5 Cara Efektif Membantu Pasangan Mengatasi Migrain yang Kambuh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sakit kepala sebelah yang terasa berdenyut parah dan berulang adalah tanda-tanda klasik dari migrain, terutama jika disertai oleh sensasi mual-muntah dan sensitivitas terhadap cahaya atau suara bising. Beberapa orang yang punya migrain juga bisa mengalami gangguan penglihatan seperti melihat gambaran zig-zag atau bintik-bintik cahaya pada jarak pandangnya.

Migrain yang kambuh dapat membuat seseorang merasa lemah tak berdaya karena gejalanya bisa berlangsung hingga 4 sampai 72 jam. Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, tapi wanita dilaporkan lebih rentan mengalami migrain. Jika pasangan Anda memiliki migrain, Anda bisa melakukan berbagai cara di bawah ini untuk membantunya mengatsi migrain yang kambuh.

Cara membantu pasangan mengatasi migrain

migrain kronis migrain episodik

Sebagai pasangan yang baik, Anda harus siaga berada di sisi pasangan saat ia diserang migrain. Pasalnya, serangan migrain yang cukup parah membuat penderitanya tidak mampu melakukan berbagai aktivitas fisik. Migrain dapat menibulkan sensasi menyakitkan seperti tertusuk-tusuk jarum di sekujur kaki dan lengan, kelemahan tubuh, hingga bahkan kesulitan bicara.

Terlebih, kambuhnya gejala migrain juga dapat memengaruhi penglihatan dan pendengaran. Ketika seseorang yang mengalami migrain terpapar cahaya terang menyilaukan atau mendengar suara yang cukup keras, kondisinya bisa bertambah parah. Lalu, bagaimana Anda harus membantunya mengatasi migrain tersebut?

1. Berikan obatnya

Jika migrain tidak segera diobati, rasa nyeri di sekitar area mata dan pelipis akan menjalar hingga sistem saraf pusat sehingga akan sangat sulit untuk dihentikan. Maka, Anda harus segera memberikan obatnya ketika migrain pasangan kambuh.

Penderita migrain biasanya memiliki obat pereda migrain khusus yang telah diresepkan oleh dokter. Nah, Anda sebaiknya perlu tahu di mana ia menyimpan obat tersebut, agar Anda bisa segera mengakses obat untuknya ketika ia tidak merasa sanggup untuk mengambilnya.

Ada baiknya juga Anda ikut menyimpan cadangan obat migrain tersebut untuk ketika suatu saat nanti dibutuhkan. Pastikan Anda juga memahami takaran dosis dan aturan minum obat tersebut ketika harus memberikannya pada pasangan.

2. Minta ia beristirahat

Ketika migrainnya kambuh, ajak pasangan untuk menghentikan kegiatannya dan segera beristirahat. Karena migrain sensitif terhadap cahaya dan suara, bawa pasangan berisitirahat di ruangan yang gelap, sunyi, dan sejuk.

Kelelahan bisa memicu migrain. Maka usahakan dirinya mendapatkan tidur yang cukup sekitar tujuh sampai delapan jam setiap malam.

Jangan lupa untuk sediakan air putih yang cukup untuk mencegahnya mengalami dehidrasi yang bisa memperparah gejala. Ada baiknya untuk menyiapkan pakaian tebal atau selimut untuk menjaga suhu tubuhnya tetap hangat.

3. Pahami tentang kondisinya

Ketika ia merasa tak sanggup untuk menghabiskan waktu bersama Anda karena sedang kambuh, mengertilah bahwa gejala migrain bisa terasa sangat menyakitkan dan membuatnya tak berdaya. Anda bisa membantu pasangan mengatasi migrain dengan memberinya jarak dan waktu untuk menyendiri jika ia memang tidak mau diganggu untuk sementara.

Akan tetapi, Anda juga harus selalu siap untuk mengulurkan tangan dan dukungan baik secara fisik, misalnya dengan membawakan minum dan obat atau sekadar menyelimuti, maupun psikis seperti dengan memeluk atau menemaninya tanpa banyak bicara, ketika diminta.

4. Ajak konsultasi ke dokter

Jika ini kali pertamanya terserang migrain, maka Anda perlu segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Jika kekambuhan migrainnya terus berulang, ajak pasangan untuk berkonsultasi ke spesialis saraf untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Dengan begitu, ia akan mendapatkan pengobatan yang tepat dan sesuai dengan kondisinya.

Bantu pasangan mencegah serangan migrain kambuh

Jika pasangan Anda memiliki migrain, ada baiknya Anda juga memahami seluk-beluk tentang penyakit tersebut agar Anda bisa mengantisipasinya ketika gejalanya datang lagi.

Meskipun penyebab migrain tidak diketahui secara pasti, tetapi Anda bisa membantu pasangan menghindari serangan migrain dengan cara:

1. Menjauhkan pemicu migrain

Segala hal yang ada di sekitar, termasuk cuaca, stres, hingga makanan dan minuman tertentu yang Anda konsumsi, dapat menjadi pemicu migrain.

Oleh karena itu, cobalah untuk mencari tahu hal apa saja yang biasanya memicu serangan migrain pada pasangan Anda. Meski begitu, kadang tidak mudah untuk mendeteksi mana tepatnya pemicu migrain si dia. Pemicunya mungkin saja merupakan kombinasi dari beberapa hal, atau mungkin satu pemicu hanya memicu di waktu-waktu tertentu saja.

Jika sudah tahu apa pemicunya, maka bantu pasangan untuk menghindarinya agar gejala migrain tidak kambuh.

2. Mengajak pasangan berolahraga bersama-sama

Dikutip dari Everyday Health, para ahli sepakat bahwa olahraga aerobik secara teratur dapat membantu mencegah nyeri migrain. Hal ini dikarenakan saat berolahraga, ketegangan dan juga stres akan terlepas sehingga membuat Anda jauh lebih rileks.

Untuk itu, jangan hanya menyuruh pasangan untuk berolahraga tetapi ikutlah melakukan aktivitas fisik bersamanya. Selain membuat tubuh jadi lebih sehat, melakukan olahraga secara bersama-sama juga dapat merekatkan dan menambah keintiman Anda dengan pasangan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 14, 2018 | Terakhir Diedit: Juni 26, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca