backup og meta

8 Cara Menunda Kehamilan yang Aman dan Efektif

Menunda kehamilan merupakan pilihan yang sering diambil oleh pasangan suami istri karena berbagai alasan, seperti ingin fokus pada karier, kondisi kesehatan, atau kesiapan finansial dan mental. Untuk itu, penting mengetahui berbagai cara mencegah kehamilan yang aman dan sesuai dengan kebutuhan agar perencanaan keluarga dapat berjalan dengan baik.

8 Cara Menunda Kehamilan yang Aman dan Efektif

Pilihan cara menunda kehamilan

Menunda kehamilan merupakan pilihan yang sering diambil oleh pasangan suami istri karena berbagai alasan, seperti ingin fokus pada karier, kondisi kesehatan, atau kesiapan finansial dan mental. 

Untuk itu, penting mengetahui berbagai cara menunda kehamilan yang aman dan efektif agar perencanaan keluarga dapat berjalan dengan baik.

1. Kondom

Kondom adalah alat kontrasepsi berbentuk selubung tipis yang digunakan pada penis saat berhubungan seksual. 

Alat ini bekerja dengan cara menghalangi sperma masuk ke dalam vagina sehingga tidak dapat bertemu dengan sel telur. 

Kondom termasuk metode kontrasepsi yang mudah digunakan dan bisa dibeli tanpa resep dokter. 

Selain menunda kehamilan, kondom juga dapat membantu melindungi dari infeksi menular seksual. Agar efektif, kondom harus digunakan dengan benar setiap kali berhubungan seksual.

2. Pil KB

Pil KB merupakan kontrasepsi hormonal yang dikonsumsi setiap hari oleh wanita. Pil ini bekerja dengan cara menghambat ovulasi, yaitu proses pelepasan sel telur dari ovarium. 

Selain itu, pil KB juga menebalkan lendir serviks sehingga sperma lebih sulit mencapai sel telur. 

Jika dikonsumsi secara rutin sesuai aturan, pil KB cukup efektif untuk mencegah kehamilan. 

Namun, penggunaannya sebaiknya sesuai anjuran dokter karena dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang.

3. IUD

Bagi pasangan yang ingin menunda kehamilan dengan cara praktis, Anda bisa memilih IUD atau intrauterine device.

Alat kontrasepsi kecil ini berbentuk huruf T yang dipasang di dalam rahim oleh tenaga medis. Alat ini bekerja dengan cara menghambat pergerakan sperma sehingga tidak dapat membuahi sel telur. 

Ada dua jenis IUD yang umum digunakan, yaitu IUD tembaga dan IUD hormonal. Metode ini termasuk kontrasepsi jangka panjang yang dapat bertahan hingga beberapa tahun. 

IUD juga memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan.

4. KB Implan

KB implan adalah alat kontrasepsi hormonal berupa batang kecil yang ditanam di bawah kulit lengan atas. 

Implan akan melepaskan hormon secara perlahan untuk mencegah ovulasi. Hormon tersebut juga membuat lendir serviks menjadi lebih kental sehingga sperma sulit masuk ke rahim. 

Metode ini dapat mencegah kehamilan dalam jangka waktu sekitar 3 – 5 tahun. Pemasangan dan pelepasannya harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.

5. Pil darurat

Jika Anda dan pasangan telanjur terbawa suasana lau  berhubungan intim tanpa pengaman, Anda dapat mengonsumsi pil darurat. 

Pil ini bekerja dengan cara menunda atau mencegah ovulasi sehingga kehamilan dapat dicegah. Pil darurat sebaiknya diminum sesegera mungkin, idealnya sesegera mungkin diminum maksimal dalam waktu 72 jam setelah berhubungan seksual. 

Metode ini hanya digunakan dalam kondisi darurat dan tidak dianjurkan sebagai kontrasepsi rutin. Efektivitasnya juga dapat menurun jika dikonsumsi terlalu lama setelah hubungan seksual.

6. Amenore laktasi

Amenore laktasi adalah salah sati cara menunda kehamilan setelah melahirkan yang memanfaatkan proses menyusui. 

Menyusui secara eksklusif dapat menekan hormon yang memicu ovulasi sehingga menstruasi belum kembali. 

Metode ini dikenal sebagai Lactational Amenorrhea Method (LAM). Cara ini umumnya efektif jika bayi berusia kurang dari 6 bulan, ibu memberikan ASI eksklusif, dan menstruasi belum kembali. 

Jika salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, risiko kehamilan dapat meningkat.

7. Senggama terputus alias ‘cabut singkong’

Cara menjarakkan kehamilan lainnya yaitu dengan metode cabut singkong. Metode ini juga dikenal sebagai metode senggama terputus dilakukan dengan cara menarik penis keluar dari vagina sebelum ejakulasi.

Tujuannya adalah agar sperma tidak masuk ke dalam vagina. Meski sederhana, metode ini memiliki tingkat kegagalan yang cukup tinggi. 

Hal ini karena cairan pra-ejakulasi dapat mengandung sperma yang tetap berpotensi menyebabkan kehamilan. 

Dikutip dari Planned Parenthood, metode ini juga membutuhkan kontrol diri yang baik dari pasangan pria.

8. Metode tanggal

Metode tanggal atau metode kalender dilakukan dengan menghitung masa subur dalam siklus menstruasi wanita. 

Pasangan akan menghindari hubungan seksual atau menggunakan perlindungan tambahan selama masa subur. 

Metode ini memerlukan pencatatan siklus menstruasi secara teratur agar perhitungan masa subur lebih akurat. 

Cara ini lebih cocok bagi wanita dengan siklus haid yang teratur. Namun, efektivitasnya bisa lebih rendah dibandingkan metode kontrasepsi lainnya.

Kesimpulan

Setiap metode menunda kehamilan memiliki cara kerja, kelebihan, serta tingkat efektivitas yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi pasangan untuk memahami masing-masing metode sebelum menentukan pilihan.

Dalam memilih metode kontrasepsi, pertimbangkan faktor seperti kondisi kesehatan, kenyamanan penggunaan, serta rencana memiliki anak di masa depan. Beberapa metode mungkin lebih cocok untuk penggunaan jangka pendek, sementara yang lain dirancang untuk mencegah kehamilan dalam jangka waktu lebih lama.

Perlu dipahami juga bahwa menstruasi yang datang atau penggunaan obat maupun bahan tertentu untuk melancarkan haid tidak otomatis berarti kehamilan dapat dicegah. 

Jika Anda pernah mendengar anggapan bahwa pelancar haid bisa mencegah kehamilan, penting untuk memahami faktanya agar tidak mengandalkan metode yang belum terbukti efektif sebagai kontrasepsi.

Jika masih ragu menentukan metode yang tepat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan.

FAQ

1. Apa cara paling efektif untuk menunda kehamilan?

Icon Chevron

Metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD dan implan termasuk pilihan yang sangat efektif untuk mencegah kehamilan karena pengguna tidak perlu mengingat penggunaannya setiap hari.

Namun, metode yang paling tepat tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, kenyamanan, serta rencana kehamilan Anda selanjutnya.

WHO menekankan bahwa pemilihan kontrasepsi sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi masing-masing individu.

2. Bagaimana cara menunda kehamilan tanpa menggunakan KB hormonal?

Icon Chevron

Beberapa pilihan nonhormonal antara lain kondom, IUD tembaga, serta metode kesadaran masa subur seperti kalender.

Senggama terputus juga dapat digunakan, tetapi efektivitasnya lebih rendah dibandingkan banyak metode kontrasepsi modern.

Kondom memiliki keuntungan tambahan berupa perlindungan terhadap sebagian besar infeksi menular seksual jika digunakan dengan benar.

3. Bagaimana cara mencegah kehamilan setelah berhubungan tanpa pengaman?

Icon Chevron

Kontrasepsi darurat dapat digunakan setelah hubungan seksual tanpa perlindungan atau ketika metode kontrasepsi gagal, misalnya kondom robek.

Pil kontrasepsi darurat sebaiknya digunakan sesegera mungkin. Bergantung pada jenisnya, pil dapat digunakan dalam waktu hingga 3–5 hari setelah berhubungan.

IUD tembaga juga dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat hingga 5 hari setelah hubungan seksual dan sekaligus memberikan perlindungan kontrasepsi jangka panjang.

4. Apakah menyusui bisa mencegah kehamilan?

Icon Chevron

Bisa, tetapi hanya jika memenuhi ketentuan metode amenore laktasi atau Lactational Amenorrhea Method (LAM).

Metode ini terutama dapat diandalkan bila bayi berusia kurang dari 6 bulan, ibu belum mengalami menstruasi kembali, dan bayi mendapatkan ASI secara penuh atau hampir penuh dengan frekuensi menyusu yang cukup.

Jika salah satu kondisi tersebut tidak lagi terpenuhi, sebaiknya gunakan metode kontrasepsi lain.

5. Apakah setelah berhenti menggunakan KB bisa langsung hamil?

Icon Chevron

Kemungkinan hamil kembali bergantung pada metode kontrasepsi yang digunakan dan kondisi setiap orang.

Pada beberapa metode, kesuburan dapat kembali dengan cepat setelah penggunaan dihentikan. Sebagai contoh, WHO menyatakan bahwa kesuburan kembali segera setelah IUD dilepas.

Oleh karena itu, jika belum merencanakan kehamilan, gunakan metode kontrasepsi pengganti sebelum menghentikan metode sebelumnya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Queensland Goverment. (N.d.). Retrieved 13 March 2026, from https://www.health.qld.gov.au/newsroom/features/types-contraception-women-condoms-pill-iud-ring-implant-injection-diaphragm

Contraception and Preventing Pregnancy. (n.d.). Retrieved 13 March 2026, from https://opa.hhs.gov/reproductive-health/preventing-pregnancy-contraception

Editor. (2022). How to Avoid Pregnancy. Retrieved 13 March 2026, from https://americanpregnancy.org/unplanned-pregnancy/how-to-avoid-pregnancy/

Contraception and Birth Control Methods. (n.d.). Retrieved 13 March 2026, from https://www.cdc.gov/contraception/about/index.html

Birth Control Methods: How Well Do They Work? (for Teens) | Nemours KidsHealth. (n.d.). Retrieved 13 March 2026, from https://kidshealth.org/en/teens/bc-chart.html

Planned Parenthood. (N.d.). Retrieved 13 March 2026, from https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/withdrawal-pull-out-method

Pulling Out as Birth Control: What to Know. (n.d.). Retrieved 13 March 2026, from https://www.acog.org/womens-health/experts-and-stories/the-latest/pulling-out-as-birth-control-what-to-know

Safdari-Dehcheshmeh, F., Noroozi, M., Taleghani, F., & Memar, S. (2023). Factors Influencing the Delay in Childbearing: A Narrative Review. Iranian journal of nursing and midwifery research, 28(1), 10–19. https://doi.org/10.4103/ijnmr.ijnmr_65_22

Versi Terbaru

12/08/2026

Ditulis oleh Wicak Hidayat

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

Diperbarui oleh: Wicak Hidayat


Artikel Terkait

Kondom Getar, Sensasi Tambahan untuk Mencapai Orgasme

Mengenal Swinger, Bertukar Pasangan Seks dengan Orang Lain


Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Wicak Hidayat · Tanggal diperbarui 7 jam lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan