home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Asal! Ketahui Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Aman untuk Pria dan Wanita

Jangan Asal! Ketahui Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Aman untuk Pria dan Wanita

Mencukur bulu kemaluan memerlukan cara tertentu agar tidak menyebabkan luka. Jika dilakukan dengan cara yang benar, mencukur bulu kemaluan juga dapat memberikan rasa nyaman. Oleh karena itu, jika Anda masih bingung hendak mencukur atau membiarkannya tumbuh, simak penjelasan di bawah ini.

Cara aman mencukur bulu kemaluan

rambut pada kemaluan

Mencukur bulu kemaluan tidak seperti saat Anda mencukur rambut halus di wajah atau kaki. Anda membutuhkan lebih banyak kesabaran dan perhatian khusus karena area genital sangat sensitif.

Berikut ini adalah beberapa alat yang perlu disiapkan sebelum mulai mencukur atau memotong bulu (rambut) kemaluan:

  • sisir,
  • gunting kecil,
  • alat cukur manual dengan kepala berlekuk (pivoting razor),
  • krim atau gel cukur, jangan gunakan sabun,
  • minyak cukur (tanpa parfum),
  • pelembap biasa (tanpa pewangi), atau gel lidah buaya, dan
  • cermin.

Penting untuk diperhatikan, sebaiknya bedakan peralatan cukur bulu kemaluan Anda dengan peralatan cukur rambut tubuh lainnya.

Ini karena ada bakteri dan ragi tertentu yang hidup di area selangkangan Anda.

Jika peralatan cukur untuk bulu kemaluan dan rambut di bagian tubuh lain digunakan bersamaan, bakteri dan ragi pada area genital bisa menyebabkan jamur, seperti kadas atau kurap, yang menyebar.

Nah, sebelum mulai, ketahui juga bahwa langkah mencukur bulu kemaluan untuk pria dan wanita tidak berbeda jauh.

Berikut cara mencukur rambut atau bulu kemaluan:

1. Pangkas rambut kemaluan terlebih dahulu dengan gunting kecil

mencukur rambut kemaluan

Rambut kemaluan memiliki tekstur yang lebih tebal, kasar, dan cenderung keriting. Saat Anda mencukur rambut panjang dan keriting ini, mata pisau cukur akan menarik batang rambut.

Ini memudahkan bulu kemaluan untuk tumbuh kembali ke dalam kulit sehingga menyebabkan iritasi pada kulit.

Selain itu, terburu-buru bercukur dapat menyebabkan luka cukur, gatal, atau rambut kesat (stubble).

Oleh karena itu, cara yang disarankan adalah memotong rambut kemaluan terlebih dahulu sebelum mencukur dengan menggunakan razor.

Sebelum Anda mulai memangkas, gosok gunting Anda dengan alkohol untuk mensterilkan mata pisaunya.

Pangkas rambut kemaluan, tetapi sebaiknya jangan sampai permukaan kulit.

Pastikan Anda menyisakan sedikit batang rambut, sekitar 0,5 sentimeter (cm), untuk memudahkan saat bercukur nanti.

Langkah ini juga sekaligus menghindari potensi rambut yang bertumbuh ke dalam.

2. Awali dengan mandi air hangat

mandi malam bikin paru paru basah

Anda tidak disarankan mencukur bulu kemaluan dalam keadaan kering.

Awali dengan mandi air hangat untuk membuat proses bercukur lebih mudah serta menghindari Anda dari risiko luka gores.

Suhu hangat saat Anda mandi memungkinkan kulit untuk melunak dan meluruhkan minyak dan kotoran.

Selain itu, air akan secara alami bertindak sebagai pelumas untuk melemaskan folikel rambut dan mencegah rambut tertarik.

Selanjutnya, keringkan dan tunggu beberapa menit untuk membiarkan kulit pulih.

3. Oleskan minyak cukur

minyak esensial untuk endometriosis

Minyak akan melembapkan kulit dan menciptakan lapisan penghalang.

Dengan begitu, pisau cukur dapat lebih mudah dipakai dan bukannya menyeret kulit.

Di sisi lain, minyak cukur membantu mencegah timbulnya ruam merah akibat bercukur, iritasi, dan rambut tumbuh ke dalam.

4. Oleskan krim atau gel cukur

Pastikan kulit dalam kondisi lembap, tetapi tidak terlalu basah.

Jika Anda memiliki kuas cukur, oleskan krim atau gel cukur dalam gerakan melingkar untuk mengangkat rambut dan mendapatkan hasil cukur yang lebih presisi.

Gunakan tangan Anda untuk melakukan langkah ini, tak perlu menggunakan kuas.

5. Mulai bercukur

mencukur rambut kemaluan pria

Arahkan pisau cukur searah dengan lajur pertumbuhan rambut, jangan malah melawan arus.

Anda disarankan melakukan langkah ini dengan menghadap kaca dan cahaya ruang yang baik.

Gunakan tangan yang tidak dominan untuk menarik kulit genitalia Anda hingga tegang. Cukur bulu kemaluan secara perlahan dan hindari terlalu menekan pisau cukur.

Hal ini akan membantu Anda menghindari rambut kesat (stubble) dan rambut bertumbuh ke dalam.

Metode ini juga akan mengurangi risiko iritasi atau bintil merah karena mata pisau Anda tidak akan menarik rambut ke arah yang berlawanan dengan arus tumbuhnya.

Bilas bersih alat cukur Anda setiap kali selesai satu kali usapan dan sebelum memulai kembali.

Namun, pastikan Anda tidak mencukur di area yang sama terlalu sering.

6. Bilas bersih

penyebab bab cair

Setelah mencukur bulu kemaluan dengan bersih, bilas area genitalia Anda untuk menghapus sisa-sisa krim cukur guna menghindari gatal-gatal.

Keringkan dengan baik area organ intim, kemudian tepuk-tepuk menggunakan handuk bersih tetapi jangan digosok.

7. Oleskan pelembap

Losion lidah buaya untuk obat alami herpes

Anda dapat mencegah gatal dan iritasi dengan mengaplikasikan after-shave lotion atau pelembap biasa tanpa parfum.

Ini karena parfum berisiko mengiritasi kulit Anda.

Pilih produk pelembap yang mengandung lidah buaya atau gunakan gel lidah buaya.

Lidah buaya bersifat menyembuhkan sehingga dapat membantu mengurangi sensasi gatal dan iritasi.

Manfaat mencukur bulu kemaluan

fungsi penis

Mencukur bulu kemaluan dapat memberikan manfaat karena membantu Anda mengurangi jumlah bulu yang lebat dan terasa mengganggu.

Anda juga mungkin merasa lebih percaya diri saat berhubungan intim setelah kemaluan bersih dari rambut.

Namun sebenarnya, meski membuat Anda merasa lebih nyaman, mencukur bulu di area genital juga bisa menghilangkan fungsinya bagi kesehatan organ intim.

Hal ini perlu jadi pertimbangan Anda sebelum memutuskan untuk mencukur bulu atau rambut kemaluan.

Ini karena ketika dicukur, lapisan kulit pada area organ intim yang halus dan sensitif tidak lagi terlindung dari gesekan saat berhubungan seksual.

Organ intim pun lebih rentan terkena infeksi karena tidak ada lagi yang menghalangi masuknya mikroba.

Perlu atau tidaknya mencukur bulu kemaluan bergantung pada diri sendiri. Secara umum, ada beberapa alasan seseorang memotong bulu kemaluan:

  • Pilihan dan rutinitas pribadi. Beberapa orang dengan sendirinya lebih suka atau sudah terbiasa mencukur bulu kemaluan.
  • Menyenangkan pasangan. Pada penelitian yang dimuat dalam The Journal of Sexual Medicine, sebagian besar laki-laki lebih menyukai jika pasangannya mencukur bulu kemaluan.
  • Pola pikir yang telah terbentuk pada masyarakat. Rambut di area kewanitaan dianggap menurunkan daya tarik.
  • Keyakinan bahwa memotong rambut kemaluan dapat meningkatkan sensitivitas organ intim saat berhubungan seksual.

Walaupun terdapat banyak alasan untuk mencukur bulu kemaluan, Anda tidak perlu melakukannya apabila tidak ingin.

Anda juga tidak harus membabat habis bulu kemaluan jika sudah merasa nyaman dengan kondisi saat ini.

7 Perawatan Wajib untuk Menjaga Kesehatan Vagina

Pertolongan pertama pada luka iris atau gores

mencukur rambut kemaluan

Jika Anda tidak sengaja melukai kulit saat bercukur, sebaiknya jangan panik.

Pastikan untuk membersihkan daerah genital Anda secara menyeluruh dengan sabun, air hangat, serta alkohol.

Jika luka goresnya dangkal, cukup berikan sedikit tekanan dengan selembar tisu bersih yang dibasahkan, kemudian tekan selama 10-15 menit tanpa dibuka.

Cara ini dapat membantu menghentikan perdarahan minor.

Jika perdarahan tidak berhenti setelah 15 menit atau jika darah tampak mengucur keluar dari dalam luka Anda, segera dapatkan bantuan medis.

Luka dalam akibat mencukur bulu kemaluan mungkin akan memerlukan jahitan.

Akibat mencukur bulu kemaluan

cara mencukur bulu kemaluan pria

Dikutip dari Mayo Clinic, menghilangkan bulu kemaluan mungkin dapat menimbulkan banyak efek samping atau akibat, termasuk:

  • Gatal pada vagina atau penis, terkadang gatal parah.
  • Luka seperti terbakar akibat waxing.
  • Lecet atau luka saat mencukur bulu kemaluan.
  • Muncul ruam, benjolan, dan rambut tumbuh ke dalam.
  • Infeksi bakteri.
  • Peningkatan risiko infeksi virus, seperti herpes simpleks atau HPV akibat luka atau iritasi.
  • Dermatitis kontak dari produk cukur.

Jika Anda tidak nyaman dengan bulu kemaluan dan memilih untuk menyingkirkannya, sebaiknya diskusikan dulu dengan dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Removing Pubic Hair. (2013). Retrieved 21 January 2021, from https://youngwomenshealth.org/2013/08/22/removing-pubic-hair/

Removing Pubic Hair. (2015). Retrieved 21 January 2021, from https://youngmenshealthsite.org/guides/removing-pubic-hair/

Is It Safe to Shave Pubic Hair? (for Teens) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 21 January 2021, from https://kidshealth.org/en/teens/shaving-query.html

Pubic hair removal: Are there benefits?. (2021). Retrieved 21 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/pubic-hair-removal/faq-20455693

Butler, S., Smith, N., Collazo, E., Caltabiano, L., & Herbenick, D. (2015). Pubic Hair Preferences, Reasons for Removal, and Associated Genital Symptoms: Comparisons Between Men and Women. The Journal Of Sexual Medicine, 12(1), 48-58. doi: 10.1111/jsm.12763

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 22/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x