Revenge Porn, Balas Dendam Ketika Hubungan Cinta Kandas

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update April 1, 2020
Bagikan sekarang

Kita kerap mendengar berita tersebarnya video hubungan seksual antar sepasang kekasih terutama di kalangan remaja. Kerap disebut revenge porn, tindakan ini masih menjadi keprihatinan yang perlu ditelisik lebih jauh.

Apa itu revenge porn?

revenge porn

Revenge porn merupakan sebuah tindakan penyebaran materi pribadi yang bersifat seksual tanpa persetujuan orang yang muncul di dalamnya. Materi tersebut paling sering berupa video dan foto, tapi bisa juga berupa pesan ancaman.

Sama seperti namanya, tindakan ini dilakukan untuk balas dendam pada pihak yang telah membuat si pelaku sakit hati. Biasanya, hal ini dilakukan saat salah satu pihak tidak senang dengan kandasnya hubungan percintaannya.

Sering kali video atau foto yang tersebar juga disertai oleh informasi seputar pihak yang menjadi korban revenge porn. Dari nama lengkap sampai informasi tentang di mana ia bekerja atau belajar kerap disebar kepada publik.

Alasan seseorang melakukan revenge porn

break up

Memang, ketika manusia merasa terluka dan dikhianati, seringnya perasaan ini juga diikuti dengan kemarahan dan dorongan untuk menimbulkan rasa sakit yang sama pada orang yang menyebabkannya.

Sayangnya, tak semua orang memiliki kontrol yang baik terhadap emosinya masing-masing. Beberapa yang sudah terlanjur mendendam pun memikirkan sebuah cara yang sekiranya tidak berbahaya tapi tetap dapat membuat sasarannya malu dan tersakiti.

Revenge porn dianggap menjadi sebuah cara yang lebih mudah dilakukan. Pasalnya pelaku tidak harus menyerang sasarannya secara langsung. Terlebih perbuatan ini seringnya dilakukan di ranah media sosial.

Tujuannya, semakin banyak orang yang melihat video atau foto yang dibagikan, maka semakin besar pula rasa malu yang akan ditanggung oleh sasarannya.

Selain itu, menonton atau melihat konten-konten yang berbau porno bukanlah hal yang tidak biasa mengingat seks merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia.

Saking sering dianggap menjadi sesuatu yang wajar, pornografi membuat seseorang memandang revenge porn sebagai tindakan yang dibenarkan atau dalam kata lain bukanlah masalah yang besar.

menonton porno

Sebagai contoh, pada 2010 seorang pemuda pernah membuat situs web yang memperbolehkan para pengunjungnya untuk mengirimkan foto-foto vulgar secara anonim.

Kebanyakan yang dikirim adalah foto-foto mantan pasangan yang nantinya akan diunggah di situs tersebut.

Hanya dalam waktu 3 bulan, situs web sudah menerima lebih dari 10.000 kiriman foto. Hal ini tentunya menjadi kontroversi, apalagi dalam situs tersebut juga disediakan forum yang berisi komentar-komentar tidak senonoh dan bersifat melecehkan.

Kejadian di atas semakin membenarkan secara sadar ataupun tidak, pornografi dapat berkontribusi pada berkurangnya empati terhadap orang lain.

Mereka memposisikan orang dalam video tersebut bukan sebagai korban pelecehan.

Mereka yang menikmati konten revenge porn mungkin tidak berpikir bahwa di balik video itu, ada orang-orang yang tersakiti dan tertekan secara mental.

Revenge porn bisa terjadi pada siapa saja, tapi umumnya terjadi pada perempuan terutama di kisaran umur belasan sampai 24 tahun. Pelaku tindakan ini juga biasanya adalah kaum laki-laki.

Dari survei yang dilakukan tahun 2004 pada 310 laki-laki, peneliti menemukan bahwa laki-laki memiliki tendensi untuk mengerahkan kekuasaan atas perempuan termasuk melalui seks.

Lewat ancaman revenge porn, laki-laki mungkin merasa memiliki kekuatan dari reaksi pasangannya yang ketakutan.

Dampak yang dirasakan oleh korban

mengatasi trauma pelecehan seksual

Pengacara Sarah Bloom mengatakan sudah seharusnya revenge porn diklasifikasikan sebagai pelanggaran seksual karena dampak yang ditimbulkan serupa dengan kekerasan dan pelecehan seksual lainnya.

Luka batin yang timbul akibat perbuatan ini bisa saja memberikan efek yang mengubah hidup korban.

Hampir semua partisipan yang memberikan tanggapan pada sebuah penelitian menyatakan bahwa mereka jadi sulit percaya pada orang lain, meski orang tersebut tidak memiliki maksud yang buruk.

Para korban juga tentunya merasa malu dan terkadang menyalahkan diri mereka sendiri. Besarnya rasa malu itu membuat mereka ragu untuk melapor ke pihak yang berwenang.

Mereka takut jika masa lalu dan kehidupan pribadi mereka akan dipublikasikan. Terutama jika pelakunya adalah pasangan sendiri, bisa saja mereka tidak akan mendapat keadilan yang seharusnya.

Mereka pun merasa melaporkan kejadian ini adalah hal yang sia-sia.

Dalam jurnalnya, Frazier mengatakan bahwa korban kekerasan seksual kerap kehilangan kontrol akan dirinya sendiri. Ketika hal ini terjadi, mereka akan merasakan lebih banyak tekanan dan trauma.

Mereka merasa bahwa reputasi mereka di depan orang lain telah menjadi buruk. Mereka enggan untuk bertemu banyak orang karena takut akan mendapatkan penilaian yang tidak menyenangkan dari masyarakat di sekitarnya.

Beberapa masalah mental yang sering mendera korban revenge porn juga bisa berupa PTSD (post-traumatic stress disorder) dan serangan panik.

Pada beberapa kasus, sebagian dari mereka mengalihkan perasaan tersebut dengan konsumsi alkohol berlebihan sebagai cara instan untuk melupakan kejadian tersebut walau hanya sejenak.

Biasanya hal ini dilakukan ketika mereka tidak menemukan jalan keluar atas efek yang diderita.

Jika terjadi, cari bantuan profesional

psikolog dan psikiater

Terkadang, korban tidak memiliki kendali atas terjadinya revenge porn. Tidak ada yang mengetahui kondisi psikologis korban saat mengalami hal tersebut, apalagi jika korban diancam.

Kemungkinan lainnya, foto dan video yang disebar merupakan sesuatu yang diambil tanpa sepengetahuan korban.

Bila telah terjadi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

  • Cari bantuan profesional yang bisa melindungi korban secara mental dan hukum. Beberapa lembaga seperti Komnas Perempuan akan menerima laporan dengan tangan terbuka. Anda juga bisa menghubungi Lembaga Bantuan Hukum yang ada di kota masing-masing untuk mendapat perlindungan hukum.
  • Bicaralah dengan orang terdekat yang terpercaya, mau mendengar keluhan, dan bersedia menemani korban melalui proses pemulihan. Cari seorang psikiater atau seorang ahli yang berspesialisasi di bidang seksual agar bisa memahami trauma Anda. Perawatan ini juga akan memberikan strategi pemulihan yang tepat dan bisa dilakukan sehari-hari.
  • Hubungi akun-akun media sosial yang ikut menyebarkan untuk menghapus foto dan video, atau bisa juga gunakan fitur report yang telah disediakan.
  • Jika hal ini terjadi pada teman atau orang terdekat Anda, dampingi terus sambil melakukan bantuan yang sekiranya bisa Anda berikan tanpa menghakimi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alasan Psikologis Kenapa Banyak Pria Suka Nonton Porno

Penasaran kenapa pria suka nonton film porno? Sebetulnya ada tiga hal yang bisa menjelaskannya dari sisi psikologis. Salah satunya mungkin Anda alami.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Hidup Sehat, Psikologi Agustus 11, 2017

Awas, Pria yang Kecanduan Pornografi Malah Berisiko Alami Impotensi

Berapa kali Anda menonton pornografi dalam seminggu? Hati-hati, lho. Para ahli menguak kalau kecanduan pornografi berdampak pada risiko disfungsi ereksi.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara Juni 10, 2017

Bagaimana Video Porno Bisa Merusak Otak Anda?

Riset menunjukkan bahwa bukan hanya video porno bisa merusak otak, tapi juga bisa menimbulkan kecanduan yang lebih parah dari narkoba.

Ditulis oleh Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Fakta Unik Maret 24, 2017

6 Cara Terbebas dari Kecanduan Film Porno

Jika Anda sudah sampai tahap gelisah dan tak tenang jika belum menonton film porno, ini tanda Anda sudah kecanduan.

Ditulis oleh Satria Perdana
Hidup Sehat, Seks & Asmara Desember 31, 2016

Direkomendasikan untuk Anda

Mantan Pacar Pasangan Suka Meneror Kehidupan Anda? Hadapi dengan 3 Tips Ini

Mantan Pacar Pasangan Suka Meneror Kehidupan Anda? Hadapi dengan 3 Tips Ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang November 23, 2019
Tanda Mantan Mengajak Balikan dan Cara Menolaknya dengan Baik

Tanda Mantan Mengajak Balikan dan Cara Menolaknya dengan Baik

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Oktober 3, 2019
4 Tips Sukses Co-Parenting, Merawat Anak Bersama Mantan Setelah Bercerai

4 Tips Sukses Co-Parenting, Merawat Anak Bersama Mantan Setelah Bercerai

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal tayang Agustus 23, 2019
Berapa Kali Nonton Porno yang Masih Dianggap Normal? Ini Kata Para Ahli

Berapa Kali Nonton Porno yang Masih Dianggap Normal? Ini Kata Para Ahli

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal tayang September 19, 2017