home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Pertama Kali Coba Vibrator? Ini Panduan Aman Memakainya

Pertama Kali Coba Vibrator? Ini Panduan Aman Memakainya

Tahukah Anda alat bantu seks bernama vibrator? Ya, vibrator adalah salah satu jenis maninan seks (sex toy) yang paling umum digunakan. Sensasi dari penggunaan vibrator bisa Anda rasakan sendiri maupun dengan bantuan pasangan. Namun, jika baru pertama kali mencoba, sebaiknya pahami dulu cara pakai vibrator agar sesi bercinta jadi lebih menggoda.

Cara pakai vibrator sendiri

Cara menggunakan vibrator

Vibrator banyak digunakan sebagai alat bantu seks untuk wanita. Biasanya, alat ini dipakai untuk memberi rangsangan pada klitoris saat wanita melakukan masturbasi atau seks solo.

Selain itu, vibrator juga bisa digunakan di area payudara wanita, anus, maupun penis pria.

Saat digunakan sendirian, mainan seks ini ternyata memiliki manfaat kesehatan. Vibrator dinilai dapat membantu penyandang disabilitas yang kesulitan berhubungan seks untuk masturbasi.

Vibrator juga bisa mengatasi masalah kesehatan seksual seperti disfungsi ereksi dan gangguan orgasme akibat kondisi medis tertentu.

Bagi Anda yang baru pertama kali menggunakan vibrator, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar vibrator nyaman dipakai dan dapat memberikan rangsangan seksual yang tepat.

Namun sebelumnya, penting untuk memastikan keamanan penggunaan alat bantu seks ini agar terhindari dari bahaya penyakit kelamin atau menular seksual.

Berikut cara pakai vibrator seorang diri:

1. Persiapkan diri dengan mengenali titik sensitif tubuh

Cara terpenting dalam memakai vibrator adalah dengan menyiapkan diri. Pastikan Anda punya privasi di kamar sendiri dan bebas dari orang lain.

Anda bisa menciptakan suasana yang lebih nyaman dengan memutar lagu dan mengatur pencahayaan kamar sedikit redup.

Saat ruangan dan suasana telah siap, coba panaskan tubuh Anda secara manual. Artinya, “panaskan” organ intim Anda dengan sentuhan jari sebelum menggunakan vibrator.

Cara pakai vibrator ini bertujuan untuk mengenali titik-titik atau zona sensitif pada tubuh wanita.

Jelajahi setiap sudut tubuh dan tentukan mana bagian yang paling terasa nikmat, misalnya pada klitoris atau payudara pada perempuan dan penis pada laki-laki.

2. Lakukan percobaan awal

Sebelum Anda menempatkan vibrator di area sensitif tersebut, atur terlebih dahulu kecepatan getaran vibrator.

Beberapa vibrator ada yang memiliki tingkatan getaran bervariasi, tetapi ada juga yang hanya memiliki satu pilihan getaran.

Jika vibrator Anda memiliki beberapa tingkat getaran, cara pakai vibrator yang tepat yakni dengan memulai di getaran terendah.

Anda bisa menaikan kecepatannya secara bertahap setelah mulai menggunakan vibrator pada titik sensitif tubuh.

Selain membiasakan diri dengan getaran vibrator, biasakan juga dengan suara vibrator.

Penting untuk diperhatikan, layaknya barang yang menggunakan baterai lainnya, vibrator juga bisa semakin panas jika dinyalakan dalam waktu yang lama.

Maka dari itu, Anda sebaiknya lebih berhati-hati saat pakai alat bantu seks ini.

3. Kenali getarannya menuju titik yang Anda inginkan

Untuk cara pemakaian vibrator sebagai alat bantu seks (sex) wanita pertama kali, cobalah tempatkan vibrator dengan kecepatan rendah pada organ intim Anda.

Letakan vibrator pada bagian dalam paha, bibir vagina, atau area perineum (di antara vagina atau testis dan anus) pada pria maupun wanita.

Jika pada getaran terendah dirasa masih terlalu kencang, hindari menekan vibrator terlalu kuat atau sesuaikan kembali tingkat kecepatannya.

Anda juga bisa coba mencari tahu bahwa di bagian tertentu getaran vibrator terasa sangat lambat, tetapi di bagian lain getarannya pas dan sebagainya.

4. Rasakan getarannya di bagian sensitif

Dengan pengaturan kecepatan terendah, sekarang mulai masukan ujung vibrator ke vagina atau area lain yang Anda inginkan secara perlahan-lahan.

Saat pakai vibrator, cara yang tepat adalah dengan tidak menekan alat hingga Anda merasa tidak nyaman atau kehilangan kendali.

Sebagai gantinya, coba arahkan vibrator masuk dan keluar di lokasi g-spot atau klitoris.

Sementara pada pria, cara pakai vibrator yang tepat adalah dengan menempatkan vibrator pada area perineum (daerah antara lubang dubur dan alat kelamin) atau anus yang menjadi titik sensitif.

Agar semakin mengenali tubuh Anda, luangkanlah waktu untuk merangsang semua zona sensitif.

Cara ini dapat menguji bagian titik dan tingkat getaran vibrator yang paling tepat untuk membangkitkan gairah seksual.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan manfaat lain dari latihan ini.

Penelitian dari Journal of Sexual Medicine menunjukan penggunaan vibrator secara reguler meningkatkan lubrikasi pada vagina dan membuat perempuan lebih mudah bergairan saat berhubungan seks.

5. Memakai pelumas seks

Selama memakai vibrator, Anda juga bisa mencoba cara dengan bantuan pelumas seks untuk mengurangi rasa nyeri, terutama saat menggunakan vibrator pada anus.

Anus tidak menghasilkan cairan lubrikasi sehingga saat vibrator dimasukkan akan timbul rasa nyeri dan tidak nyaman.

Anda bisa menggunakan pelumas vagina berbahan dasar air atau silikon yang bebas dari risiko infeksi jamur vagina.

Pastikan juga Anda tidak memasukkan vibrator pada anus terlalu dalam karena berisiko sulit dikeluarkan.

Cara pakai vibrator bersama pasangan

Selain sendiri, Anda juga dapat memakai vibrator untuk mencoba pengalaman dan sensasi seksual yang berbeda dengan pasangan.

Jika Anda ingin menggunakan vibrator dengan pasangan, ada beberapa cara pemakaian yang penting untuk diketahui sebelumnya, yakni:

1. Pakai vibrator untuk foreplay

Sama seperti saat Anda bereksperimen mengenali letak titik sensitif dan menentukan tingkat getaran vibrator yang tepat, pasangan Anda juga perlu melakukan hal yang sama.

Izinkan pasangan Anda untuk menguji kecepatan vibrator pada bagian tubuhnya juga.

Begitu Anda berdua terbiasa dengan sensasi ini, ajak pasangan untuk memberikan rangsangan di bagian-bagian sensitif satu sama lain menggunakan vibrator.

2. Saat penetrasi

Saat penetrasi, vibrator juga bisa membantu menciptakan kesenangan tambahan sehingga memungkinkan terjadinya orgasme klitoris maupun vagina.

Selama penetrasi, tekan vibrator berlawanan dengan klitoris Anda, sedangkan pasangan Anda tetap melanjutkan gerakan menekan ke vagina.

Selain itu, Anda bisa memasukan vibrator ke dalam vagina saat pasangan sedang memberikan rangsangan oral (mulut) ke klitoris.

Anda bisa mengombinasikan cara menggunakan vibrator ini sesuai kreativitas Anda dan pasangan.

3. Jangan langsung bergantian pakai vibrator yang sama

Meskipun cara pakai vibrator bisa Anda variasikan sendiri sesuai selera, Anda tetap tak boleh sembarangan dalam menggunakannya.

Vibrator sebaiknya tidak digunakan langsung dari area kelamin pasangan ke area kelamin Anda, begitu pun sebaliknya.

Penting untuk selalu membersihkan vibrator sebelum dipakai secara bergantian.

Pasalnya, gantian pakai vibrator yang sama meningkatkan risiko penularan penyakit kelamin, seperti sifilis, gonore, atau klamidia.

Untuk mengetahui cara mencuci vibrator dengan benar, Anda perlu melihat petunjuk pada kemasan produk.

Setiap vibrator bisa terbuat dari material yang berbeda sehingga harus dibersihkan dengan cara-cara tertentu agar alat tidak mudah rusak.

4. Gunakan kondom agar lebih aman

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, terdapat risiko penularan infeksi menular seksual (IMS) saat vibrator digunakan bergantian dengan orang lain.

Cairan kelamin yang tertinggal pada vibrator bisa menyebarkan infeksi pada orang lain yang menggunakan alat tersebut.

Anda bisa mencegah penularan IMS dengan mengetahui kondisi pasangan Anda. Sayangnya, seseorang sering kali tidak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi penyakit kelamin.

Cara untuk mengurangi risiko penularan penyakit IMS saat menggunakan vibrator adalah dengan melapisi alat tersebut dengan pakai kondom.

Alat kontrasepsi ini dapat menjaga vibrator tetap bersih dan mencegah penularan penyakit kelamin pada orang lain.

Pastikan juga untuk mengganti kondom ketika sudah selesai memakai vibrator dan akan digunakan oleh pasangan Anda.

Vibrator adalah mainan seks yang biasa dipakai sendiri untuk masturbasi atau dengan pasangan saat berhubungan intim.

Namun, cara pakai vibrator yang sembarangan bisa berbahaya bagi kesehatan organ vital Anda.

Alih-alih membantu mencapai kepuasan seksual, Anda malah berisiko terinfeksi penyakit kelamin.

Jadi, pastikan Anda tetap memerhatikan kenyamanan dan keamanan saat pakai vibrator, ya!

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Erin D. Watson, Léa J. Séguin, Robin R. Milhausen, Sarah H. Murray.(2015). The Impact of a Couple’s Vibrator on Men’s Perceptions of Their Own and Their Partner’s Sexual Pleasure and Satisfaction. Men And Masculinities. Retrieved from https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/1097184X15595082

Herbenick, D., Reece, M., Sanders, S., Dodge, B., Ghassemi, A., & Fortenberry, J. D. (2009). Prevalence and characteristics of vibrator use by women in the United States: Results from a nationally representative study. The journal of sexual medicine, 6(7), 1857-1866.https://doi.org/10.1111/j.1743-6109.2009.01318.x

Herbenick, D., Reece, M., Sanders, S., Dodge, B., Ghassemi, A., & Fortenberry, J. (2009). Prevalence and Characteristics of Vibrator Use by Women in the United States: Results from a Nationally Representative Study. The Journal Of Sexual Medicine, 6(7), 1857-1866. https://doi.org/10.1111/j.1743-6109.2009.01318.x

Planned Parent Hood. (2021). Sex Toys. Retrieved 22 January 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/sex-pleasure-and-sexual-dysfunction/sex-and-pleasure/sex-toys

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 19/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.