Berkenalan Dengan 5 Organ Tubuh yang Mendukung Sistem Ekskresi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Manusia rutin berkeringat, buang air kecil, serta buang air besar untuk membuang endapan racun dan sisa zat metabolisme yang dapat merugikan tubuh. Semua proses pembuangan ini dijalankan dan diatur oleh sistem ekskresi. Mari pelajari bagaimana cara kerja sistem pembuangan di dalam tubuh Anda.

Fungsi dan organ sistem ekskresi di dalam tubuh

Sistem ekskresi adalah cara alami tubuh untuk membuang racun berbahaya dalam tubuh. Secara umum ada lima organ yang bertanggung jawab untuk menjalani proses ekskresi.

1. Ginjal

Setiap makanan, minuman, dan obat-obatan yang kita konsumsi akan menyisakan zat limbah setelah dicerna oleh tubuh. Zat limbah juga diproduksi setiap kali metabolisme bekerja menghasilkan energi dan memperbaiki sel-sel rusak di dalam tubuh.

Jika tidak dibuang, segala limbah tersebut akan menumpuk di dalam darah dan berpotensi menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Nah, ginjal adalah organ utama dalam sistem ekskresi yang berfungsi membuang produk limbah beracun dalam darah dan kelebihan cairan lainnya.

Setelah tubuh Anda mengambil gizi dan nutrisi yang dibutuhkan dari makanan, limbah sisanya akan diangkut oleh darah menuju ginjal untuk dibuang  bersama urine melalui uretra saat buang air kecil. Sekitar dua liter limbah akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urine.

Keseluruhan proses ekskresi ini diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan dan senyawa kimia lainnya dalam tubuh tetap stabil.

2. Hati (liver)

Kerja ginjal untuk membuang kotoran ternyata bersinggungan erat dengan fungsi hati. Pada awalnya, darah akan disaring lebih dulu oleh hati untuk dipisahkan dari limbah-limbahnya.

Limbah dari darah kemudian akan dipecah oleh hati menjadi zat bernama urea. Setelahnya urea akan dibawa ke ginjal dengan menumpang aliran darah untuk diubah menjadi urine yang kita keluarkan.

Sementara memecah limbah dari darah, hati juga akan menghasilkan produk sampingan berupa cairan empedu. Empedu ini kemudian akan disalurkan ke usus untuk memecah lemak selama pencernaan dan membantu membuang limbah sisanya dalam bentuk feses saat kita BAB.

3. Sistem pencernaan

Fungsi sistem pencernaan yang utama adalah untuk memecah makanan dan menyerap nutrisi pentingnya agar diserap oleh tubuh. Namun, organ pencernaan utama seperti lambung dan usus juga memiliki “pekerjaan sampingan” sebagai sistem ekskresi.

Setelah ditelan dari mulut, makanan akan turun dari kerongkongan menuju lambung untuk dipecah. Kemudian pecahan makanan tersebut akan mengalir ke usus halus untuk dicerna dan diserap nutrisinya ke dalam darah.

Sisa makanan yang belum sepenuhnya tercerna selanjutnya akan dibawa ke usus besar. Usus besarlah yang bertugas untuk memisahkan cairan, zat, serta sisa makanan yang tidak tercerna untuk dijadikan feses yang akan keluar melalui anus saat BAB.

4. Kulit

Seperti yang telah disebutkan di atas, manusia berkeringat untuk mengeluarkan limbah kotoran dari dalam tubuh. Keringat diproduksi untuk mendinginkan tubuh saat kita kepanasan atau beraktivitas fisik.

Keringat dikeluarkan oleh kelenjar keringat yang ada pada lapisan dermis kulit. Selain air, keringat ternyata juga mengandung minyak, gula dan garam, serta limbah hasil metabolisme seperti amonia dan urea. Amonia dan urea adalah zat sisa yang diproduksi oleh hati dan ginjal ketika tubuh Anda memecah protein.

Kelenjar keringat ada di seluruh tubuh. Ada dua jenis kelenjar keringat yang utama, yaitu:

  • Kelenjar erinmenghasilkan keringat yang tidak mengandung protein dan lemak. Kelenjar ini banyak ditemukan di tangan, kaki, dan kening.
  • Kelenjar apokrin: menghasilkan keringat mengandung protein dan lemak. Jenis kelenjar ini hanya ada di bagian tubuh tertentu, seperti ketiak dan di alat kelamin.

5. Paru-paru

Paru-paru adalah organ penting untuk mengatur jalannya pernapasan. Namun, tak banyak orang yang tahu bahwa paru juga menjadi bagian penting dari sistem ekskresi.

Awalnya, manusia menghirup udara lewat hidung atau mulut dan masuk mengalir ke bagian belakang tenggorokan atau trakea. Kemudian udara akan terus mengalir hingga ke saluran bronkial. Setelah lewat saluran bronkial atau bronkus, udara akan melewati dua cabang saluran paru-paru (kanan dan kiri) yang bernama bronkiolus.

Udara yang masuk lewat bronkiolus kemudian akan berkumpul di alveolus. Alveolus adalah balon-balon kecil tempat terjadinya pertukaran oksigen yang tadinya kita hirup dengan karbon dioksida yang harus dikeluarkan. Karbon dioksida itu sendiri adalah gas buangan yang dihasilkan dari proses pembuatan energi dari makanan.

Begini, setiap kali kita mencerna makanan, tubuh akan mendapatkan asupan glukosa (gula darah) yang diedarkan ke seluruh sel tubuh. Di dalam sel, glukosa akan dibakar dengan bantuan oksigen dalam darah untuk menghasilkan energi. Hasil sisa metabolisme inilah yang salah satunya berupa karbon dioksida (CO2). Otomatis, karbon dioksida kemudian akan dialirkan balik dari seluruh tubuh menuju paru-paru hingga sampai di alveoli untuk dibuang saat kita menghela napas. 

Ingat, kelancaran sistem eksresi penting untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Maka dari itu, jagalah kesehatan tubuh dengan menjaga pola makan serta rutinitas aktivitas fisik yang baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Menggaruk alat kelamin terkadang sudah menjadi kebiasaan, tapi bisa juga karena memang terasa gatal. Apa saja penyebab buah zakar gatal? Apakah berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit