9 Jenis Bentuk Vagina Dilihat dari Posisi Labia (Bibir Vagina)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Meski fungsinya sama, faktanya vagina memiliki bentuk, ukuran, dan warna yang berbeda-beda pada tiap wanita. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa karakterisik dan bentuk vagina tiap orang cukup unik. Agar tak lagi bertanya-tanya, yuk simak berbagai bentuk vagina beserta fakta menarik lainnya seputar organ reproduksi yang satu ini.

Mengenal anatomi vagina

Tampak luar vagina dan vulva (sumber: Our Bodies Ourselves)

Dr. Suzy Elneil, seorang konsultan urogynaecology dan uroneurology di University College Hospital, London, menyatakan bahwa vagina memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dan lainnya.

Vagina merupakan sebuah tabung yang menjadi pintu masuk menuju leher rahim. Dalam BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynaecology, dikatakan bahwa vagina memiliki kedalaman rata-rata 9,6 cm. Bahkan, kedalaman vagina dari pintu masuk awal hingga ujung serviks bisa mencapai 17,7 cm.

Vagina terdiri dari beberapa bagian penting, yaitu:

Bukaan vagina

Bagian yang satu ini disebut juga dengan vestibule vagina atau introitus. Bagian ini terletak di antara uretra dan anus. Bukaan ini merupakan tempat darah haid keluar dari tubuh dan menjadi jalan keluar bayi saat melahirkan. Bukaan ini juga menjadi jalan masuk penis saat berhubungan seksual.

Dinding vagina

Dinding vagina terbuat dari otot yang ditutupi oleh selaput lendir mirip dengan jaringan di mulut. Dindingnya mengandung lapisan dengan banyak serat elastis. Permukaannya juga terdiri dari rugae atau lipatan jaringan esktra yang membuat vagina bisa meregang saat berhubungan seks dan melahirkan.

Jaringan dinding vagina biasanya mengalami perubahan akibat hormon selama siklus haid. Sel-sel di bagian luarnya menyimpan glikogen. Selama ovulasi, lapisan ini akan luruh. Glikogen akan diuraikan oleh bakteri dan membantu mempertahankan tingkat pH untuk melindungi vagina dari bakteri dan jamur berbahaya.

Selaput dara

Selaput dara atau hymen adalah selaput tipis yang mengelilingi lubang vagina. Bagian ini biasanya memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda. Namun, sebagian besar selaput dara berbentuk setengah lingkaran.

Ketika seseorang pertama kali melakukan hubungan intim, selaput dara biasanya akan robek. Namun, bagian ini juga bisa robek ketika Anda melakukan berbagai olahraga berat.

Bentuk dan tipe selaput dara tertentu biasanya dapat mengganggu aliran darah haid, saat memakai tampon, atau saat melakukan seks. Adapun berbagai bentuk selaput dara yang biasanya cukup mengganggu, yaitu:

  • Selaput dara imperforate, menutupi seluruh lubang vagina sehingga menghalangi aliran darah haid.
  • Selaput dara microperforate, selaputnya sangat tipis dan hampir sepenuhnya menutupi lubang vagina.
  • Selaput dara septate, memiliki jaringan tambahan yang membuat ada dua lubang di dalamnya.

Berbagai bentuk vagina

memasukkan jari ke vagina

Ketika orang menyebutkan bentuk atau tampilan vagina, maka yang sebenarnya dibicarakan adalah labia (bibir vagina). Ada beberapa bentuk labia yang cukup umum, namun bisa juga ada jenis yang lain yang tidak bisa dimasukkan ke dalam kategori tertentu. Berikut rinciannya:

1. Asymmetrical inner lips

bentuk vagina asymmetrical

Tipe ini memiliki labia minora (bibir bagian dalam) yang lebih panjang, lebih tebal, dan lebih besar dari yang lainnya. Dikarenakan ukuran keduanya tidak sama maka tipe yang satu ini disebut asimetris.

2. Curved outer lips

bentuk vagina curved

Bentuk yang satu ini ditunjukkan dengan lubang vagina yang lebih lebar di bagian atasnya sehingga memperlihatkan bagian labia minora. Sementara itu, labia mayora terlihat menutup ke arah bawah sehingga terlihat seperti tapal kuda.

3. Prominent inner lips

bentuk vagina promminent inner

Bentuk vagina yang satu ini terlihat dari labia minora yang lebih panjang dan menonjol dibandingkan dengan labia mayoranya. Namun, perbedaan panjangnya mungkin tidak begitu mencolok karena bisa jadi bibir bagian dalam vaginanya hanya menonjol sedikit keluar.

4. Prominent outer lips

bentuk vagina promminent outer

Kebalikan dari prominent inner lips, bentuk vagina yang satu ini memiliki labia mayora yang lebih menonjol dan lebih rendah dari vulva. Oleh karena itu, biasanya Anda memiliki kulit yang lebih tebal atau lebih tipis di salah satu bagian bibirnya.

5. Long dangling inner lips

bentuk vagina long dangling inner

Tipe vagina yang satu ini memiiki bentuk bibir bagian dalam yang menonjol. Biasanya bentuk labia minoranya bahkan menjuntai hingga 2,5 cm atau lebih melewati labia mayora. Oleh karena itu, tak jarang labia terlihat menonjol saat Anda menggunakan celana dalam. Pasalnya, ada lipatan tambahan pada bibir vagina Anda.

6. Long dangling outer lips

bentuk vagina long dangling outer

Kebalikan dari sebelumnya, tipe yang satu ini biasanya memiliki bibir luar vagina yang lebih menonjol. Oleh karena itu, lipatan labia bisa terlihat di luar celana dalam Anda.

7. Small, open lips

bentuk vagina small open

Pada bentuk yang satu ini, labia mayora rata dan menempel pada tulang kemaluan Anda. Namun, ada celah sedikit yang membuat labia minora tetap terlihat.

8. Small closed lips

bentuk vagina small closed

Pada bentuk yang satu ini labia mayora Anda tidak bisa dipisahkan dan terkesan rapat. Oleh karena itu, bibir bagian dalam Anda benar-benar tertutup dan tak terlihat. Biasanya, bentuk yang satu ini paling umum di antara bentuk yang lainnya.

9. Visible inner lips

bentuk vagina vsible inner

Bentuk vagina yang satu ini ditunjukkan dengan ukuran labia mayora dan minora yang sama besarnya. Oleh karena itu, bibir bagian dalam tidak terlihat karena menggantung di luar lipatan luarnya.

Bentuk vagina normal

risiko pelumas vagina

Jika Anda bertanya-tanya seperti apa bentuk organ kelamin wanita yang paling normal dan terbaik, jawabannya tidak ada. Vagina, atau lebih tepatnya vulva, dan semua komponennya memiliki berbagai bentuk, ukuran, dan warna. Bahkan tiap vagina juga memiliki bau yang berbeda.

Faktanya, bibir vagina bisa berbeda-beda ukuran dan sekitar setengah dari wanita memiliki labia minora yang lebih panjang dari labia mayora.

Berdasarkan studi yang dimuat dalam BJOG: International Journal of Obstetrics and Gynaecology, bentuk labia memang sangat bervariasi, entah itu bibir vagina bagian dalam yang lebih panjang ketimbang bibir luar maupun sebaliknya.

Bentuk organ reproduksi wanita ini juga terkadang berbeda antara bagian kiri dan kanannya. Bahkan, sangat jarang bisa ditemukan bentuk labia yang simteris secara alami. Jadi, Anda tidak perlu khawatir jika mendapati bibir vagina Anda yang lebih panjang satu sama lain.

Selama Anda tidak merasa sakit atau menemukan benjolan tertentu di vagina dan berbagai gejala aneh lainnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Ukuran rata-rata labia (bibir vagina)

Labia

Sebagian wanita merasa khawatir akan ukuran labianya. Namun, sebenarnya tak perlu ada yang dikhawatirkan. Hal ini lantaran ukuran labia memang bervariasi antara satu wanita dengan yang lainnya. Itu sebabnya, sebaiknya Anda tidak menilai ukuran labia Anda karena membandingkan dengan milik orang lain.

Berdasarkan dua penelitian yang diterbitkan di BJOG: International Journal of Obstetrics and Gynaecology dan The Journal of Minimally Invasive Gynecology, ukuran labia rata-rata berkisar antara:

  • Panjang labia mayora kiri atau kanan sekitar 12 cm dengan kedalaman sekitar 10 cm.
  • Labia minora kiri memiliki panjang hingga 10 cm dan lebar hingga 6,4 cm.
  • Labia minora kanan memiliki panjang sekitar 10 cm dan lebar hingga 7 cm.

Namun, terlepas dari ukuran rata-ratanya, jika labia minora atau mayora sangat sensitif dan sakit, Anda perlu waspada. Bisa jadi Anda mengalami gejala hipertrofi labia atau pembesaran bibir vagina.

Kondisi ini biasanya membuat proses membersihkan kemaluan setelah buang air kecil menjadi terasa sakit. Akibatnya, bagian tubuh yang satu ini akan mengalami infeksi karena tidak dibersihkan dengan benar.

Faktor yang membuat vagina mengalami perubahan bentuk

haid lama

Ukuran, bentuk, dan kedalaman vagina biasanya akan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Berikut berbagai faktor yang memengaruhi perubahan vagina yaitu:

Berhubungan seks

Saat wanita bergairah, ada lebih banyak darah yang mengalir ke vagina. Hal ini membuat vagina mengembang, memanjang, dan melebar dengan leher rahim sedikit terangkat.

Perubahan hormon

Selama masa menstruasi, vagina biasanya akan mengalami perbedaan dibanding hari-hari biasanya.  Pasalnya, naik turunnya hormon terutama saat estrogen sangat tinggi membuat jaringan vagina lebih tebal dan penuh. Selain itu, leher rahim juga akan bergerak dan berubah bentuk sepanjang siklus haid.

Kehamilan dan pascamelahirkan

Vagina dipengaruhi  oleh perubahan kadar hormon selama kehamilan. Peningkatan aliran darah ke daerah panggul biasanya membuat warna vulva dan vagina lebih gelap dari biasanya. Selain itu, di masa kehamilan, jaringan ikat dinding vagina juga semakin rileks karena mempersiapkan kelahiran.

Setelah melahirkan, vagina dan mulut vagina akan melebar lebih dari biasanya. Namun, 6 sampai 12 minggu setelah melahirkan, bentuk vagina akan kembali ke ukuran normal sebelum hamil.

Jika Anda berpikir bahwa vagina akan terasa berbeda setelah melahirkan, dokter akan merekomendasikan latihan Kegel. Latihan ini membantu menguatkan otot panggul dan mengencangkan otot-otot di sekitar vagina.

Usia

Kadar estrogen di dalam tubuh berpengaruh pada seberapa banyak lapisan jaringan pada vagina. Seiring dengan bertambahnya usia, dinding vagina menjadi lebih kendur dan diameternya pun menjadi lebih luas.

Setelah menopause, kadar estrogen di dalam tubuh lebih rendah. Akibatnya, dinding vagina menjadi lebih tipis dan rapuh. Hal ini biasanya berakibat pada hubungan seks yang tak lagi nyaman.

Kondisi dan penyakit yang menyerang vagina

infeksi vagina

Berbagai penyakit yang menyerang vagina biasanya tidak akan mengubah bentuk miss V. Namun, hal ini bisa mengubah tampilan atau warnanya. Berikut berbagai penyakit dan kondisi yang bisa menyerang vagina:

Vaginitis

Vaginitis adalah peradangan pada vagina yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Peradangan ini umumnya dipicu oleh infeksi bakteri, virus, dan jamur. Saat vagina meradang Anda akan merasakan berbagai gejala seperti:

  • Gatal
  • Sensasi terbakar
  • Keputihan yang berwarna putih atau kuning pekat, seperti keju
  • Keputihan yang berbau amis
  • Kemerahan pada kulit di sekitar vagina

Vaginismus

Kondisi ini terjadi saat otot vagina mengalami kejang yang tak disengaja selama berhubungan seksual. Kontraksi otot ini membuat penetrasi terasa sangat menyakitkan. Biasanya vaginismus kerap menyerang orang-orang yang baru pertama kali melakukan hubungan intim.

Kutil kelamin

Kutil kelamin disebabkan oleh Human papillomavirus (HPV). Selain menyerang vagina, penyakit yang satu ini juga mengenai vulva dan serviks atau leher rahim. Tak hanya itu, kutil kelamin juga bisa muncul di bibir, mulut, lidah, dan tenggorokan.

Kutil kelamin ditandai dengan berbagai gejala seperti:

  • Keputihan
  • Gatal
  • Rasa panas dan terbakar pada area yang terkena
  • Kutil terasa sakit

Trikomoniasis

Infeksi vagina yang satu ini disebabkan oleh parasit mikroskopis yang disebut Trichomonas vaginalis. Penyakit ini biasanya ditularkan melalui hubungan seks yang ditandai dengan berbagai gejala seperti:

  • Keputihan yang abnormal, berwarna kuning kehijauan, berbau busuk atau amis, atau berdarah
  • Sakit saat buang air kecil
  • Sakit saat seks
  • Vagina terasa sakit, perih, gatal, dan bengkak

Kanker vagina

Kanker vagina termasuk penyakit yang sangat jarang terjadi tetapi bisa mengancam nyawa jika sudah menyerang. Dari berbagai jenis kanker vagina, salah satu yang paling umum, yaitu karsinoma sel skuamosa. Kanker jenis ini biasanya akan menyerang lapisan vagina.

Di awal kemunculannya, penyakit ini tidak akan menimbulkan gejala apa pun. Akan tetapi, jika sudah menyebar, penyakit yang satu ini bisa menyebabkan perdarahan vagina yang tidak biasa, keputihan abnormal, hingga benjolan di vagina.

Virus herpes simpleks

Virus ini bisa menginfeksi vulva, vagina, dan leher rahim. Biasanya gejalanya meliputi lepuhan/lenting dan benjolan kecil yang menyakitkan dan terus-terusan muncul serta bertambah. Virus ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Herpes simpleks bisa diobati tetapi tidak bisa disembuhkan sehingga hanya bisa dikendalikan gejalanya.

Prolaps vagina

Prolaps vagina terjadi ketika organ reproduksi yang satu ini meregang, turun, dan menonjol dari tempat yang seharusnya. Tak hanya vagina, kondisi ini biasanya juga mengenai rahim. Persalinan normal, tekanan pada perut karena obesitas atau buang air besar yang keras, dan menopause bisa meningkatkan risiko prolaps.

Kondisi ini tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, berbagai tanda yang biasanya muncul, yaitu rasa penuh atau berat di panggul. Selain itu, gejalanya juga akan memburuk saat berdiri, buang air besar, atau mengangkat benda berat.

Atrofi vagina

Atrofi vagina menyebabkan jaringan vagina menyusut dan menipis. Akibatnya, hal ini membuat salurannya menyempit dan berkurang elastisitasnya. Kondisi ini biasanya lebih sering terjadi selama menopause. Pasalnya, ketika menopause produksi estrogen turun sehingga vagina menjadi lebih kering dan seks terasa lebih sakit dari biasanya.

Cara menjaga kesehatan vagina

sabun sirih untuk vagina

Anda tak perlu pusing memikirkan bentuk vagina. Hal terpenting yang justru perlu dilakukan adalah menjaga kesehatannya. Berikut berbagai tips menjaga kesehatan vagina yang bisa dipraktikkan, yaitu:

Hindari douching

Douching adalah metode membersihkan vagina dengan cairan yang terdiri dari campuran berbagai bahan kimia. Biasanya cairan  ini mengandung air, baking soda, cuka, pewangi, dan antiseptik. Cairan ini dikemas dalam douche, yaitu kantong dengan selang atau semprotan yang berfungsi untuk menyemprotkan cairan pada area kewanitaan.

Menghindari produk berpewangi

Sabun, pembalut, dan tisu yang digunakan untuk vagina sebaiknya tidak mengandung aroma-aroma tertentu. Pasalnya, kandungan bahan berpewangi dalam berbagai produk ini bisa mengiritasi kulit dan menganggu keseimbangan pH vagina.

Minum banyak air

Air membuat kulit tetap terhidrasi. Dengan hidrasi yang baik, energi dan sirkulasi darah ke vagina tak akan terhambat. Aliran darah yang lancar membuat vagina menjadi lebih sensitif dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Mempraktikkan seks aman

Menggunakan kondom saat berhubungan seks membantu mengurangi risiko penyakit kelamin yang bisa menyerang vagina. Selain itu, usahakan untuk buang air kecil setelah berhubungan seks untuk mengurangi risiko penyakit yang diakibatkan oleh bakteri seperti infeksi saluran kemih.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Banyak yang percaya gadis perawan memiliki ciri-ciri khusus. Tapi bagaimana dengan pandangan medis soal tes keperawanan wanita? Benarkah bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

20 Tanda-Tanda Hamil yang Harus Anda Tahu

Kebanyakan wanita hanya tahu mereka hamil jika telat haid. Namun, ternyata ada berbagai tanda hamil yang mungkin belum Anda ketahui. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

4 Hal yang Harus Langsung Dilakukan Wanita Setelah Seks

Tiap wanita mungkin punya kebiasaan yang berbeda. Namun, ada empat hal yang wajib wanita lakukan setelah seks, demi kesehatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Seksual, Tips Seks 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Endometriosis

Endometriosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegah penyakit ini di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
vagina wangi

4 Tips Penting untuk Menjaga Vagina Tetap Wangi dan Segar

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara mengatasi keputihan

Pilihan Cara Ampuh Mengatasi Keputihan, Lewat Perawatan Alami dan Obat Dokter

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit
sipilis sifilis pada wanita

Tak Boleh Disepelekan, Para Wanita Perlu Mengenali Gejala Sifilis di Tiap Tahapan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Penyebab Vagina Gatal

11 Penyebab yang Membuat Vagina Anda Terasa Gatal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit