Jangan Remehkan Bahaya Debu Polusi! Yuk, Lindungi Diri Dengan Cara Ini

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19/09/2017
Bagikan sekarang

Polusi udara bisa ditemukan lewat debu yang Anda hirup sehari-hari. Polusi udara yang dihirup ini menjadi perhatian khusus karena berhubungan dengan penyakit paru-paru, contohnya pneumokoniosis. Masih banyak lagi bahaya polusi udara yang harus diwaspadai, terutama Anda yang tinggal di wilayah tertentu. 

Anda bisa terkena penyakit lain yang disebarkan polusi udara lewat debu. Antara lain seperti seperti kanker, asma, alergi dan iritasi, serta berbagai macam penyakit yang mungkin terjadi pada tingkat paparan polusi yang jauh lebih rendah.

Mengapa debu hasil polusi udara sangat berbahaya?

Debu merupakan salah satu jenis polutan (zat yang menyebabkan polusi, dalam hal ini polusi udara) dengan ukuran kurang dari 100 mikrometer. Debu bisa terhirup ke dalam saluran napas, sehingga tidak mengherankan bila debu berkaitan erat dengan penyakit paru.

Dalam jangka pendek, polusi udara dapat memperparah gejala yang dimiliki orang dengan riwayat asma, PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), dan riwayat penyakit jantung (jantung iskemik, aritmia, dan gagal jantung). Beberapa penyakit paru akibat menghirup debu dalam jangka panjang adalah asbetosis (akibat menghirup debu asbes), silicosis (akibat menghirup debu silika), dan dalam kadar yang tinggi juga dapat mengakibatkan keracunan, misalnya keracunan timbal.

Efek jangka panjang polusi udara pada jantung sama seperti efek merokok. Keduanya mempercepat pembentukan plak yang bisa menyumbat pembuluh darah koroner.

Memang tidak semua debu berbahaya. Biasanya debu-debu yang berbahaya ditemukan di tempat kerja industri. Berikut adalah jenis-jenis debu berbahaya yang bisa menyebabkan penyakit. 

  • Debu mineral, misalnya yang mengandung silika.
  • Debu metalik, dapat mengandung timbal dan kadmium.
  • Debu kimia lainnya, misalnya pestisida.
  • Debu sayuran, seperti kayu, tepung, katun, teh, dan serbuk bunga.
  • Ragi dan spora (jamur). 

Bukan hanya para pekerja yang berisiko tinggi. Kalau di sekitar Anda tinggal dan bekerja ada pembangunan, pabrik, atau tempat pembuangan limbah, Anda berisiko tinggi untuk terkena penyakit akibat polusi udara tersebut. Khususnya untuk debu kayu dapat ditemukan di daerah-daerah yang masih menggunakan kayu bakar untuk memasak dan keperluan harian lainnya.

manfaat vitamin b kompleks adalah

Menghindari bahaya polusi udara

Seperti yang telah dijelaskan di atas, debu hasil polusi udara yang terhirup akan menyebabkan masalah pernapasan hingga bahaya untuk lingkungan sekitar. Terlebih, jika Anda sebelumnya telah memiliki penyakit pernapasan. Disarankan untuk meningkatkan dan selalu membawa inhaler kemana pun Anda pergi, khususnya ke tempat-tempat yang polusi udaranya tinggi.

Orang yang tidak memiliki masalah kesehatan serius pun mungkin saja mengalami gejala seperti tenggorokan kering, mata perih, dan batuk saat berada di lingkungan yang polusi udaranya tinggi. Berikut di bawah ini, merupakan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengurangi bahaya polusi udara.

1. Gunakan AQI guna mengecek kualitas udara di luar rumah

Jika Anda ingin berpergian keluar rumah, cek AQI (air quality index) yang dikeluarkan oleh lembaga resmi atau pemerintahan. Untuk Anda yang tinggal di kota-kota besar, silakan kunjungi tautan ini untuk melihat AQI atau kualitas udara di tempat Anda tinggal.

Jika polusi udara sedang dalam tingkatan yang tinggi dan Anda harus ke luar, batasi aktivitas sampai pagi hari atau tunggu sampai matahari terbenam. Anda juga sebaiknya menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat di lingkungan yang berdebu karena semakin cepat Anda bernapas, semakin banyak polusi udara yang Anda hirup.

2. Bersihkan lantai dari debu dan kotoran tempat Anda tinggal secara berkala

Bahan kimia dan alergen dari polusi udara bisa terkumpul dan menumpuk menjadi debu di lingkungan maupun di dalam rumah Anda. Cara untuk meminimalisir penyebaran polusi udara ini adalah dengan  menggunakan vakum yang mengandung filter HEPA. Vakum atau pembersih jenis ini dapat mengurangi debu dan kotoran yang terbuat dari bahan kimia brominated (PBDEs), serta alergen seperti serbuk sari, bulu hewan peliharaan, dan tungau debu.

3. Jaga kelembaban udara di dalam rumah

Selain menggunakan filter HEPA, Anda disarankan untuk menjaga tingkat kelembaban di dalam ruangan rumah atau kantor. Anda bisa menggunakan humidifier untuk melembapkan udara ruangan. Coba jaga kelembaban udara sekitar 30% -50%, kelembaban dengan kadar tersebut dapat membantu mengendalikan alergen dan pemicu penyakit pernapasan lainnya. 

4. Ketika keluar rumah, pakai masker

Selalu pakai masker untuk menghalangi debu polusi udara terhirup yang bisa masuk ke saluran pernapasan. Namun, sebagian masker yang dijual di pasaran, bukanlah masker yang tepat untuk mencegah dan menghalangi polusi udara.

Kenakan perlindungan terbaik terhadap polusi karena masker yang terbuat dari beberapa lapis terbukti lebih baik untuk menyaring udara yang dihirup. Misalnya masker jenis n95. Tindakan sederhana seperti pakai masker bisa melindungi Anda dari bahaya polusi udara yang mengintai setiap hari. 

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Hazard Prevention and Airdust Control http://www.who.int/occupational_health/publications/airdust/en/ Diakses pada 12 September 2017.

12 Ways to Improve Air Quality Indoor http://www.webmd.com/lung/features/12-ways-to-improve-indoor-air-quality#2 Diakses pada 12 September 2017.

Air Pollution https://familydoctor.org/air-pollution/ Diakses pada 12 September 2017.

Health Effect of Outdoor Pollution https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3155438/ Diakses pada 12 September 2017.

https://www.cdc.gov/niosh/topics/pneumoconioses/default.html

https://www.epa.gov/sciencematters/linking-air-pollution-and-heart-disease

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020