Awas! Meniup Vagina Bisa Berakibat Sangat Fatal

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/05/2020
Bagikan sekarang

Ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan, Anda dan pasangan pasti ingin melakukan beberapa variasi agar seks lebih menarik. Tidak ada salahnya memang, tapi Anda perlu tahu bahwa ada hal-hal yang terlihat biasa saja, faktanya justru bisa berbahaya. Contohnya, saat melakukan oral seks, meniup vagina mungkin terlihat sepele dan ‘menggoda’, padahal ada banyak risiko di balik aksi itu.

Apa yang terjadi kalau kita meniup vagina?

Berikut ini beberapa kondisi yang mungkin saja bisa terjadi jika seseorang meniup vagina dengan kekuatan kencang:

1. Emboli udara

Meniup vagina dapat menyebabkan kondisi yang disebut emboli udara. Memang jarang sekali kasus seperti ini terjadi, karena emboli udara dapat terjadi jika ada luka di vagina atau rahim. Emboli udara seringnya terjadi karena adanya udara yang tidak normal pada sistem kardiovaskular. Biasanya kondisi ini lebih mungkin terjadi pada perempuan yang pembuluh panggulnya membesar karena trauma atau kehamilan. Udara yang ditiupkan ke dalam vagina dapat menyebabkan udara masuk ke pembuluh darah, risiko penyumbatan pun bisa terjadi.

Gelembung udara tersebut tidak hanya masuk ke pembuluh darah, tapi juga bisa berjalan ke otak, paru-paru, dan fatalnya dapat masuk ke jantung. Risiko yang ditimbulkan saat gelembung udara masuk ke jantung adalah serangan jantung dan stroke. Selain itu, gagal pernapasan pun bisa terjadi.

Kondisi gelembung udara di dalam tubuh ini tak hanya bisa disebabkan oleh meniup vagina, tapi juga bisa terjadi sebagai dampak dari prosedur operasi dan penyuntikan, serta trauma pada paru-paru. Gejala dari emboli udara yang berat adalah kesulitan bernapas, nyeri dada, nyeri sendi, stroke, kehilangan kesadaran, dan tekanan darah rendah.

Ketika Anda terdeteksi mengalami emboli udara, dokter akan mengarahkan posisi duduk yang tepat untuk membantu menghentikan emboli udara berdampak pada otak, jantung, dan paru-paru. Pada kasus yang parah, operasi dapat menjadi alternatif untuk mengatasi emboli udara.

2. Pneumoperitoneum

Selain kondisi emboli udara, risiko lainnya adalah pneumoperitoneum, yaitu gas bebas yang terjebak dalam rongga peritoneum (membran yang melapisi rongga perut dan panggul), tapi berada di luar lumen usus. Salah satu penyebab dari pneumoperitoneum adalah meniupkan udara pada vagina. Anda atau pasangan Anda mungkin ingin mengecup vagina sambil bermain-main dengan cara meniup-niupkan udara, untuk memberi sensasi menyenangkan yang perempuan rasakan. Namun, terkadang udara yang tertiup tidak terhitung jumlahnya. Mungkin Anda dan pasangan merasa bahwa udara tersebut tidaklah membawa pengaruh. Faktanya, tanpa kita sadari udara tersebut dapat masuk dalam jumlah yang besar. Udara menemukan jalan menuju rahim, menyebar melalui tuba fallopi, lalu ke perut, dan akhirnya kondisi pneumoperitoneum pun terjadi.

Kondisi pneumoperitoneum dikaitkan dengan potensi bahaya perforasi aliasnya berlubangnya usus. Selain disebabkan oleh meniup vagina, kondisi ini juga bisa terjadi pada:

  • Pasien yang telah menjalani histerektomi (pengangkatan rahim)
  • Perempuan hamil dan baru saja melahirkan.

Meniup vagina saat seorang wanita sedang hamil juga dapat menyebabkan udara dalam jumlah banyak masuk ke pembuluh darah rahim, berujung pada emboli udara yang mematikan

Seberapa fatal dampak meniupkan udara pada vagina?

Tingkat keseriusan dari penyumbatan tergantung pada bagian tubuh mana yang terkena pasokan pembuluh darah yang mengandung gelembung udara, contohnya:

  • Anda mungkin akan kehilangan kesadaran tiba-tiba, jika gelembung tersebut dialirkan arteri menuju ke otak. Selain kehilangan kesadaran, kejang dan stroke juga bisa terjadi.
  • Jika gelembung udara terdapat pada arteri koroner, ini dapat menyebabkan serangan jantung, atau denyut jantung yang tidak normal.
  • Ketika emboli udara terjadi pada pembuluh darah paru-paru, ini dapat menyebabkan emboli paru-paru.

Jadi, meniup vagina boleh atau tidak?

Tidak hanya melalui seks oral yang melibatkan  tiupan pada vagina, tetapi juga ada beberapa posisi seks yang dapat memicu terjadinya emboli udara, bisa juga dengan cara memasukkan jari pada vagina. Jadi, ketika Anda atau pasangan merasakan sensasi menyenangkan saat vagina diberikan tiupan-tiupan, kembali ingat risiko yang ditimbulkan. Memang jumlah udara yang kecil tidak terlalu berisiko, namun kita tidak bisa mengukur berapa persisnya jumlah udara yang masuk.

BACA JUGA:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Menurut penelitian, lebih sering berhubungan seks bisa membantu perempuan memperlambat datangnya masa menopause. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020

6 Tanda Pasangan Anda Selingkuh

Sikap pasangan yang berubah drastis bisa menjadi tanda-tanda bahwa ia sedang selingkuh. Apa saja tanda-tanda yang bisa diperhatikan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Suami Tiba-tiba Mengaku Gay, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Suami akhirnya mengaku bahwa ia gay setelah Anda mencurigai tanda dan sikapnya selama ini. Apa yang bisa istri lakukan pada situasi ini?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Direkomendasikan untuk Anda

air mani keluar saat puasa

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
cara membersihkan vibrato mainan seks sex toys

Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
masker vagina

Apakah Masker Vagina Aman untuk Digunakan? Ini Jawabannya

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
efek samping pakai vibrator terlalu sering

Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020