home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Bahaya Utama yang Ditimbulkan Asap Knalpot Kendaraan

3 Bahaya Utama yang Ditimbulkan Asap Knalpot Kendaraan

Gas buang (emisi) dari kendaraan, atau yang lebih dikenal sebagai asap knalpot, adalah produk sisa dari pembakaran mesin kendaraan yang tidak sempurna. Gas yang dibuang mengandung berbagai zat kimia dan dengan mudah terhirup siapa saja di sekitar kendaraan yang mengeluarkan emisi. Tanpa disadari, paparan tersebut memasuki sistem pernapasan dan peredaran darah sehingga menyebabkan kerusakan tubuh meskipun membutuhkan waktu yang lama.

Bahaya asap knalpot pada kesehatan manusia

1. Gas buang kendaraan bersifat karsinogenik

Meskipun bahan bakar pada masa sekarang sudah memiliki tingkat polusi yang lebih rendah, namun jumlah polutan tetap tinggi karena terjadi peningkatan jumlah kendaraan. Selain itu, gas buang pada kendaraan tetap bersifat karsinogenik yang berbahaya bagi kesehatan meskipun dalam jumlah yang sedikit. Paparan zat karsinogenik berakibat kerusakan organ dan dapat menyebabkan kanker.

Terdapat dua zat kimia utama dari gas buang kendaraan yang bersifat karsinogenik yaitu:

Benzena – merupakan senyawa aromatik sebagai campuran dasar pada bahan bakar, dan ikut dikeluarkan bersamaan dengan gas buang dari kendaraan. Benzena sangat mudah masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan dan permukaan kulit. Kadar benzena yang terlalu banyak pada aliran darah dapat menyebabkan gangguan pembentukan sel darah merah dengan cara merusak sumsum tulang.

Timbal – merupakan logam yang mudah dibentuk sehingga dapat dihasilkan dari gas buang kendaraan. Logam timbal dapat mengendap dan terakumulasi di berbagai permukaan benda, bahkan di dalam tubuh makhluk hidup, tumbuhan, dan air. Paparan timbal pada seseorang menimbulkan reaksi pada aliran darah, meningkatkan risiko anemia dan mengganggu kerja saraf dan otak.

2. Memicu kerusakan pada sistem pernapasan

Sistem pernapasan adalah bagian pertama dan yang paling utama mengalami dampak dari paparan gas buang. Dampak dari paparan gas buang kendaraan terhadap sistem pernapasan, di antaranya:

Menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Semua udara yang dihirup akan memasuki rongga paru untuk didistribusikan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Menghirup gas buang kendaraan akan sangat berbahaya karena mengandung karbon monoksida (CO). Dibandingkan dengan oksigen, CO lebih mudah diikat oleh sel darah merah sehingga paparan CO dalam waktu singkat dapat menurunkan kadar oksigen yang didistribusikan dalam darah. Jaringan tubuh yang mengalami kekurangan oksigen akan sangat mudah mengalami kerusakan terutama otak, dan kadar CO juga memicu terjadinya sesak napas.

Kerusakan saluran pernapasan. Partikel debu kendaraan biasanya berupa debu berwarna hitam yang dikeluarkan dari saluran knalpot. Debu tersebut juga dapat mengendap di bagian lain kendaraan. Paparan debu kendaraan dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan gangguan di antaranya:

  • Asma – tidak hanya asma yang dipicu oleh alergi namun juga inflamasi yang menyebabkan gangguan fungsi paru dalam bernapas.
  • Kanker paru – iritasi dan inflamasi serta akmulasi bahan karsinogenik dapat memicu perkembangan penyakit kanker paru.

3. Kerusakan sistem peredaran darah

Sistem peredaran darah adalah bagian selanjutnya yang mengalami kerusakan setelah saluran pernapasan. Suatu penelitian menunjukan paparan CO meningkatkan kekentalan dalam darah serta peningkatan kadar protein inflamasi, yang merupakan pertanda perkembangan arterosklerosis. Hal ini juga diperburuk oleh paparan sulfat dari debu kendaraan karena dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah. Kandungan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) dapat memicu aritmia dan serangan jantung sehingga meningkatkan risiko kematian bagi penderita penyakit jantung.

Suatu studi lingkungan di Boston menunjukkan bahwa wilayah memiliki tingkat paparan gas buang kendaraan yang tinggi, penduduknya akan memiliki risiko kematian dari penyakit kardiovaskuler, stroke, dan diabetes sekitar 4% lebih tinggi. Hasil studi ini menunjukkan risiko paparan asap kendaraan dapat memperburuk penyakit dan merupakan faktor risiko kematian dini dari penyakit degeneratif.

Tak semua orang akan mengalami efek yang sama dari paparan asap knalpot

Tidak setiap orang akan mengalami gangguan saluran pernapasan dan kardiovaskuler akibat gas buang kendaraan. Hal ini bergantung intensitas paparan dan lamanya pemaparan tersebut berlangsung. Gangguan kesehatan umumnya muncul jika terjadi paparan secara rutin dalam waktu yang lama. Selain itu, gas buang kendaraan berjenis diesel pada umumnya memiliki kadar racun dan debu yang lebih tinggi, serta lebih banyak jenis karsinogenik, terutama benzena, timbal, formaldehida dan 1,3-butadiena.

Setiap orang juga memiliki kerentanan yang berbeda. Anak-anak, orang dewasa yang memiliki penyakit tertentu, dan orang-orang usia lanjut lebih rentan mengalami gangguan akibat paparan gas buang kendaran. Anak-anak yang sering terpapar asap knalpotberisiko mengalami gangguan perkembangan, gangguan pernapasan, penyakit jantung dan kardiovaskuler, bahkan kanker di kemudian hari. Sedangkan penderita penyakit degeneratif dan lansia pada umumnya memiliki risiko kematian yang lebih tinggi saat terpapar gas buang kendaraan.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Cancer Society, 2016. Benzene and Cancer Risk. [Online] Available at: http://www.cancer.org/cancer/cancercauses/othercarcinogens/intheworkplace/benzene [Accessed 7 Sep 2016].

American Cancer Society, 2016. What is lead? [Online] Available at: http://www.cancer.org/cancer/cancercauses/othercarcinogens/athome/lead [Accessed 7 Sep 2016].

Environment & Human Health, Inc., 2016. The Harmful Effects of Vehicle Exhaust. [Online] Available at: http://www.ehhi.org/exhaust-summary.pdf [Accessed 7 Sep 2016].

Lee, R., 2014. Busy roads put kids at higher risk of cancer: CDC. [Online] Available at: http://www.techtimes.com/articles/4700/20140323/busy-roads-put-kids-at-higher-risk-of-cancer-cdc.htm [Accessed 7 Sep 2016].

Paddock, C., 2012. Diesel Exhaust Fumes Cause Cancer, WHO. [Online] Available at: http://www.medicalnewstoday.com/articles/246495.php [Accessed 7 Sep 2016].

Stratford, H., 2016. The Effect of Traffic Fumes on your Health. [Online] Available at: http://www.pollutionissues.co.uk/effect-traffic-fumes-your-health.html [Accessed 7 Sep 2016].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Kemal Al Fajar Diperbarui 29/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x