Langkah Penanganan Luka Bakar Beserta Pilihan Obat-obatannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Luka bakar dapat dialami siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Kasus luka bakar biasanya terjadi akibat ketidaksengajaan, seperti terkena minyak panas atau tabung gas meledak. Bagaimana penanganan luka bakar beserta rekomendasi obat-obatan yang tepat?

Kenali dahulu derajat luka bakarnya

derajat luka bakar

Sebelum mulai menangani dan memberi obat untuk luka bakar, hal yang harus diketahui terlebih dahulu adalah seberapa parah luka bakar yang dihasilkan.

Sebab, luka bakar sendiri memiliki derajat yang berbeda berdasarkan dengan tingkat keparahannya, yang mana masing-masing derajat membutuhkan cara penanganan yang berbeda pula.

Derajat luka bakar ditentukan oleh seberapa dalam lapisan kulit yang terdampak, luas permukaan tubuh yang mengalami luka bakar, dan lokasinya. Penentuan derajat ini dapat membantu dokter menentukan penanganan serta perawatan luka bakar yang tepat.

Tiga karakteristis derajat luka bakar adalah sebagai berikut.

  • Derajat satu, luka hanya memengaruhi lapisan kulit terluar (epidermis). Warnanya dapat berubah kemerahan dan sedikit perih tapi tidak menimbulkan lepuhan.
  • Derajat dua, terbagi menjadi dua jenis yaitu superficial partial thickness dan deep partial thickness. Superficial thickness merusak lapisan epidermis dan sedikit lapisan dermis, sedangkan deep partial thickness merusak lapisan epidermis dan lapisan dermis yang lebih dalam. Terkadang luka membentuk lepuhan dan dapat meninggalkan bekas berupa perubahan warna kulit yang permanen.
  • Derajat tiga, luka bakar telah mengenai jaringan subkutan kulit yang merupakan tempat lemak dan kelenjar keringat, bahkan bisa sampai ke tulang, otot, atau organ tubuh.

Dalam dunia medis, pedoman untuk memperkirakan luas luka bakar adalah lewat hukum sembilan (rule of nine). Caranya yaitu dengan membagi daerah tubuh dengan persentase sembilan per daerah tubuh.

Di bawah ini adalah penjelasan hukum sembilan (rule of nine) untuk luka bakar pada orang dewasa.

  • Kepala (9%): bagian depan = 4,5%; bagian belakang = 4,5%
  • Tubuh (36%): dada, perut = 18%; punggung = 18%
  • Tangan (18%): tangan kanan depan-belakang (9%); tangan kiri depan-belakang (9%)
  • Kaki (36%): kaki kanan depan-belakang (18%); kaki kiri depan-belakang (18%)
  • Alat kelamin (1%)

Sedangkan, pembagiannya untuk luka bakar pada anak adalah sebagai berikut.

  • Kepala (18%): bagian depan = 9%; bagian belakang = 9%
  • Tubuh (31%): dada, perut= 18%; punggung = 13%
  • Tangan (18%): tangan kanan depan-belakang (9%); tangan kiri depan-belakang (9%)
  • Kaki (28%): kaki kanan depan-belakang (14%); kaki kiri depan-belakang (14%)
  • Pantat (5%): pantat kanan (2,5%); pantat kiri (2,5%)

Bagaimana penanganan luka bakar yang tepat?

luka
Sumber: WikiHow

Penanganan luka bakar harus disesuaikan dengan derajat luka bakar yang mengenai kulit. Berikut adalah masing-masing cara yang bisa dilakukan.

1. Luka derajat satu

Untuk luka bakar derajat satu, baik pertolongan pertama maupun perawatannya bisa dilakukan sendiri. Langkah-langkahnya meliputi sebagai berikut.

  • Pegang area tubuh yang kulitnya terbakar, berikan aliran air yang sejuk atau rendam dalam air yang sejuk sampai rasa sakit luka mereda. Jangan menggunakan es batu.
  • Gunakan kompres jika air mengalir tidak tersedia.
  • Tutup luka bakar dengan perban steril atau kain bersih.
  • Oles luka dengan petroleum jelly atau gel lidah buaya untuk memberi efek menyejukkan. Jangan oleskan minyak, losion, atau krim (terutama jika mengandung aroma) pada area luka bakar.
  • Hubungi dokter jika sudah melakukan pertolongan pertama namun luka bakar tidak membaik.

2. Luka derajat dua

Sama seperti luka bakar derajat satu, luka derajat dua masih bisa ditangani di rumah. Berikut ini adalah penanganan pertama untuk luka bakar derajat dua yang harus Anda lakukan.

  • Rendam dalam air yang sejuk selama 10 – 15 menit. Anda bisa gunakan kompres jika air mengalir tidak tersedia. Jangan gunakan es karena akan menurunkan suhu tubuh dan menyebabkan rasa sakit serta kerusakan kulit lebih lanjut.
  • Jangan memecahkan lepuhan, karena ini dapat menyebabkan infeksi.
  • Tutup luka bakar dengan perban steril, usahakan perbannya tidak terlalu kencang alias harus longgar. Ini bisa mencegah lengket kulit dengan perban. Setelahnya, amankan perban dengan kain kasa atau selotip.

Terkadang, syok atau penurunan tekanan darah drastis juga bisa terjadi saat terluka. Untuk mencegahnya, lakukan hal-hal berikut ini.

  • Baringkan tubuh korban.
  • Angkat atau posisikan kaki lebih tinggi, sekitar 30 cm dari kepala.
  • Bila lukanya berada di tangan, posisikan tangan di atas tinggi dada.
  • Tutupi korban dengan mantel atau selimut.
  • Segera hubungi dokter dan larikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama luka bakar yang lebih lanjut.

3. Luka derajat tiga

Luka derajat tiga adalah luka bakar yang paling parah dan rentan infeksi. Bila terjadi, Anda harus segera mencari pertolongan medis. Meski demikian, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menolong korban yaitu sebagai berikut.

  • Perban longgar area yang terbakar, jangan rendam luka bakar dalam air dan jangan oleskan salep atau cairan lain yang dapat menyebabkan infeksi.
  • Pisahkan jari kaki atau tangan yang terbakar dan menempel dengan perban atau kain bersih dan kering.
  • Jangan rendam luka bakar dalam air, jangan oleskan salep, atau cairan lain yang dapat menyebabkan infeksi.
  • Baringkan korban luka bakar.
  • Posisikan kaki 30 cm lebih tinggi dari kepala atau area luka bakar lebih tinggi daripada dada.
  • Tutupi korban dengan selimut.
  • Untuk luka bakar di hidung atau saluran pernapasan, jangan letakkan bantal di bawah kepala orang tersebut saat berbaring. Ini bisa menutup jalan napas.
  • Apabila luka bakar ada di wajah, minta korban untuk duduk.
  • Periksa denyut nadi dan pernapasan korban secara berkala sampai ambulans tiba.

Perawatan luka bakar setelah penanganan pertama

mengatasi gatal luka bakar

Setelah mendapatkan pertolongan pertama luka bakar, langkah selanjutnya adalah melakukan perawatan rutin yang akan membantu penyembuhan luka. Cara perawatan luka akan berbeda-beda bergantung pada keparahannya.

Untuk luka yang ringan, biasanya Anda cukup mengganti perban selama dua kali sehari atau ketika perban terasa lembap dan kotor. Untuk luka yang lebih serius, dokter akan memberikan instruksi mengenai langkah-langkah perawatan yang harus Anda ikuti.

Perawatan mungkin akan membutuhkan obat-obatan yang bertujuan untuk mendorong penyembuhan. Obat ini dapat berupa obat topikal dan obat oral.

Obat topikal untuk luka bakar

Jenis obat yang paling sering digunakan adalah obat topikal atau obat oles. Obat-obatan ini dapat berupa krim, gel, salep, atau losion. Pemilihannya akan disesuaikan dengan kondisi Anda.

Kebanyakan obat-obatan topikal ini bekerja untuk mencegah infeksi. Namun, obat juga bisa digunakan bila luka bakar mulai terasa gatal.

Jenis obat yang paling sering digunakan adalah sebagai berikut.

  • Bacitracin: termasuk dalam kelas antibiotik, digunakan untuk mencegah infeksi bakteri pada luka bakar ringan.
  • Diphenhydramine: bekerja untuk menghambat kerja histamin yang dapat memicu reaksi peradangan.
  • Silver sulfadiazine: serupa dengan bacitracin, obat ini akan menurunkan risiko infeksi dan penyebaran bakteri ke kulit di sekitarnya. Biasa digunakan untuk merawat luka bakar derajat dua dan derajat tiga.
  • Capsaicin: berfungsi untuk meredakan gatal yang membandel. Tidak semua orang cocok menggunakan obat ini karena dapat menimbulkan sensasi terbakar, maka oleskan sedikit terlebih dahulu untuk melihat reaksinya.
  • Hidrokortison: golongan kortikosteroid yang berfungsi sebagai anti peradangan dan dapat menenangkan kulit. Harus digunakan sesuai dengan resep dokter.
  • Menthol: memberikan sensasi dingin yang akan mengalihkan Anda dari rasa gatal.

Obat-obatan oral untuk luka bakar

Terkadang, selain rasa gatal, luka bakar juga dapat menimbulkan rasa nyeri yang membuat Anda tak nyaman. Untungnya, terdapat pilihan obat-obatan oral (minum) untuk meringankan kondisinya. Obat-obatan ini termasuk sebagai berikut.

  • Ibuprofen: golongan NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drug), bekerja dengan menghalangi produksi zat prostaglandin, zat yang menyebabkan rasa nyeri saat peradangan.
  • Acetaminophen: digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Kerap digunakan juga untuk sakit kepala, nyeri sendi, serta nyeri haid.
  • Antihistamin: bekerja dengan menghambat fungsi histamin, senyawa yang menyebabkan reaksi alergi, peradangan, dan gatal. Beberapa pilihan obatnya meliputi cetrizine, loratadine, dan hydroxyzine.

Apa pun obat-obatan yang Anda pilih, sebaiknya konsultasikan dahulu untuk memastikan bahwa penggunaan obat untuk merawat luka bakar benar-benar aman.

Selain obat, dokter biasanya akan melakukan prosedur tambahan untuk mengatasi kulit yang rusak akibat luka bakar. Biasanya, prosedur yang dilakukan adalah cangkok kulit dan operasi plastik.

Pada pembedahan cangkok kulit, bagian dari kulit Anda yang sehat akan digunakan untuk mengganti jaringan parut yang disebabkan oleh luka bakar yang dalam. Terkadang, donor kulit dari orang yang sudah meninggal juga dapat digunakan sebagai solusi sementara.

Sedangkan operasi plastik atau rekonstruksi adalah pembedahan guna memperbaiki tampilan bekas luka bakar serta meningkatkan fleksibilitas sendi yang terkena jaringan parut.

Bantu penanganan luka bakar dengan pola makan

obat dan penanganan luka bakar
Sumber: HyperHeal

Selain melakukan serangkaian perawatan di atas, tentunya Anda juga harus menjalani beberapa perubahan dalam gaya hidup. Salah satunya adalah melalui perbaikan pola makan.

Asupan yang dikonsumsi secara tidak langsung dapat memengaruhi pengobatan suatu penyakit, begitu juga dengan luka bakar. Pemilihan makanan tidak hanya akan mengembalikan energi yang hilang saat terluka, tapi juga akan membantu memperbaiki kerusakan jaringan kulit.

Baik asupan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, serta mineral haruslah seimbang. Masing-masing gizi tersebut memberikan fungsi bagi kesembuhan Anda.

Protein misalnya, menjadi sumber energi utama bagi tubuh setelah kehilangan banyak tenaga. Pemberian vitamin A, B, C, dan D juga sangat dianjurkan karena akan membantu pembentukan kolagen yang dapat mendorong pembentukan jaringan kulit yang baru.

Terutama bila luka bakar yang dialami cenderung serius, selain melakukan pemeriksaan pada luka, mintalah saran pada dokter mengenai makanan apa yang seharusnya dikonsumsi untuk mempercepat penyembuhan luka.

Bila masih memiliki pertanyaan seputar penanganan untuk luka bakar, silakan konsultasikan dengan dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Hidung ingusan memang sangat menganggu Anda. Berikut tips yang bisa dilakukan di rumah untuk meringankan hidung meler, entah karena flu atau alergi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Keracunan makanan dapat berujung pada kematian. Pelajari pertolongan pertama untuk menagtasi keracunan makanan di sini sebelum terlambat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Fungsi testis sangat penting sebagai salah satu bagian organ reproduksi pria. Kenali anatomi testis normal dan risiko penyakit yang menyertai berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

Pasca operasi usus buntu Anda tidak dianjurkan kembali beraktivitas. Anda juga perlu menghindari beberapa pantangan setelah operasi usus buntu.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips waxing di rumah

Tips Melakukan Waxing di Rumah Dengan Bahan-bahan Alami

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menghangatkan tubuh

6 Cara Menghangatkan Tubuh Saat Sedang Kedinginan

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
suplemen herbal yang harus dihindari menjelang operasi

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
kayu manis

Konsumsi Kayu Manis Berlebihan, Hati-hati Risikonya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit