Punya Pasangan Workaholic, Coba 5 Tips Ini Agar Tetap Merasa Dekat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kesibukan bekerja dapat menyita banyak waktu, bahkan merenggut keintiman hubungan Anda dengan pasangan. Inilah kekurangan yang seringkali dikeluhkan oleh mereka yang memiliki pasangan workaholic. Jika berlangsung dalam waktu lama, hal tersebut dapat menimbulkan konflik dan bahkan menyebabkan perceraian.

Cara menjaga hubungan dengan pasangan workaholic

Tidak perlu merasa frustrasi bila pasangan Anda memiliki sifat ini. Ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk menjaga hubungan tetap hangat walaupun pasangan begitu gemar bekerja.

1. Bicarakan baik-baik

Walaupun kebiasaan pasangan Anda menimbulkan merasa kesal, Anda harus tetap membicarakan masalah ini secara baik-baik. Anda dan pasangan sama-sama berada dalam kondisi penuh tekanan, dan amarah tidak akan membantu sama sekali.

Dengan nada suara yang baik, sampaikan kepada pasangan Anda bahwa sifatnya yang workaholic membuat Anda cemas. Ingatkan pasangan Anda akan beberapa hal yang telah ia lewatkan karena terlalu banyak bekerja. Misalnya bermain dengan anak atau waktu makan malam bersama keluarga.

2. Biarkan pasangan Anda merasakan konsekuensinya

Tanpa perlu menjelaskan panjang-lebar, cukup lakukan kegiatan sehari-hari seperti yang biasa Anda lakukan. Misalnya, tetaplah menyiapkan makan malam pada jam yang sama. Jika pasangan Anda melewatkan waktu makan malam, maka ia akan merasakan konsekuensi berupa makan malam yang sudah dingin.

Pasangan yang workaholic biasanya sulit diajak bepergian ke luar rumah, tapi ini tidak jadi masalah. Anda bisa tetap pergi bersama anak-anak Anda. Atau, Anda bisa menghabiskan waktu bersama kerabat tanpa perlu menunggu pasangan Anda menyelesaikan pekerjaannya.

3. Habiskan waktu berdua

Anda bisa mencoba mengalihkan pasangan Anda dari pekerjaannya dengan mengajaknya melakukan kegiatan yang menyenangkan berdua. Ini merupakan kesempatan untuk meredam tekanan dan stres yang timbul akibat sifat workaholic pasangan Anda.

Dengan menghabiskan waktu berdua, Anda memiliki kesempatan untuk berbicara lebih dalam dengan pasangan. Anda juga dapat menyampaikan secara jujur mengenai berbagai hal yang menimbulkan rasa cemas karena pasangan Anda terlalu banyak bekerja.

4. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas

Kesibukan bekerja pasangan yang workaholic mungkin membuat Anda tidak dapat menghabiskan waktu bersama setiap hari. Namun, fokuslah untuk meningkatkan kualitas dibandingkan kuantitasnya. Saat Anda memiliki kesempatan berdua dengan pasangan, lakukanlah hal-hal yang semakin menghangatkan hubungan asmara Anda.

Alih-alih mengutamakan seberapa banyak waktu yang Anda habiskan bersama pasangan, cobalah untuk fokus terhadap energi yang Anda dapatkan dari kesempatan ini. Pada akhirnya, tujuan yang hendak Anda raih bukanlah waktu yang banyak, melainkan waktu yang berkualitas.

5. Jauhkan ponsel Anda sejenak

Cobalah membangun komitmen bersama pasangan untuk menyediakan beberapa menit atau jam bersama tanpa ponsel. Ini akan memberikan Anda waktu bersama pasangan yang workaholic tanpa perlu mengganggunya dari kewajiban kerja yang perlu ia penuhi.

Sebagai awalan, cobalah menyediakan waktu selama setengah jam pada malam hari tanpa ponsel, laptop, atau apa pun yang menghubungkan pasangan Anda dengan pekerjaannya. Lakukan ini sebanyak dua kali dalam satu minggu, dan Anda akan memiliki waktu berkualitas dengan pasangan.

Menjadi pasangan yang workaholic bukanlah sesuatu yang mutlak salah. Ini justru menunjukkan bahwa pasangan Anda fokus terhadap karirnya dan memiliki semangat tinggi dalam menjalaninya. Sifatnya yang demikian bisa saja membantunya mendaki puncak karir dan menjadi seseorang yang sukses.

Peran Anda dalam hubungan adalah mengingatkan pasangan Anda untuk menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupannya sehari-hari. Selama sifat workaholic-nya tidak menimbulkan kerugian, tidak ada salahnya melihat pasangan Anda melakukan sesuatu yang ia cintai.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca