backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Kecanduan Kopi

Ditinjau oleh dr. Rezki Pratama Sadeli, Sp.PD · Penyakit Dalam · Rumah Sakit Kartika Husada Tambun


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 18/09/2023

Kecanduan Kopi

Kopi memang merupakan minuman yang kerap menjadi teman saat bekerja atau berada dalam kondisi yang membutuhkan konsentrasi. Namun, terlalu banyak minum kopi justru bisa menyebabkan kecanduan dan membahayakan kesehatan.

Lantas, bagaimana gejala kecanduan kopi? Adakah cara untuk mengatasinya?

Apa itu kecanduan kopi?

Kopi mengandung zat yang disebut kafein. Kafeinlah yang menyebabkan Anda merasa kecanduan, sebab zat ini bersifat stimulan.

Stimulan merupakan zat yang merangsang sistem saraf pusat sehingga membuat Anda bersemangat dan tidak mudah mengantuk.

Selain itu, kafein juga dapat merangsang pelepasan dopamin, neurotransmiter (zat kimia pada otak) yang membuat Anda merasa senang dan bersemangat.

Pada dasarnya, kafein sebenarnya tidak akan membuat Anda kecanduan selama dikonsumsi dalam batas wajar.

Hal ini pernah disampaikan dalam sebuah penelitian terbitan Journal of Caffeine and Adenosine Research pada 2020.

Meski begitu, menurut sebuah studi dalam Asian Journal of Psychiatry (2019), konsumsi minuman berkafein terlalu banyak memang bisa menyebabkan seseorang sulit terlepas dari minuman tersebut.

Hanya saja, efek kecanduan pada kafein memang tidak sebesar efek kecanduan lain, misalnya pada obat-obatan terlarang.

Berapa batas konsumsi kopi dalam sehari?

bahaya kopi dan minuman berenergi

Food and Drug Administration (FDA) menyebutkan bahwa orang dewasa dalam kondisi sehat boleh mengonsumsi kafein hingga 400 mg per hari atau sekitar 4–5 gelas kopi.

Namun, jumlah ini bisa menjadi lebih sedikit bagi seseorang dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes tipe 2, kanker, hati, penyakit Parkinson, depresi, serta ibu hamil dan menyusui.

Selain itu, perlu diingat bahwa kafein tidak hanya terkandung di dalam kopi, tetapi juga minuman lain, seperti teh, soda, dan cokelat.

Penting untuk diketahui!

Bukan hanya dalam bentuk minuman, makanan yang mengandung kopi tetap memiliki kafein. Dengan begitu, risiko kecanduan kopi tetap ada.
Namun, karena sudah diolah dan dicampur dengan bahan lain, efeknya memang tidak sebesar kopi dalam bentuk minuman.

Gejala kecanduan kopi

Selain keinginan untuk minum kopi yang tidak tertahankan, berikut adalah gejala lain dari kecanduan kopi.

Gejala kecanduan ini muncul saat Anda tidak bisa minum kopi.

  • Lesu.
  • Pusing.
  • Gelisah.
  • Dehidrasi.
  • Kelelahan.
  • Sulit konsentrasi.
  • Detak jantung meningkat.
  • Gemetar atau otot tegang.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Mudah marah atau tersinggung.
  • Gangguan tidur seperti insomnia.

Ketika sudah kecanduan, Anda justru cenderung meningkatkan jumlah konsumsi minuman berkafein dalam satu hari.

Pasalnya, tubuh Anda sudah kebal dengan efek kafein sehingga membutuhkan lebih banyak untuk mendapatkan manfaat kopi seperti biasanya.

Cara mengatasi kecanduan kopi

Kecanduan kopi bisa membuat Anda terganggu secara fisik maupun mental. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui berbagai cara mengatasi kecanduan kafein seperti berikut.

1. Kurangi takaran kopi secara bertahap

Menghentikan konsumsi kopi secara tiba-tiba justru bisa memperparah gejala kecanduan, seperti sakit kepala hingga kegelisahan. Maka, cobalah mengurangi konsumsi kopi secara perlahan.

Jika biasanya Anda minum tiga gelas kopi dalam sehari, cobalah untuk menguranginya menjadi dua gelas, dan seterusnya.

2. Cari opsi lain

efek kopi

Beberapa dari Anda mungkin minum kopi saat mengantuk dan mencoba mengembalikan konsentrasi.

Namun, jika sudah kecanduan, Anda justru bisa benar-benar kehilangan konsentrasi jika tidak minum kopi. Padahal, minum kopi terlalu banyak bisa membahayakan kesehatan.

Sebagai penggantinya, carilah opsi lain untuk mengatasi rasa kantuk atau bosan saat bekerja, misalnya dengan melakukan peregangan atau jalan-jalan ke luar ruangan.

3. Penuhi kebutuhan waktu tidur

Mengantuk, susah konsentrasi, dan kelelahan merupakan salah satu efek dari kurang tidur.

Maka, pastikan Anda memiliki waktu tidur yang cukup sehingga tidak membutuhkan kopi untuk tetap terjaga pada siang hari.

Kebutuhan waktu tidur pada orang dewasa adalah 7–8 jam. Selain itu, perlu diingat bahwa jam tidur malam tidak bisa diganti pada siang hari.

4. Olahraga teratur

Tubuh juga menghasilkan dopamin saat berolahraga. Dengan berolahraga selama 30 menit setiap hari, Anda bisa mendapatkan efek yang sama seperti saat minum kopi.

Secara tidak langsung, berolahraga secara rutin dapat membantu Anda mengatasi kecanduan kopi dan kafein.

Di samping melindungi Anda dari efek samping konsumsi kopi yang berlebihan, olahraga juga bisa memberi manfaat lain bagi kesehatan.

5. Minta dukungan dari orang-orang terdekat

Mengatasi kecanduan kopi akan lebih mudah jika Anda memiliki dukungan dari keluarga, teman, dan orang-orang terdekat.

Dengan begitu, mereka akan membantu mengingatkan dan memberi motivasi saat Anda melupakan aturan minum kopi.

Jika berbagai cara di atas tidak juga membuat Anda berhenti menjadi seseorang yang coffee addicted, mungkin Anda perlu mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Apalagi jika Anda semakin uring-uringan dan tidak lagi bisa beraktivitas dengan normal tanpa minum kopi pada pagi hari.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau oleh

dr. Rezki Pratama Sadeli, Sp.PD

Penyakit Dalam · Rumah Sakit Kartika Husada Tambun


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 18/09/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan