Kenapa Penis Bisa Kesemutan, dan Apakah Berbahaya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sama seperti bagian tubuh lain seperti tangan dan kaki, penis juga bisa kesemutan. Pasalnya, organ intim laki-laki tersebut bersifat sensitif dan membutuhkan aliran darah yang lancar. Penis kesemutan biasanya terjadi pada atlet atau pengendara sepeda. Namun, kondisi tersebut juga bisa dialami oleh siapa saja. Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja penyebab dan cara mengatasi masalah penis yang kesemutan, simak penjelasan berikut ini.

Gejala penis kesemutan

Saat penis kesemutan, awalnya mungkin Anda merasakan penis dan skrotum (buah zakar) seperti kebas atau mati rasa. Setelah itu, area organ intim Anda tersebut bisa jadi terasa dingin dan kesemutan. Jika Anda bergerak atau menyentuh penis dan skrotum, area penis dan skrotum Anda bisa terasa sakit seperti tertusuk jarum.

Mengapa penis bisa kesemutan?

Ada beberapa penyebab dan faktor risiko penis terasa kesemutan. Berikut adalah beberapa kemungkinannya.

1. Terlalu lama bersepeda atau duduk

Duduk terlalu lama di atas sadel sepeda atau di kursi bisa menyebabkan penis kesemutan. Ketika Anda duduk, terjadi tekanan saraf dan pembuluh darah di area tubuh yang sensitif, yaitu perineum. Pada laki-laki, perineum terdapat di antara anus dan penis. Perineum Anda terdiri dari saraf dan pembuluh darah. Maka, tekanan saraf serta pembuluh darah pada perineum bisa menyebabkan kerusakan saraf, pembengkakan, aliran darah tidak lancar, hingga aliran darah terhambat (blockage). Inilah yang membuat penis dan skrotum Anda terasa kebas, kesemutan, atau nyeri.

Pada pengendara sepeda, masalah ini cukup umum terjadi. Menurut sebuah penelitian di Jerman, sejumlah 70% pengendara sepeda mengalami gangguan tersebut. Bahkan penelitian lain di Amerika Serikat yang dimuat dalam Journal of Urology mengungkapkan bahwa bersepeda sejauh 300 kilometer atau lebih tanpa jeda berisiko menyebabkan impotensi.  

2. Kekurangan hormon testosteron

Anda yang kekurangan hormon testosteron juga berisiko mengalami penis kesemutan. Pasalnya, hormon testosteron berfungsi untuk menjaga kesehatan penis. Kurang hormon testosteron bisa membuat aliran darah menuju area perineum tidak lancar. Akibatnya, penis dan skrotum mungkin terasa kebas atau kesemutan.

3. Penyakit atau gangguan saraf

Jika Anda sering mengalami penis kesemutan, Anda mungkin mengidap penyakit atau gangguan saraf tertentu. Penyakit yang menyebabkan gangguan atau kerusakan saraf seperti diabetes, multiple sclerosis, dan penyakit Peyronie diketahui bisa menyebabkan penis terasa kesemutan. Biasanya penyakit-penyakit tersebut juga mengakibatkan impotensi.

Mencegah dan mengatasi penis kesemutan

Ketika penis mulai kesemutan, cobalah untuk berdiri supaya area perineum Anda tidak tertekan lagi. Biasanya setelah aliran darah kembali normal, rasa kesemutan akan hilang sendiri dalam beberapa menit. Namun, jika kondisi ini tak membaik juga, segera hubungi dokter atau layanan kesehatan.

Untuk mencegah penis kesemutan, berdiri dari sadel saat bersepeda bisa membantu mengurangi tekanan pada area perineum. Jika memungkinkan, menepilah sejenak dan berdiri kalau Anda sudah bersepeda terlalu lama. Anda juga sebaiknya memilih sadel yang lebih lebar. Tekanan yang Anda rasakan akan berkurang karena menyebar ke seluruh permukaan, tak hanya pada satu titik saja.

Bila penis sering kesemutan padahal Anda tidak sering bersepeda atau duduk kelamaan, bisa jadi penyebabnya adalah penyakit atau gangguan yang terselubung. Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Langsung menangani penyakitnya bisa mencegah dan mengobati penis kesemutan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Saat ini hampir semua tempat makanan atau minuman terbuat dari wadah plastik. Namun, sebelum menggunakannya, ketahui dulu kode dari masing-masing wadah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ada yang bilang kita sudah tak boleh minum air yang disimpan dalam botol plastik hangat. Misalnya karena ditinggal di mobil seharian. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Anda pasti tahu mengayuh sepeda tentunya lebih sehat dibanding naik mobil. Tapi, apa sebenarnya manfaat bersepeda bagi kesehatan tubuh kita?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

orgasme tanpa disentuh

3 Hal yang Bisa Membuat Anda Orgasme Tanpa Disentuh

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
pasien koma masih sadar atau tidak

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tidak puas dengan pekerjaan berbahaya bagi kesehatan

Tidak Menikmati Pekerjaan di Masa Muda, Bisa Membahayakan Kesehatan di Masa Depan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
resep pasta gandum

3 Resep Pasta Gandum Rendah Kalori yang Mudah Dimasak

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit