Langkah Penanganan Luka Bakar di Masing-masing Derajatnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Luka bakar dapat dialami siapa saja dan kapan saja, terutama bagi Anda yang beraktivitas erat dengan api atau sumber panas lainnya, seperti koki, tukang las, pekerja pabrik yang menggunakan api listrik, dan sebagainya. Selain itu, banyak juga kasus luka bakar yang terjadi akibat ketidaksengajaan, seperti terciprat air panas atau minyak panas saat memasak, hingga akibat kebakaran karena korslet listrik atau tabung gas meledak. Lantas seperti apa penanganan yang tepat pada luka bakar?

Setiap kasus luka bakar mungkin memiliki derajat keparahan yang berbeda. Maka dari itu, langkah penanganannya mungkin juga bisa berbeda-beda.

Cari tahu dulu luas permukaan luka bakarnya

Untuk menentukan derajat keparahan luka bakar, Anda harus mencari tahu dulu seberapa luas permukaan tubuh yang terpengaruh.

Dalam dunia medis, pedoman untuk memperkirakan luas luka bakar adalah lewat hukum sembilan (rule of nine). Caranya yaitu dengan membagi daerah tubuh dengan persentase sembilan per daerah tubuh.

Berikut adalah penjelasan hukum sembilan (rule of nine) untuk luka bakar pada orang dewasa:

  • Kepala (9%): bagian depan = 4,5%; bagian belakang = 4,5%
  • Tubuh (36%): dada, perut = 18%; punggung = 18%
  • Tangan (18%): tangan kanan depan-belakang (9%); tangan kiri depan-belakang (9%)
  • Kaki (36%): kaki kanan depan-belakang (18%); kaki kiri depan-belakang (18%)
  • Alat kelamin (1%)

Berikut adalah penjelasan hukum sembilan untuk luka bakar pada anak:

  • Kepala (18%): bagian depan = 9%; bagian belakang = 9%
  • Tubuh (31%): dada, perut= 18%; punggung = 13%
  • Tangan (18%): tangan kanan depan-belakang (9%); tangan kiri depan-belakang (9%)
  • Kaki (28%): kaki kanan depan-belakang (14%); kaki kiri depan-belakang (14%)
  • Pantat (5%): pantat kanan (2,5%); pantat kiri (2,5%)

Cara lain untuk menentukan derajat luka bakar dan langkah penanganan pertamanya adalah dengan menghitung luas area tubuh yang terbakar. Caranya dengan membandingkan luas luka dengan lebar telapak tangan korban.

Telapak tangan korban dianggap memiliki luas sebesar 1% dari luas permukaan tubuh. Perlu diingat bahwa penghitungan luas luka bakar dihitung berdasarkan masing-masing derajat luka bakar.

Penanganan pertama pada luka bakar di setiap derajat

Derajat luka bakar pada dasarnya dikategorikan menjadi derajat pertama, kedua, dan ketiga. Ini tergantung pada

Derajat luka bakar ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu luas permukaan tubuh yang mengalami luka bakar dan lokasinya. Dua hal ini juga turut dipengaruhi lagi oleh seberapa dalam dan parahnya luka hingga menembus permukaan kulit.

Pertimbangan derajat nantinya dapat membantu dokter menentukan seperti apa penanganan serta perawatan luka bakar yang tepat. satu cara pertolongan pertama tidak bisa diterapkan pada semua derajat luka bakar.

Berikut adalah pertolongan pertama luka bakar berdasarkan derajatnya

1. Luka bakar derajat satu

Luka bakar derajat satu hanya memengaruhi lapisan terluar kulit Anda. Salah satu contohnya adalah terbakar matahari ringan. Kulit Anda mungkin warnanya berubah kemerahan dan sakit, tetapi tidak melepuh.

Berikut adalah langkah penanganan pertama untuk luka bakar derajat satu:

  • Pegang area tubuh yang kulitnya terbakar, berikan aliran air yang sejuk atau rendam dalam air yang sejuk sampai rasa sakit luka mereda.
  • Gunakan kompres jika air mengalir tidak tersedia.
  • Tutup luka bakar dengan perban steril atau kain bersih.
  • Jangan oleskan minyak, losion, atau krim (terutama jika mengandung aroma) pada area luka bakar. Untuk menjaga kelembapan Anda bisa mengoleskan petroleum jelly.
  • Minum atau gunakan obat pereda nyeri oles yang dijual bebas seperti acetaminophen, ibuprofen atau naproxen.
  • Hubungi dokter jika sudah melakukan pertolongan pertama namun luka bakar tidak membaik

2. Luka bakar tipe dua

Luka bakar derajat dua umumnya sudah sampai mengenai dan merusak lapisan dermis (lapisan tengah kulit). Kulit Anda akan menjadi merah cerah, bengkak, dan mungkin terlihat mengkilap dan basah. Luka bakar akan terlihat melepuh dan terasa sakit saat disentuh.

Berikut adalah pertolongan pertama luka bakar tipe dua yang harus Anda lakukan:

  • Rendam dalam air yang sejuk selama 10 atau 15 menit. Anda bisa gunakan kompres jika air mengalir tidak tersedia.
  • Jangan gunakan es. Ini dapat menurunkan suhu tubuh dan menyebabkan rasa sakit dan kerusakan kulit lebih lanjut.
  • Jangan memecahkan lepuhan, karena ini dapat menyebabkan infeksi
  • Tutup luka bakar dengan perban steril, usahakan perbannya tidak terlalu kencang alias harus lpngga. Ini bisa mencegah lengket kulit dengan perban. Setelahnya, amankan perban dengan kain kasa atau selotip.

Mencegah shock selama pertolongan pertama luka bakar tipe dua:

  • Baringkan tubuh korban
  • Angkat atau posisikan kaki lebih tinggi, sekitar 30 cm dari kepala
  • Posisikan luka bakar di atas tinggi dada
  • Tutupi orang itu dengan mantel atau selimut
  • Segera hubungi dokter dan larikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama luka bakar yang lebih lanjut

3. Luka bakar derajat tiga

Luka bakar derajat tiga merupakan yang paling berat. Pada tahapan ini, lapisan yang terkena luka bakar tidak terbatas lagi pada jaringan kulit, tapi bahkan bisa sampai ke tulang dan organ dalam.

Ciri-ciri luka bakar derajat tiga biasanya ditandai dengan kulit yang mengering, pucat atau bahkan putih, namun bisa juga gosong dan hitam.

Berbeda dengan derajat satu dan dua, luka bakar derajat tiga ini tidak menimbulkan nyeri karena ujung saraf sudah hancur terbakar. Penanganan luka bakar pada derajat tiga harus meliputi langkah-langkah ini:

  • Perban longgar area yang terbakar.
  • Pisahkan jari kaki atau tangan yang terbakar dan menempel dengan perban atau kain bersih dan kering
  • Jangan rendam luka bakar dalam air, jangan oleskan salep, atau cairan lain yang dapat menyebabkan infeksi.

Mencegah shock pada pertolongan luka bakar derat tiga

  • Baringkan korban luka bakar
  • Posisikan kaki 30 cm lebih tinggi dari kepala atau area luka bakar lebih tinggi daripada dada
  • Tutupi korban dengan selimut
  • Untuk luka bakar di hidung atau saluran pernapasan, jangan letakkan bantal di bawah kepala orang tersebut saat berbaring. Ini bisa menutup jalan napas
  • Apabila luka bakar ada di wajah, minta korban untukt duduk.
  • Periksa denyut nadi dan pernapasan korban secara berkala sampai ambulans tiba

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca