3 Cara Aman dan Terbukti Efektif untuk Merapatkan Vagina

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Salah satu masalah yang sering dialami wanita namun malu diungkapkan adalah vagina yang sudah tidak serapat dulu. Sebenarnya, masalah ini cukup umum dan pada sebagian besar kasus merupakan hal yang alamiah. Namun, vagina yang mengendur mungkin bisa membuat Anda tidak percaya diri dan tidak mendapat kenikmatan yang maksimal di tempat tidur. Selain itu, vagina yang tidak rapat mungkin menyebabkan kondisi seperti inkontinensia urin. Nah, Anda tak perlu khawatir. Dengan perawatan dan teknik yang tepat, vagina bisa diremajakan lagi. Ada berbagai cara merapatkan vagina yang bisa Anda coba. Berikut ulasan lengkap masing-masing caranya.

1. Senam untuk mengencangkan vagina

Vagina bisa saja mengendur karena berbagai hal. Bisa jadi karena otot-otot panggul bawah di area vagina Anda melemah atau karena lapisan kulit vagina jadi mengendur. Jika saat berhubungan seks Anda tidak merasakan sensasi gigitan vagina yang cukup kuat, bisa jadi penyebabnya adalah otot-otot panggul bawah Anda melemah. Hal ini mungkin terjadi karena proses persalinan normal atau proses penuaan.

Untuk mengencangkan kembali otot-otot di sekitar vagina, Anda bisa melakukan senam di rumah. Salah satunya adalah senam Kegel. Simak panduan melakukan senam Kegel dalam tautan ini. Selain senam Kegel, Anda bisa melakukan senam sederhana seperti senam pinggul, squat, dan angkat kaki. Rutin melakukan senam-senam tersebut bisa jadi cara merapatkan vagina yang ampuh.

2. Terapi laser

Kalau penyebab vagina Anda mengendur adalah proses penuaan alami, Anda bisa mempertimbangkan terapi laser. Dengan terapi laser, lapisan kulit vagina Anda akan “ditembak” dengan sinar laser khusus. Laser akan memicu produksi kolagen dalam kulit. Dengan begitu, lapisan kulit dan jaringan vagina pun akan kembali kencang dan kenyal seperti dulu lagi.

Terapi untuk meremajakan organ kewanitaan ini tidak membutuhkan operasi atau bedah apa pun. Prosesnya sangat cepat, yaitu hanya kira-kira 15 menit. Alat penembak laser akan dimasukkan ke dalam vagina sejauh empat sampai enam sentimeter. Laser kemudian dinyalakan atau ditembak di dalam vagina. Nyala laser ini akan menembus ke dalam dinding vagina kira-kira sampai setengah milimeter. Kedalaman ini cukup untuk menggapai lapisan kulit yang bertugas untuk menghasilkan kolagen. Kehangatan dari sinar laser ini akan mendukung produksi kolagen dan elastin, yaitu dua jenis zat protein yang berfungsi untuk menjaga kekencangan dan kekenyalan lapisan kulit.

3. Menjaga pola makan sehat

Salah satu cara merapatkan vagina yang cukup mudah adalah menjaga pola makan sehat. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, vagina bisa jadi kendur akibat proses penuaan. Proses penuaan ini disebabkan oleh berkurangnya kolagen dan elastin. Sementara itu, kadar kolagen dan elastin dalam tubuh akan menurun akibat radikal bebas yang merusak sel-sel dalam lapisan kulit vagina. Untuk menangkal dan mencegah radikal bebas, Anda harus meningkatkan asupan makanan yang kaya antioksidan.

Makanan yang kaya antioksidan adalah sayur dan buah-buahan yang warnanya kuat, entah sangat gelap atau sangat cerah. Sumber pangan lainnya yang kaya antioksidan antara lain kacang-kacangan, jamur, ikan, dan yogurt.

Hindari mengonsumsi minuman beralkohol, makanan yang mengandung bahan kimia keras atau pengawet, serta berhentilah merokok. Hal-hal tersebut adalah sumber radikal bebas yang bisa mengganggu kadar kolagen dan elastin pada area kewanitaan Anda.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Hal yang Harus Langsung Dilakukan Wanita Setelah Seks

Tiap wanita mungkin punya kebiasaan yang berbeda. Namun, ada empat hal yang wajib wanita lakukan setelah seks, demi kesehatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Seksual, Tips Seks 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit