home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Khasiat Minyak Esensial untuk Kesehatan Ini Sayang Jika Dilewatkan

7 Khasiat Minyak Esensial untuk Kesehatan Ini Sayang Jika Dilewatkan

Minyak esensial atau minyak atsiri adalah ekstrak minyak harum yang didapat dari hasil penyulingan tanaman, bunga, akar, kayu, atau biji buah. Selain bermanfaat untuk relaksasi dan menenangkan pikiran, minyak esensial juga bisa jadi obat penawar penyakit, lho! Lantas, apa saja manfaat minyak esensial untuk kesehatan? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini!

Beragam manfaat minyak esensial untuk kesehatan

Minyak esensial bukanlah minyak seperti pada umumnya karena tidak mengandung asam lemak. Komponennya benar-benar murni dari ekstrak tanaman yang jadi sumber olahannya.

Minyak esensial dapat dioleskan langsung ke kulit atau dihirup aromanya. Namun sebelum dioleskan ke kulit, encerkan dulu dengan minyak pembawa seperti minyak zaitun atau minyak kelapa yang sudah dilelehkan.

Nah, berikut ini adalah manfaat minyak esensial yang bisa Anda dapatkan berdasarkan kandungan bahan alaminya.

1. Peppermint: masalah pencernaan

manfaat peppermint

Kalau Anda sedang mual, diare, atau kram perut, ada baiknya Anda coba oleskan perut dengan minyak esensial peppermint. Pasalnya, minyak esensial peppermint mengandung senyawa yang bisa menenangkan otot-otot pencernaan dan membantu mengeluarkan gas penyebab sakit perut.

Selain itu, minyak esensial peppermint juga dapat meningkatkan energi dan stamina tubuh. Menurut sebuah penelitian aroma minyak esensial peppermint juga mampu menurunkan kadar hormon stres kortisol.

2. Lemon: memperbaiki suasana hati

manfaat lemon

Para ahli asal Jepang menemukan bahwa aroma minyak esensial lemon dapat membantu mengendalikan gejala depresi. Bahkan, penggunaan minyak esensial lemon dapat mengurangi pemakaian obat antidepresan pada penderita depresi.

Selain itu, manfaat minyak esensial lemon juga dapat mengeluarkan racun dalam tubuh dan membantu mengatasi jerawat. Karena aroma yang dihasilkan dapat menaikkan suasana hati, minyak yang satu ini juga baik untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi Anda.

3. Lavender: masalah tidur dan mengatasi gejala PMS

manfaat minyak lavender

Minyak lavender adalah salah satu minyak paling serbaguna. Bagaimana tidak, minyak esensial lavender dapat memberikan efek menenangkan dengan mengurangi kadar hormon stres kortisol dalam darah.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa aroma lavender dapat meningkatkan gelombang alfa di otak yang terkait dengan relaksasi dan tidur nyenyak.

Tidak hanya itu, manfaat minyak esensial lavender juga dapat meringankan gejala PMS dengan mengoleskannya di bagian perut sembari terus dipijat lembut.

4. Jeruk bali merah (grapefruit): mengurangi nafsu makan

manfaat dan risiko buah grapefruit adalah

Bagi Anda yang sering tak mampu menahan rasa lapar, cobalah untuk menghirup aroma minyak esensial jeruk bali merah. Sebuah penelitian kecil yang diterbitkan dalam jurnal Neuroscience Letters menemukan bahwa menghirup aroma minyak esensial jeruk bali dapat menghambat saraf lambung yang memicu rasa lapar.

5. Minyak kayu putih: mengobati pilek dan flu

minyak untuk impotensi

Sudah melakukan berbagai cara namun pilek dan flu masih saja datang? Coba hirup aroma minyak esensial kayu putih (eukaliptus) secara rutin.

Ya, manfaat minyak esensial eukaliptus dapat membantu menyembuhkan hidung tersumbat dan rasa sesak akibat alergi. Eukaliptus mengandung sifat antibakteri yang dapat merilekskan otot-otot hidung. Campurkan beberapa tetes minyak esensial esensial eukaliptus ke dalam air hangat dan hirup aroma segarnya.

6. Minyak pohon teh: mencegah infeksi

tea tree oil

Minyak pohon teh atau tea tree oil adalah salah satu minyak esensial yang banyak dipilih untuk melawan infeksi kulit berkat sifat antibakteri, antiseptik, dan antijamurnya. Mengoleskan minyak pohon teh dapat mengatasi infeksi kulit dan ruam.

Bagi Anda yang memiliki masalah ketombe, minyak esensial pohon teh juga bisa menjadi pilihan yang tepat. Oleskan beberapa tetes minyak esensial pohon teh di kepala secara langsung atau campurkan dengan shampoo sebelum digunakan untuk keramas.

7. Chamomile: meningkatkan fokus

manfaat teh chamomile

Chamomile memang lebih umum digunakan sebagai seduhan teh yang menyegarkan. Tapi jangan salah, chamomile juga bisa digunakan sebagai minyak esensial, lho!

Manfaat minyak chamomile adalah untuk membantu merilekskan tubuh dan pikiran dari stres yang tak berkesudahan. Kalau Anda terbiasa untuk minum teh chamomile sebelum tidur, maka kini Anda bisa mencoba meneteskan minyak esensial chamomile pada bantal untuk mendapatkan tidur yang nyanyak.

Bila dicampurkan dengan lavender, manfaat minyak esensial ini dapat memberikan perlindungan ganda untuk mengatasi stres dan kecemasan. Jadi, minyak esensial mana yang akan Anda gunakan hari ini?

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

14 Essential Oil Remedies You Should Try. http://www.health.com/health/gallery/0,,20841385,00.html. Accessed 22/5/2018.

Benefits of Essential Oils: 10 Natural Ways to Heal Yourself. https://www.huffingtonpost.ca/2014/07/02/benefits-of-essential-oils_n_5536808.html. Accessed 22/5/2018.

6 Secrets That Have the Power to Heal. https://www.womenshealthmag.com/health/essential-oils. Accessed 22/5/2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 23/11/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x