3 Bahaya Utama yang Ditimbulkan Asap Knalpot Kendaraan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Gas buang (emisi) dari kendaraan, atau yang lebih dikenal sebagai asap knalpot, adalah produk sisa dari pembakaran mesin kendaraan yang tidak sempurna. Gas yang dibuang mengandung berbagai zat kimia dan dengan mudah terhirup siapa saja di sekitar kendaraan yang mengeluarkan emisi. Tanpa disadari, paparan tersebut memasuki sistem pernapasan dan peredaran darah sehingga menyebabkan kerusakan tubuh meskipun membutuhkan waktu yang lama.

Bahaya asap knalpot pada kesehatan manusia

1. Gas buang kendaraan bersifat karsinogenik

Meskipun bahan bakar pada masa sekarang sudah memiliki tingkat polusi yang lebih rendah, namun jumlah polutan tetap tinggi karena terjadi peningkatan jumlah kendaraan. Selain itu, gas buang pada kendaraan tetap bersifat karsinogenik yang berbahaya bagi kesehatan meskipun dalam jumlah yang sedikit. Paparan zat karsinogenik berakibat kerusakan organ dan dapat menyebabkan kanker.

Terdapat dua zat kimia utama dari gas buang kendaraan yang bersifat karsinogenik yaitu:

Benzena – merupakan senyawa aromatik sebagai campuran dasar pada bahan bakar, dan ikut dikeluarkan bersamaan dengan gas buang dari kendaraan. Benzena sangat mudah masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan dan permukaan kulit. Kadar benzena yang terlalu banyak pada aliran darah dapat menyebabkan gangguan pembentukan sel darah merah dengan cara merusak sumsum tulang.

Timbal – merupakan logam yang mudah dibentuk sehingga dapat dihasilkan dari gas buang kendaraan. Logam timbal dapat mengendap dan terakumulasi di berbagai permukaan benda, bahkan di dalam tubuh makhluk hidup, tumbuhan, dan air. Paparan timbal pada seseorang menimbulkan reaksi pada aliran darah, meningkatkan risiko anemia dan mengganggu kerja saraf dan otak.

2. Memicu kerusakan pada sistem pernapasan

Sistem pernapasan adalah bagian pertama dan yang paling utama mengalami dampak dari paparan gas buang. Dampak dari paparan gas buang kendaraan terhadap sistem pernapasan, di antaranya:

Menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Semua udara yang dihirup akan memasuki rongga paru untuk didistribusikan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Menghirup gas buang kendaraan akan sangat berbahaya karena mengandung karbon monoksida (CO). Dibandingkan dengan oksigen, CO lebih mudah diikat oleh sel darah merah sehingga paparan CO dalam waktu singkat dapat menurunkan kadar oksigen yang didistribusikan dalam darah. Jaringan tubuh yang mengalami kekurangan oksigen akan sangat mudah mengalami kerusakan terutama otak, dan kadar CO juga memicu terjadinya sesak napas.

Kerusakan saluran pernapasan. Partikel debu kendaraan biasanya berupa debu berwarna hitam yang dikeluarkan dari saluran knalpot. Debu tersebut juga dapat mengendap di bagian lain kendaraan. Paparan debu kendaraan dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan gangguan di antaranya:

  • Asma – tidak hanya asma yang dipicu oleh alergi namun juga inflamasi yang menyebabkan gangguan fungsi paru dalam bernapas.
  • Kanker paru – iritasi dan inflamasi serta akmulasi bahan karsinogenik dapat memicu perkembangan penyakit kanker paru.

3. Kerusakan sistem peredaran darah

Sistem peredaran darah adalah bagian selanjutnya yang mengalami kerusakan setelah saluran pernapasan. Suatu penelitian menunjukan paparan CO meningkatkan kekentalan dalam darah serta peningkatan kadar protein inflamasi, yang merupakan pertanda perkembangan arterosklerosis. Hal ini juga diperburuk oleh paparan sulfat dari debu kendaraan karena dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah. Kandungan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) dapat memicu aritmia dan serangan jantung sehingga meningkatkan risiko kematian bagi penderita penyakit jantung.

Suatu studi lingkungan di Boston menunjukkan bahwa wilayah memiliki tingkat paparan gas buang kendaraan yang tinggi, penduduknya akan memiliki risiko kematian dari penyakit kardiovaskuler, stroke, dan diabetes sekitar 4% lebih tinggi. Hasil studi ini menunjukkan risiko paparan asap kendaraan dapat memperburuk penyakit dan merupakan faktor risiko kematian dini dari penyakit degeneratif.

Tak semua orang akan mengalami efek yang sama dari paparan asap knalpot

Tidak setiap orang akan mengalami gangguan saluran pernapasan dan kardiovaskuler akibat gas buang kendaraan. Hal ini bergantung intensitas paparan dan lamanya pemaparan tersebut berlangsung. Gangguan kesehatan umumnya muncul jika terjadi paparan secara rutin dalam waktu yang lama. Selain itu, gas buang kendaraan berjenis diesel pada umumnya memiliki kadar racun dan debu yang lebih tinggi, serta lebih banyak jenis karsinogenik, terutama benzena, timbal, formaldehida dan 1,3-butadiena.

Setiap orang juga memiliki kerentanan yang berbeda. Anak-anak, orang dewasa yang memiliki penyakit tertentu, dan orang-orang usia lanjut lebih rentan mengalami gangguan akibat paparan gas buang kendaran. Anak-anak yang sering terpapar asap knalpotberisiko mengalami gangguan perkembangan, gangguan pernapasan, penyakit jantung dan kardiovaskuler, bahkan kanker di kemudian hari. Sedangkan penderita penyakit degeneratif dan lansia pada umumnya memiliki risiko kematian yang lebih tinggi saat terpapar gas buang kendaraan.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Glioblastoma

Glioblastoma adalah jenis kanker otak yang paling umum terjadi pada orang dewasa. Intip pengertian, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Otak 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Adenoma Bronkus

DefinisiApa itu adenoma bronkus? Adenoma bronkus adalah salah satu jenis tumor di trakea atau bronkus (jalan udara yang membawa udara ke paru-paru) yang biasanya menghambat saluran pernapasan Anda. Meski awalnya ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pernapasan, Penyakit Pernapasan Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kanker Timus

Kanker timus adalah jenis kanker langka yang menyerang timus, yaitu organ kecil yang berada di belakang tulang dada. Ketahui informasi lengkapnya berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Hairy Cell Leukemia

Hairy cell leukemia (leukemia sel berambut) adalah jenis kanker darah ganas yang langka, yaitu ketika sumsum tulang Anda membuat terlalu banyak sel B.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kanker, Kanker Darah 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Amiloidosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
rhabdomyosarkoma (rabdomiosarkoma)

Rhabdomyosarkoma (Rabdomiosarkoma)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
tumor mediastinum

Tumor Mediastinum

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit