7 Cara Mengatasi Kantuk Tanpa Kopi

Oleh

Tren coffee shop saat ini sudah mewabah di kota-kota besar di Indonesia. Meminum kopi memang sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia dari dahulu. Indonesia sendiri adalah salah satu negara produsen kopi terbesar di dunia. Kopi tidak hanya dinikmati oleh orang tua, saat ini dengan adanya tren coffee shop, kopi juga digemari oleh remaja dan anak-anak muda lainnya.

Ada banyak alasan untuk mengonsumsi kopi. Kopi mengandung kafein yang dijadikan sebagai doping sebelum memulai aktivitas, kopi dianggap dapat memberikan energi lebih. Menurut Anthony L. Komaroff, M.D., dosen kedokteran di Harvard Medical School, kafein yang ditemukan pada dua sampai tiga gelas kopi atau sekitar 200-300 mg dapat menyebabkan lebih energik dan lebih aktif. Tidak salah jika kopi dianggap sebagai doping sebelum memulai aktivitas sehari-hari. Kopi juga dijadikan sebagai pemberi energi ketika rasa kantuk datang. Tidak jarang para mahasiswa atau pekerja kantoran yang harus mengejar deadline hingga larut malam akan mengkonsumsi kopi untuk membuat mereka tetap terjaga.

Efek apa yang ditimbulkan ketika minum kopi?

Kafein memang membuat seseorang menjadi kecanduan jika diminum secara berlebihan, misalnya dua sampai tiga gelas per hari. Ada beberapa dampak positif dan negatif ketika mengkonsumsi kopi hal tersebut adalah:

  • Meningkatkan kewaspadaan. Ketika mengkonsumsi kopi, kita menjadi lebih segar, tingkat kewaspadaan terhadap suatu pun bertambah. Ini yang membuat seseorang yang mengkonsumsi kopi menjadi lebih mudah cemas dan cepat marah.
  • Mengurangi koordinasi motorik. Walaupun demikian, saat mengonsumsi kopi, detak jantung meningkat. Karena memompa aliran darah lebih cepat, biasanya pada tahap tertentu orang yang minum kopi akan menjadi gelisah.

Akibat rasa gelisah tersebut, orang yang minum kopi akan mengalami gangguan tidur. Mengonsumsi kopi yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan tidur atau insomnia. Biasanya takaran kafein dalam suatu produk kopi akan berbeda-beda. Bagi yang tidak terbiasa mengkonsumsi kafein, biasanya akan mengalami gangguan tidur walaupun hanya meminum satu gelas kopi. Akhirnya bagi yang tidak biasa, bagian terburuknya adalah akan mengalami gejala gemetaran, berhalusinasi, dan detak jantung cepat.

Bagaimana mengatasi kantuk tanpa meminum kopi?

Bukan hal yang tidak mungkin mengatasi kantuk tanpa mengkonsumsi kopi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tidak kecanduan minum kopi saat rasa mengantuk datang menghampiri, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Sarapan pagi

Rasa mengantuk datang tidak hanya di malam hari, tetapi bisa juga di pagi hari. Rasa mengantuk juga disebabkan oleh rasa lelah, bukan hanya jam tidur yang kurang. Ketika kita melewatkan sarapan di pagi hari, rasa lapar akan datang lebih cepat, akibatnya kita tidak memiliki energi dan lebih mudah mengantuk. Menurut peneliti Inggris di Cardiff University mengemukakan bahwa seseorang yang mengkonsumsi sereal akan lebih mudah terhindar dari stress. Sarapan membuktikan bahwa kinerja fisik dan mental dapat berjalan dengan baik sepanjang hari daripada yang tidak melakukan sarapan. Namun perlu diperhatikan dalam memilih sarapan, hindari makanan yang berat yang mengandung banyak karbohidrat. Anda bisa mencoba buah, sereal, roti, jika tidak terbiasa Anda bisa mengurangi porsi nasi yang akan dimakan untuk waktu sarapan.

2. Camilan

Sempatkan waktu untuk ngemil makanan setiap tiga sampai empat jam, untuk menghindari rasa lapar yang berlebihan. Ketika merasa lapar berlebihan, akhirnya kita akan mengkonsumsi karbo dalam jumlah yang banyak, hal ini dapat mendatangkan rasa kantuk setelah makan. Menurut Roberta Anding, R.D., pembicara dari the American Dietetic Association (ADA), ngemil dapat berfungsi untuk menstabilkan gula darah. Anda bisa mencoba biskuit gandum, granola, buah, atau yoghurt rendah lemak sebagai camilan. Jika rasa kantuk datang pada malam hari, usahakan untuk menyemil buah yang mudah dicerna, sehingga metabolisme tubuh tetap terjaga.

3. Minum air putih

Air putih diikat oleh darah, lalu berfungsi untuk memberi oksigen pada otak. Meminum air putih dalam jumlah yang cukup mampu menjaga tubuh kita dari rasa kantuk. Ketika kita dehidrasi, jantung akan memompa lebih keras, hal ini yang menyebabkan lebih cepat kelelahan. Untuk mengetahui kita mengalami dehidrasi atau tidak, perhatikan urin yang dikeluarkan. Jika kita minum air putih dengan cukup, urin yang dikeluarkan akan berwarna jernih atau kekuningan.

4. Olahraga ringan

Olahraga ringan mampu membuat adrenalin terpacu, sehingga kembali waspada. Anda hanya perlu meregangkan otot-otot, stretching ringan atau lompat-lompat pelan. Anda juga bisa berjalan-jalan ke luar ruangan sebentar untuk menghirup udara segar.

5. Mencuci muka

Mencuci muka atau mandi dapat menghilangkan rasa kantuk. Tubuh akan kembali segar. Berdasarkan penemuan di Journal of Personality and Social Psychology, terapi air dapat menetralisir suasana hati dan membangkitkan energi saat merasa kewalahan.

6. Atur jam tidur

Atur jam tidur setiap hari, usahakan untuk mendapatkan tidur yang cukup setiap harinya, sekitar 6 jam per hari. Hentikan memainkan telepon genggam Anda atau menonton TV dua puluh menit sebelum Anda pergi tidur. Tidur yang cukup akan mengurangi rasa lelah. Jam tidur yang cukup juga mengurangi stress dan cemas. Yang menyebabkan kelelahan tidak hanya rasa kantuk, tetapi juga stress mental, energi kita terkuras dengan apa yang kita pikirkan.

7. Mendengarkan musik

Mendengar musik bisa menjadi alternatif lainnya untuk menghindari minum kopi. Pilihlah musik yang membuat semangat kembali. Selain dapat membangkitkan semangat, musik juga dapat menenangkan pikiran. Berdasarkan jurnal Ergonomics, terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa orang yang berlari di treadmill dengan mendengarkan musik dapat berlari lebih cepat dibanding yang tidak.

BACA JUGA:

Sumber