Selain Psikolog, Tenaga Kesehatan Berikut Juga Menangani Masalah Mental

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 07/08/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin telah mengetahui perbedaan antara psikolog dan psikiater. Namun, tahukah Anda bahwa masih banyak jenis tenaga kesehatan lain yang menangani masalah mental?

Beragam jenis tenaga kesehatan mental

Tenaga kesehatan mental dibedakan dari latar belakang pendidikan dan tugas utamanya dalam menangani pasien atau klien. Kendati demikian, setiap tenaga kesehatan mental dapat berkolaborasi satu sama lain untuk mempercepat pemulihan.

Berikut adalah beragam jenis tenaga kesehatan dan masing-masing tugasnya dalam menangani masalah mental:

1. Psikolog

Anda mungkin tak asing lagi dengan tenaga kesehatan mental yang satu ini. Psikolog adalah seorang tenaga profesional dengan latar belakang pendidikan profesi psikologi.

Setelah lulus dari pendidikan, mereka juga mendapatkan pelatihan spesifik untuk melakukan penilaian, memberikan terapi, dan sebagainya.

Kasus yang ditangani oleh seorang psikolog berkaitan dengan perilaku, pikiran, dan emosi klien. Mereka berwenang melakukan pemeriksaan psikologis, mendiagnosis, serta menentukan penanganan yang tepat untuk klien.

Psikolog tidak bisa memberikan obat, tetapi mereka dapat menangani klien dengan terapi atau konseling. Bila klien tidak mengalami perkembangan, psikolog dapat merujuk klien ke psikiater.

2. Psikiater

Psikiater adalah jenis tenaga kesehatan mental yang mengawali pendidikannya di bidang kedokteran. Kemudian, para dokter umum tersebut melanjutkan pendidikannya menjadi dokter spesialis kejiwaan.

Seorang psikiater dapat mendiagnosis gangguan psikiatri, menangani masalah kesehatan yang menjadi faktor pemicunya, serta memberikan psikoterapi.

Mereka juga merupakan satu-satunya tenaga kesehatan medis yang boleh memberikan obat. Penanganan yang diberikan oleh psikiater mencakup pemeriksaan fisik, laboratorium, serta pemberian obat-obatan.

Terkadang, mereka juga harus bekerja sama dengan dokter spesialis anak, endokrin, atau saraf untuk mengoptimalkan pemulihan, bergantung dengan pasien yang dihadapinya.

3. Psikoterapis, terapis, atau konselor

Istilah psikoterapis dapat merujuk pada berbagai jenis tenaga kesehatan mental, termasuk psikolog. Mereka biasanya memiliki latar belakang pendidikan Master serta lisensi khusus dari asosiasi tertentu.

Semua tenaga kesehatan mental yang termasuk dalam kelompok ini menangani kasus klien melalui psikoterapi. Psikoterapis merupakan bentuk interaksi antara pasien (klien) dengan terapis.

Terapi dapat dilakukan pada individu, keluarga, pasangan, atau kelompok dalam berbagai latar dan kekhususan bidang.

Ada berbagai jenis terapi yang digunakan oleh psikoterapis. Di antaranya komunikasi terapeutik, terapi ekspresif, atau yang paling terkenal seperti terapi kognitif dan perilaku. Semuanya bertujuan untuk menggali dan memperbaiki masalah klien.

CBT

4. Perawat psikiatri

Perawat psikiatri memiliki latar belakang pendidikan seperti perawat pada umumnya. Namun, mereka mendapatkan pelatihan khusus dalam bidang kejiwaan serta beberapa jenis psikoterapi.

Seorang perawat psikiatri berperan dalam membangun hubungan terapeutik dengan pasien. Artinya, mereka membantu membangun kepercayaan dan motivasi pasien serta memberikan dukungan secara fisik, emosional, maupun spiritual.

5. Konselor keluarga dan pernikahan

Konselor keluarga dan pernikahan adalah jenis tenaga kesehatan mental yang menangani masalah umum pada pasangan dan keluarga. Terapi yang dilakukan berfokus untuk mencari solusi cepat dan efektif untuk masalah tertentu.

Terapi ini dapat dilakukan antara konselor dengan individu. Selain itu, konselor juga bisa menyarankan terapi kelompok bila masalah salah satu anggota keluarga berpengaruh terhadap yang lain.

6. Konselor masalah kecanduan

Seorang konselor dalam masalah kecanduan menangani kasus ketergantungan terhadap narkoba, alkohol, atau judi. Terkadang, mereka juga menangani kasus yang lebih jarang seperti kecanduan terhadap seks atau zat tertentu.

Proses konseling biasanya dilakukan secara bertahap dalam suatu kelompok. Jika klien menghendaki, konselor juga dapat memberikan terapi dan konseling secara pribadi atau bersama orang-orang terdekat.

Langkah pertama untuk memulihkan diri dari masalah psikologis adalah memilih tenaga kesehatan mental yang tepat. Pilihlah berdasarkan kondisi Anda, ketersediaan, jenis terapi yang digunakan, serta kenyamanan Anda.

Dengan memilih tenaga kesehatan mental yang tepat, proses pemulihan juga akan berjalan dengan efektif.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

Delusi dan halusinasi sama-sama membuat orang melihat dan merasakan hal-hal yang sebenarnya tidak nyata. Tapi, yang mana yang merupakan gangguan mental?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Hidup Sehat, Psikologi 01/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
hipnoterapi

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit