Keseringan Selfie Bikin Hubungan Asmara Mudah Kandas, Kata Penelitian

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Mengambil foto bisa mengabadikan momen indah bersama orang yang Anda sayangi. Mulai dari keluarga, teman, tokoh yang Anda kagumi, dan tentu bersama pasangan. Namun, baru-baru ini hasil penelitian menemukan bahwa selfie (mengambil potret diri) bisa merusak hubungan dengan pasangan. Kenapa bisa begitu?

Mengapa keranjingan selfie dapat merusak hubungan?

Bukan hal yang aneh jika Anda melihat banyak pasangan yang dimadu cinta melakukan selfie. Anda juga pasti pernah melakukannya, bukan? Tujuannya untuk mengabadikan momen bersama sekaligus memamerkan kemesraan. Namun, Anda perlu waspada sebab baru-baru ini studi mengungkapkan dampak selfie pada kehidupan percintaan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal Telematics and Informatics melaporkan bahwa selfie tidak hanya dapat membahayakan diri sendiri, tapi juga bisa merusak hubungan romantis. Ya, Anda pasti sudah banyak melihat berita mengenai kecelakaan saat sedang selfie, seperti jatuh dari ketinggian, tertabrak, dan kejadian membahayakan lainnya.

Penelitian tersebut mengungkapkan alasan mengapa selfie dapat memberikan dampak negatif pada kehidupan percintaan, yaitu:

1. Selfi memicu kecemburuan

Setelah puas ber-selfie ria, sebagian besar dari Anda mungkin mengunggah foto tersebut ke media sosial, seperti Facebook, Instagram, atau Twitter. Sebagian lagi, hanya menyimpan foto tersebut di ponsel atau kamera.

Sebenarnya, sah-sah saja jika Anda mengunggah foto tersebut ke media sosial. Namun, pertimbangkan lebih dahulu apakah foto tersebut memang perlu disebarluaskan pada teman-teman Anda atau tidak. Ingat, tidak semua foto pantas untuk diunggah karena bisa juga mengundang komentar yang tidak Anda sukai.

Lantas, bagaimana selfie bisa merusak hubungan? Ini erat kaitannya dengan respon publik, seperti likes dan komentar. Saat Anda menggunggah foto bersama pasangan ke media sosial, orang-orang dengan bebas bisa memberikan beragam komentar. Misalnya, “cewek kamu cantik banget, pake ‘jurus’ apa kok bisa kepincut?” atau “mau dong, jadi ceweknya…” dan semacamnya.

Meski hanya gurauan, hal ini bisa menimbulkan kecemburuan di hati Anda maupun pasangan. Apalagi jika pasangan sangat terobsesi dengan jumlah likes. Jika postingan dirinya mendapat likes lebih sedikit dan tidak sesuai harapannya, tentu ia merasa tidak senang dan iri. Hal ini bisa memicu perselisihan dan membuat hubungan tidak langgeng.

2. Menimbulkan kesalahpahaman yang memicu pertengkaran

penyebab hubungan renggang

Untuk mendapatkan foto selfie yang bagus, kadang butuh berkali-kali jepret. Ketidakpuasaan ini pasti akan menghabiskan banyak waktu Anda bersama pasangan. Bukannya saling memadu kasih dan bertukar cerita setelah seharian tidak bertemu, Anda justru jadi sangat sibuk mengubah posisi dan mencari angle kamera yang bagus. Bahkan membuat Anda atau pasangan harus berbohong mengenai kehidupan sesungguhnya untuk mendapatkan perhatian, komentar, dan likes yang sesuai harapan.

Melalui selfie, kehidupan jadi lebih terekspos. Apalagi waktu yang seharusnya dihabiskan untuk memadu kasih, malah terpakai untuk mengambil selfie yang bagus. Ini bisa membuat pasangan Anda jadi tidak nyaman dan bete karena merasa diabaikan.

Selain itu, obsesi pasangan dengan selfie bisa menimbulkan kecurigaan dan kesalahpahamanan. Misalnya, menuduh Anda caper atau berniat mencari kekasih baru. Jika hal ini terus berlanjut, hubungan yang Anda jalin bisa memicu pertengkaran dan berakhir dengan perpisahan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca