home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal pH Vagina: Kadar Normal dan Cara Menjaganya

Mengenal pH Vagina: Kadar Normal dan Cara Menjaganya

Pernahkah Anda mendengar mengenai pH vagina? Bagi Anda yang belum tahu, pH vagina adalah nilai untuk kadar keasaman vagina. Faktor keasaman ini penting untuk menjaga keseimbangan bakteri di dalam vagina. Lantas, apa saja yang memengaruhi kadar pH vaginal dan bagaimana menjaga pH pada vagina tetap normal? Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut, ya!

Apa itu pH vagina dan mengapa penting untuk diperhatikan?

infeksi jamur vagina

Apakah Anda pernah mendengar kata pH? pH adalah kependekan dari power of hydrogen yang artinya derajat keasaman. Nilai pH berkisar antara 1 sampai 14.

Larutan yang nilai pH-nya 7 adalah air murni karena bersifat netral. Sementara larutan yang memiliki pH kurang dari 7 bersifat asam dan lebih dari 7 bersifat basa.

Oleh karena itu, semakin rendah nilai pH suatu larutan, maka semakin asam sifat larutan tersebut.

Mungkin Anda bertanya-tanya, sebenarnya mengapa pH vaginal penting untuk diperhatikan?

Ini karena kadar keasaman secara langsung berhubungan dengan kesehatan vagina, terutama keseimbangan bakteri vagina.

Perlu Anda ketahui bahwa vagina wanita yang sehat tidak harus benar-benar bebas dari bakteri. Di dalam vagina, justru terdapat flora alami, yaitu bakteri baik yang harus dipertahankan keberadaannya.

Bakteri baik atau dikenal juga dengan nama probiotik berperan untuk melawan infeksi jamur, kuman, dan bakteri jahat yang masuk ke dalam vagina.

Selain itu, bakteri baik tersebut berperan dalam menjaga keseimbangan cairan vagina sehingga mencegah vagina kering.

Berapa pH vagina yang normal?

Melansir jurnal Frontiers in Medicine, bakteri baik pada vagina seperti Lactobacillus dan Corynebacterium hanya dapat hidup di suasana asam.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kadar keasaman vagina. pH vagina dikatakan sehat jika berada di angka 3,5-4,5.

Bila keseimbangan antara bakteri baik dan jahat terganggu, Anda berisiko mengalami bacterial vaginosis.

Kondisi ini terjadi ketika jumlah bakteri jahat lebih mendominasi daripada bakteri baik.

Sebaiknya jangan disepelekan karena bacterial vaginosis dapat memicu berbagai masalah pada vagina, seperti:

  • vagina kering,
  • keputihan tidak normal,
  • vagina terasa gatal dan panas, atau
  • terjadi pembengkakan di sekitar vagina.

Kondisi ini ditandai dengan peningkatan pH vaginal. Artinya, bakteri baik yang ada pada vagina dikalahkan oleh bakteri jahat.

Apa saja yang berpengaruh terhadap pH vagina?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, nilai pH normal vagina adalah antara 3,5-4,5. Namun, ada beberapa kondisi yang terkadang menyebabkan pH tersebut berubah.

Melansir dari jurnal Frontiers in Medicine, pH vaginal dapat dipengaruhi oleh usia dan kondisi reproduksi wanita.

Pada wanita menopause, tingkat keasaman vaginanya lebih rendah daripada wanita di usia produktif.

Inilah yang menjadi alasan mengapa wanita yang sudah menopause kerap mengalami perubahan vagina yang menjadi kering.

Selain faktor usia, hal-hal berikut juga berpengaruh terhadap keseimbangan pH vaginal:

  • hubungan seks tanpa menggunakan kondom,
  • minum obat-obatan antibiotik,
  • membersihkan vagina dengan cara douching, serta
  • perubahan hormon saat menstruasi, hamil, dan menyusui.

Apa yang sebaiknya dilakukan untuk menjaga pH normal vagina?

operasi selaput dara

Sebenarnya menjaga pH vaginal bukanlah hal yang sulit. Cukup dengan menjaga kebersihan vagina dan memastikan bakteri baik tetap hidup di hidup di dalam vagina. Berikut ini cara-cara yang bisa Anda lakukan.

1. Mencuci vagina dengan benar setelah buang air

Meski tampak sepele, Anda perlu memperhatikan cara mencuci vagina yang benar setelah buang air kecil dan buang air besar.

Sebab, risiko yang bisa ditimbulkan bisa salah cara dalam membasuh vagina tidak tergolong sepele.

Berikut tahapan yang tepat untuk membasuh vagina.

  1. Basuh vagina menggunakan air bersih dari arah depan ke belakang. Hal ini bertujuan agar tidak ada bakteri jahat dari anus yang masuk ke vagina.
  2. Hindari menggunakan sabun karena belum tentu pH-nya cocok untuk vagina.
  3. Bila memungkinkan, basuhlah dengan air hangat untuk membantu membunuh kuman di area intim Anda.
  4. Setelah itu, keringkan menggunakan handuk atau tisu yang lembut agar area kewanitaan tidak lembap.
  5. Hindari menggunakan tisu makan yang kasar karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit di area vagina.

2. Berhati-hati menggunakan cairan pembersih vagina

Sebenarnya, Anda bisa membersihkan vagina dengan membasuhnya pakai air hangat yang bersih.

Namun, jika ingin menggunakan pembersih kewanitaan, sebaiknya tidak dilakukan setiap hari.

Idealnya, gunakan cairan pembersih untuk daerah kewanitaan hanya sesekali saja dan tidak dalam jangka waktu yang lama.

Selain itu, pastikan Anda menggunakan cairan tersebut hanya untuk membersihkan area luar vagina.

Jika Anda benar-benar memerlukan cairan antiseptik untuk area intim, misalnya untuk membersihkan luka pada vagina atau anus, pilihlah pembersih yang mengandung povidone iodine.

Menurut Mohammed Khairy Ali dari Assiut University, povidon iodin atau yodium povidon merupakan senyawa yang efektif membunuh kuman dan menjaga kadar pH normal vagina.

3. Perhatikan penggunaan pembalut saat menstruasi

Saat menstruasi, sebaiknya pilih pembalut yang tidak mengandung pewangi.

Ini karena zat pewangi bisa saja memiliki pH yang tidak cocok untuk vagina. Pastikan pula permukaannya lembut agar kulit tidak iritasi.

Selain itu, sgera ganti pembalut jika sudah waktunya. Hal ini untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang berpotensi menyebabkan infeksi pada vagina Anda.

4. Gunakan pakaian yang menyerap keringat

Pakaian dalam atau celana yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat berpotensi menyebabkan area kewanitaan Anda menjadi lembap.

Kondisi ini dapat memicu pertumbuhan bakteri jahat sehingga mengganggu pH normal vagina.

Hindari pula pakaian yang terlalu ketat agar sirkulasi udara di area kewanitaan tetap terjaga.

5. Mengonsumsi makanan kaya probiotik

Pola makan yang baik berperan penting terhadap kesehatan wanita, termasuk kesehatan vagina.

Konsumsi makanan yang banyak mengandung probiotik sangat dianjurkan untuk membantu menjaga keseimbahan pH vaginal.

Cobalah menyantap makanan hasil fermentasi seperti yoghurt, tempe, susu kefir, tape, acar, dan kimchi agar jumlah probiotik dalam tubuh Anda tetap terjaga.

6. Kurangi konsumsi gula

Di samping menambah asupan probiotik, Anda juga perlu mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung gula.

Melansir situs Intermountain Healthcare, gula dapat memicu infeksi jamur pada vagina.

Oleh karena itu, Anda bisa mengurangi menyantap makanan yang banyak mengandung gula seperti camilan manis, roti, dan lainnya agar pH vagina tetap seimbang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Center for Devices and Radiological Health. (2018). Vaginal ph. Retrieved August 26, 2021, from https://www.fda.gov/medical-devices/home-use-tests/vaginal-ph

Das, A., Pala, S., Panda, S., & Singh, A. (2014). Vaginal ph: A marker for menopause. Journal of Mid-life Health, 5(1), 34. doi:10.4103/0976-7800.127789

Turovskiy, Y., Sutyak Noll, K. and Chikindas, M., 2011. The aetiology of bacterial vaginosis. Journal of Applied Microbiology, 110(5), pp.1105-1128. doi: 10.1111/j.1365-2672.2011.04977.x

Keeping your vagina clean and healthy. (2018). Retrieved 26 August 2021, from http://www.nhs.uk/Livewell/vagina-health/Pages/keep-vagina-clean.aspx

Amabebe, E., & Anumba, D. (2018). The Vaginal Microenvironment: The Physiologic Role of Lactobacilli. Frontiers In Medicine, 5. doi: 10.3389/fmed.2018.00181

Preventing Vaginal Yeast Infections With Lifestyle and Diet Changes. (2018). Retrieved 26 August 2021, from https://intermountainhealthcare.org/blogs/topics/live-well/2018/03/preventing-vaginal-yeast-infections-with-lifestyle-and-diet-changes/

Povidone-iodine Versus Normal Saline Solution in Vaginal Cleansing in Laparoscopy – Full Text View – ClinicalTrials.gov. (2016). Retrieved 26 August 2021, from https://clinicaltrials.gov/ct2/show/NCT02591251

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x