home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bisakah Seseorang Kecanduan Kopi?

Bisakah Seseorang Kecanduan Kopi?

Apakah Anda penggemar kopi? Jika tidak minum kopi, apakah Anda merasa ada yang beda? Apakah ini berarti Anda kecanduan kopi? Mungkin, sebab kopi memang adiktif dan membuat Anda ingin minum kopi lagi dan lagi. Untuk mengetahuinya, mari simak ulasan berikut ini.

Apakah Kopi Bikin Kecanduan?

Tepatnta bukan kopi yang membuat Anda ingin meminumnya lagi dan lagi, tapi kafein yang terkandung dalam kopi, yaitu kafein. Kafein merupakan stimulan sistem saraf pusat yang memungkinkan Anda kecanduan.

Namun, jangan khawatir, karena kafein yang masuk dalam tubuh dalam jumlah biasa tidak akan menyebabkan ketergantungan. Selain itu, kafein juga tidak akan mengancam fisik, sosial, atau ekonomi Anda.

Berbagai penelitian tentang kafein menghadirkan pro dan kontra terhadap sifat adiktif dari kopi. Beberapa studi memasukkan kafein ke dalam golongan yang adiktif. Salah satunya penelitian yang diterbitkan dalam Journal for Nurse Practitioners tahun 2010. Dalam artikelnya itu, Holy Pohler berargumen bahwa kafein memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk menjadi senyawa adiktif, seperti ketergantungan, toleransi, dan penarikan.

Namun, ada juga penelitian yang tidak setuju bahwa kafein atau kopi bersifat adiktif. Penelitian dalam American Journal of Drug and Alcohol Abuse tahun 2006 menyatakan bahwa kafein tidak bersifat adiktif. Alasannya, jarang ada dorongan kuat yang membuat seseorang sangat ingin mengonsumsi kafein, tidak seperti kokain, amfetamin, dan stimulan lainnya.

minum kopi setelah olahraga

Efek Jika Seseorang Keranjingan Kopi

Ketagihan kopi memang tidak berdampak parah, mungkin hanya membuat Anda sedikit tidak nyaman. Melewatkan minum kopi bisa membuat Anda merasa tidak janggal atau ada sesuatu yang kurang.

Berhenti ngopi secara tiba-tiba atau tidak minum kopi sama sekali dalam beberapa hari, mungkin akan membuat Anda merasa sakit kepala, lelah, gelisah, cepat marah, suasana hati buruk, dan sulit berkonsentrasi. Hal ini dapat mengganggu aktivitas dan pekerjaan Anda. Dampak tersebut biasanya terjadi pada Anda yang merupakan penggemar berat kopi yang telah terbiasa mengonsumsi kopi sebanyak dua cangkir atau lebih per hari.

Menghindari Kecanduan Kopi

Anda akan merasakan efek kafein paling kuat saat pertama kali mengonsumsi kopi. Pada saat ini, Anda dapat merasakan efek lebih waspada, lebih berenergi, lebih berkonsentrasi, dan sebagainya yang membuat pekerjaan Anda sedikit terbantu. Hal ini membuat Anda ingin minum kopi lagi.

Namun, saat Anda sudah sering minum kopi, efek kafein dari kopi mulai sedikit berkurang. Hal ini terjadi karena tubuh sudah terbiasa dengan kehadiran kafein dan juga karena sudah terjadi perubahan kimia dalam otak Anda. Alhasil, Anda akan menambah jumlah konsumsi kopi Anda per hari untuk mencapai efek kafein yang Anda inginkan. Ini mengapa biasanya peminum kopi akan membangun toleransi kafein dari waktu ke waktu yang membuatnya ketergantungan dengan kopi.

Untuk mencegah kecanduan kopi, maka sebaiknya Anda membatasi jumlah kopi yang Anda konsumsi per hari. Jika Anda sudah terbiasa minum banyak kopi per harinya, maka yang bisa Anda lakukan adalah mulai menurunkan jumlah cangkir kopi per hari secara perlahan. Misal, biasanya Anda minum empat cangkir kopi per hari, maka mulailah menguranginya dengan konsumsi tiga cangkir kopi per hari dan seterusnya sampai Anda merasa tidak ketergantungan lagi.

Anda mungkin akan tidak terbiasa dan merasakan dampaknya pada dua hari pertama, namun Anda akan terbiasa secara bertahap sesudahnya. Batas jumlah konsumsi kopi atau kafein paling aman adalah tidak lebih dari 200 mg kafein atau dua cangkir kopi per hari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ratini, M. (2015). Caffeine Myths and Facts. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/balance/caffeine-myths-and-facts#1 [Accessed 29 Mar. 2017].

Castro, J. (2013). Is Caffeine Addictive | Caffeine Addicts. [online] Live Science. Available at: http://www.livescience.com/36978-is-caffeine-addictive-caffeine-addicts.html [Accessed 29 Mar. 2017].

Wolfenden, E. (2015). Caffeine Addiction and Tea. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: http://www.livestrong.com/article/382758-caffeine-addiction-and-tea/ [Accessed 29 Mar. 2017].

Petre, Alina. Are Coffee and Caffeine Addictive? A Critical Look. [online] Authority Nutrition. Available at: https://authoritynutrition.com/caffeine-addiction/ [Accessed 29 Mar. 2017].

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala pada 20/08/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x