12 Vitamin Terpenting untuk Tubuh yang Tidak Boleh Anda Abaikan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Tubuh membutuhkan vitamin yang cukup agar dapat berfungsi dengan baik. Tapi untuk melakukan itu, Anda perlu asupan beragam vitamin berbeda supaya tubuh mampu melakukan banyak tugas yang berbeda pula.

Mengetahui apa saja daftar vitamin dan mineral yang paling penting dapat memastikan Anda bisa mencukupi kebutuhan Anda sendiri demi meraup manfaat vitamin yang paling optimal untuk kesehatan tubuh. Singkat cerita, kekurangan vitamin dapat membuat Anda lebih rentan jatuh sakit.

Daftar vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh

Vitamin A

Vitamin A adalah jenis vitamin larut dalam lemak yang banyak ditemukan pada daging, hati, produk olahan susu dan telur, buah-buahan, serta sayuran hijau. Di sisi lain, Anda juga bisa mencukupi asupan vitamin A harian Anda dari suplemen multivitamin.

Manfaat vitamin A sering dikaitkan dengan kesehatan mata, tetapi mikronutrisi yang terkandung dalam vitamin A juga berperan penting untuk mendukung sistem imun. Mencukupi kebutuhan tubuh akan vitamin A dapat membantu menurunkan risiko kanker prostat dan kanker paru, menjaga kesehatan kulit, dan memelihara pertumbuhan serta kekuatan tulang. Vitamin A juga membantu jantung, paru-paru, ginjal, dan organ lainnya bekerja dengan baik.

Vitamin B kompleks

Vitamin B kompleks adalah kelompok vitamin yang terdiri dari delapan jenis vitamin B: B1 (thiamine), B2 (riboflavin), B3 (niacin), B5 (pantothenic acid), B6, B7 (biotin), B9 (folat), dan B12. Pada dasarnya, setiap mikronutrien dalam vitamin B kompleks membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi.

Mengonsumsi multivitamin B kompleks dapat membantu mengobati atau mencegah masalah kesehatan tertentu, termasuk gangguan kecemasan, depresi, kelelahan, penyakit jantung, nyeri pramenstruasi, dan masalah kulit seperti jerawat. Selain itu, banyak orang mengonsumsi suplemen vitamin ini untuk meningkatkan energi, mendukung kesehatan otak, meningkatkan mood, menajamkan memori, mengurangi stres, merangsang sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan kesehatan rambut dan kulit.

Vitamin C

Vitamin C adalah jenis vitamin larut dalam air yang berperan penting untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel dalam tulang, gigi, dan kulit. Vitamin C juga melindungi tubuh Anda dari berbagai infeksi karena manfaat vitamin C yang memelihara fungsi sistem kekebalan tubuh. Selain itu, vitamin C bekerja sebagai antioksidan yang membantu mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas sehingga dapat mengurangi risiko sejumlah kanker — termasuk kanker mulut dan tenggorokan, kerongkongan, perut, dan kanker payudara.

Meski kasus serius dari kekurangan vitamin C jarang terjadi, tetap saja banyak orang yang mungkin tidak mencukupi kebutuhan vitamin C-nya karena tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin C secara mandiri. Misalnya orang-orang yang merokok. Merokok menurunkan jumlah vitamin C dalam tubuh, sehingga perokok berada pada peningkatan risiko untuk mengalami defisiensi vitamin C.

Itu mengapa penting untuk Anda mendapatkan kecukupan asupan vitamin ini dari makanan sehat, misalnya jeruk, brokoli, jambu biji, dan pepaya. Anda juga bisa mencukupi asupan vitamin C harian Anda dari suplemen multivitamin. Manfaat vitamin C jika dikonsumsi jangka panjang dalam bentuk suplemen juga dapat melindungi Anda dari katarak.

Vitamin D3

Tidak seperti vitamin C, Vitamin D3 dibuat oleh tubuh secara alami saat kulit terkena sinar matahari. Tapi banyak orang yang tidak mendapatkan cukup nutrisi ini. Sementara tubuh menggunakan sinar matahari untuk membuat vitamin D, asupannya bisa tidak cukup jika Anda tinggal di daerah dingin atau tidak menghabiskan banyak waktu di bawah sinar matahari. Itu sebabnya juga penting untuk mendapatkan pasokan vitamin D dari makanan — seperti salmon, makarel, kuning telur, dan susu — dan suplemen multivitamin.

Mencukupi asupan vitamin D penting untuk membantu tubuh mempercepat penyerapan kalsium dan fosfor untuk membangun dan menjaga tulang yang kuat. Manfaat vitamin D juga termasuk mengobati dan mencegah gangguan tulang (seperti rakitis, osteomalacia, dan osteoporosis). Selain itu, asupan vitamin D yang memadai memberikan sejumlah efek perlindungan terhadap beberapa penyakit seperti kanker dan diabetes tipe 1. Suplemen multivitamin D juga dapat mengurangi risiko patah tulang non-tulang belakang.

Vitamin E

Vitamin E adalah kunci dari kesehatan kulit dan mata. Anda bisa mendapatkan cukup asupan vitamin E dengan mengonsumsi berbagai makanan termasuk minyak nabati, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan produk makanan jadi yang diperkaya. Anda juga dapat mencoba untuk memenuhi kebutuhan vitamin E harian Anda dari multivitamin.

Di dalam tubuh, vitamin E bertindak sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Tubuh juga membutuhkan vitamin E untuk meningkatkan sistem imun sehingga dapat melawan bakteri dan virus. Manfaat vitamin E ditemukan mampu memperlebar pembuluh darah dan menjaga pembekuan darah.

Akan tetapi studi yang mengamati manfaat vitamin E untuk mencegah kanker, penyakit jantung, diabetes, penyakit Alzheimer, katarak, dan kondisi lainnya belum menemukan hasil yang meyakinkan. Manfaat vitamin E sejauh ini hanya baru terbukti nyata pada orang yang menderita defisiensi. Namun demikian, kasus kekurangan vitamin E jarang terjadi. Orang-orang yang menjalani diet rendah lemak mungkin tidak memiliki cukup vitamin E.

Selenium

Selenium adalah mineral penting yang penting untuk ketajaman fungsi kognitif, sistem kekebalan tubuh yang sehat, dan kesuburan bagi pria dan wanita. Selenium ditemukan dalam berbagai makanan, misalnya nasi, telur, kacang Brasil, makanan laut, dan organ daging.

Mineral ini terlibat dalam produksi prostaglandin dalam tubuh, yang dapat mengurangi peradangan terkait dengan rematik. Dalam tubuh, selenium bekerja sama dengan vitamin E sebagai antioksidan untuk mencegah pembentukan radikal bebas sehingga dapat mengurangi risiko kanker kulit dan mencegah kulit terbakar matahari. Sebuah studi dari Belanda juga mengaitkan asupan cukup selenium dengan rendahnya risiko kanker prostat.

Yodium

Yodium adalah mineral yang dibutuhkan dalam menu makanan harian Anda untuk memelihara fungsi tiroid dan metabolisme sel. Asupan yodium rendah dapat menyebabkan gondok, pembengkakan tidak normal di daerah leher. Hipotiroidisme adalah konsekuensi potensial lain dari asupan yodium rendah, menyebabkan kumpulan gejala yang termasuk kelelahan, peningkatan berat badan, intoleransi terhada suhu dingin, dan sembelit.

Meski produk garam beryodium hadir sebagai cara yang cukup efektif guna mencukupi kebutuhan yodium harian, diperkirakan 2 miliar orang di seluruh dunia masih berisiko mengalami defisiensi yodium. Untuk mencegah hal ini, Anda bisa mendapatkan asupan harian yodium dengan mengonsumsi hidangan laut, keju, dan telur. Sejumlah multivitamin di pasaran juga telah dilengkapi dengan yodium.

Jangan sembarangan mengonsumsi suplemen multivitamin

Telah terbukti berkali-kali bahwa hanya mengonsumsi satu nutrisi tertentu dalam bentuk suplemen justru tidak akan memberikan manfaat kesehatan yang sama seperti mengonsumsi nutrisi dari makanan secara keseluruhan.

Oleh karena itu, fokus pertama Anda adalah untuk selalu berupaya memperoleh kebutuhan vitamin dan mineral harian Anda dari makanan. Barulah kemudian jika Anda sudah menerapkan pola makan sehat tetapi masih merasa kurang, tidak apa untuk mengonsumsi multivitamin satu kali sehari sebagai suplemen.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca