkinan mengarah pada komplikasi jantung yang mengancam jiwa
  • Kematian atau keguguran.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk keracunan karbon monoksida?

Untuk mengobati keracunan CO, segeralah evakuasi korban dari area yang terkontaminasi CO.

Korban harus menghirup udara bersih (100% oksigen) untuk meningkatkan level oksigen pada tubuh. Pada kasus-kasus yang parah, mungkin diperlukan bantuan ventilator untuk mendukung aliran oksigen ke dalam tubuh.

Metode alternatif dari pengobatan keracunan CO adalah terapi oksigen tekanan tinggi. Terapi ini akan membantu meningkatkan jumlah oksigen yang larut dalam darah.

Dokter Anda akan menggunakan terapi oksigen tekanan tinggi untuk orang-orang dengan tingkat carboxy-hemoglobin lebih tinggi dari 40%, orang yang koma atau tidak sadarkan diri, dan wanita hamil yang memiliki tingkat karbon lebih tinggi dari 15%.

Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari keracunan karbon monoksida akan tergantung pada berapa banyak CO yang telah Anda hirup dan seberapa lama. 

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk memeriksa kondisi ini?

Dokter Anda dapat mendiagnosis keracunan CO dari gejala-gejala keracunan dan pemeriksaan klinik. Dokter Anda mungkin akan merujuk ke tes darah untuk memastikan diagnosis yang akurat.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi keracunan karbon monoksida?

Ada beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mencegah keracunan CO, di antaranya:

  • Tutup hidung Anda dengan tangan atau kain basah saat terjebak kebakaran
  • Jauhi tempat tertutup dengan mesin, seperti mobil, jika Anda ingin mencegah keracunan CO
  • Periksa dan pantau kelayakan pemanas air, kompor gas, perapian atau alat apapun yang menggunakan gas, minyak, dan batu bara di dalam rumah
  • Tentukan tingkat waspada akan karbon monoksida di rumah dan tempat kerja
  • Hanya beli peralatan yang menggunakan gas (kompor gas, perapian) dengan merek terpercaya
  • Periksa dan bersihkan cerobong asap tiap tahun
  • Jangan menggunakan kompor gas atau oven untuk menghangatkan ruangan karena dapat menyebabkan penumpukan karbon monoksida di rumah Anda
  • Jangan membakar arang di dalam rumah karena pembakaran arang memproduksi karbon monoksida
  • Jangan menggunakan generator di dalam ruangan, basement, dan garasi, atau dari jendela, pintu, ventilasi kurang dari 6 meter.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Sakit Kepala Belakang

    Sakit kepala bagian belakang adalah keluhan yang dapat dialami setiap orang. Penyebabnya bisa jadi hal yang ringan, bisa juga penyakit serius.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 14 Januari 2021 . Waktu baca 16 menit

    Maag (Dispepsia)

    Sakit maag adalah penyakit yang tak boleh disepelekan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

    11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

    Diare dan sembelit adalah penyakit pencernaan yang sangat umum. Namun, tahukah Anda kalau penyakit hati juga menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Pencernaan 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

    Mual Sampai Ingin Muntah Saat Cemas dan Panik? Ini Cara Mengatasinya

    Saat cemas, stres, panik, dan gugup muncul, perut bisa terasa mual dan membuat Anda sangat ingin muntah. Kenapa hal ini terjadi?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    sakit kepala setelah makan

    Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    sakit gejala usus buntu

    Cara Membedakan Sakit Perut Gejala Usus Buntu dan Maag

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    mengobati sakit kepala

    5 Jenis Minyak Esensial untuk Meringankan Sakit Kepala dan Migrain

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    sakit kepala setelah keramas

    Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit