4 Kiat Mencegah Hilangnya Pendengaran Pada Usia Lanjut

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/06/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Semakin tua usia Anda, Anda akan mengalami sejumlah perubahan dalam cara tubuh Anda berfungsi. Gangguan pendengaran mungkin adalah salah satu dari perubahan ini. Gangguan pendengaran akibat penuaan (presbikusis) adalah kondisi umum yang lebih banyak mempengaruhi orang dewasa usia lanjut.

Mengalami kesulitan pendengaran dapat membuat Anda sulit untuk memahami dan mengikuti saran dokter, menanggapi peringatan waspada, dan mendengar bunyi telepon, bel pintu, dan alarm. Gangguan pendengaran juga dapat membuat sulit untuk menikmati berbicara dengan keluarga dan teman-teman, yang mengarah ke perasaan terisolasi.

Gangguan pendengaran terkait usia paling sering terjadi pada kedua telinga, mempengaruhi keduanya dengan cara yang sama. Karena gangguan ini terjadi secara bertahap, jika Anda memiliki prebiskusis, Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda telah kehilangan beberapa kemampuan mendengar. Ada banyak penyebab yang berkaitan dengan gangguan pendengaran akibat penuaan. Paling umum, hal ini muncul dari kebisingan dan perubahan di telinga bagian dalam yang mengikuti bertambahnya usia, tetapi juga bisa merupakan hasil dari perubahan di telinga tengah, atau dari perubahan kompleks sepanjang jalur saraf dari telinga ke otak. Kondisi medis tertentu dan obat-obatan juga mungkin memainkan peran.

Prebiskusis tidak dapat disembuhkan, karena kondisi ini disebabkan oleh degenerasi sel-sel sensorik, yang terjadi dengan usia. Namun demikian, gangguan pendengaran sebenarnya merupakan bagian yang bisa dihindari dari penuaan.

Apa yang harus saya lakukan untuk menghindari gangguan pendengaran?

Pada saat ini, para ilmuwan tidak tahu bagaimana mencegah gangguan pendengaran terkait usia. Namun, Anda dapat mulai melindungi diri dari risiko kehilangan pendengaran yang disebabkan oleh suara dengan melindungi telinga Anda sedini mungkin.

1. Hindari suara bising

Membatasi ekspos terhadap suara keras adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk membantu mencegah timbulnya presbikusis. Bahkan serangan singkat dari suara keras dapat berkontribusi pada kondisi Anda. Musik keras, terutama dari speaker, headphone, earphone; sumber suara keras lain, seperti petasan, mesin atau senjata api, mobil balap, acara olahraga, sepeda motor, perahu motor, harus dihindari. Jangan mendengarkan musik melalui headphone atau earphone dengan volume maksimum dalam waktu lama.

2. Gunakan pelindung

Jika Anda tahu Anda akan berada di sekitar suara keras selama lebih dari beberapa menit, pertimbangkan mengenakan perlindungan.

Sekeras apa suara digolongkan bising? Jika Anda harus menaikkan suara Anda untuk berteriak agar bisa didengar jelas oleh seseorang yang berjarak 1-2 meter dari Anda, suara bising tersebut bisa menjadi risiko serius untuk pendengaran Anda. Potensi kerusakan dari kebisingan disebabkan oleh kenyaringan suara dan lama jumlah waktu Anda terpapar oleh suara itu. Jika Anda mengalami tinnitus atau kesulitan mendengar setelah terpapar suara nyaring, maka Anda telah terekspos terlalu banyak kebisingan. Anda dapat mencegah gangguan pendengaran dengan menghindarkan diri dari situasi di mana ada kebisingan berlebihan atau dengan menggunakan sumbat telinga untuk melindungi telinga Anda, jika situasi tidak memungkinkan Anda untuk pergi menjauh.

Risiko gangguan pendengaran akibat paparan kebisingan terutama tinggi di antara pekerja pabrik dan industri berat, pekerja transportasi, personil militer, pekerja konstruksi, penambang, petani, petugas pemadam kebakaran, polisi, musisi, dan profesional industri hiburan. Jika Anda bekerja di suatu pekerjaan beresiko tinggi, diskusikan dengan atasan Anda untuk memastikan bahwa tempat kerja Anda memiliki program yang efektif untuk melindungi pendengaran pekerjanya, dan apakah mereka memenuhi peraturan daerah atau negara.

3. Rutin periksakan pendengaran Anda

Periksakan telinga Anda di dokter THT (telinga, hidung, tenggorokan) untuk dilakukan uji pendengaran secara rutin, atau jika pemeriksaan THT rutin disediakan dalam fasilitas kantor Anda. Pastikan Anda tahu hasil tes pendengaran Anda, simpan hasilnya, dan lacak segala perubahan dari tahun ke tahun.

  • Jika penyumbatan kotoran telinga adalah masalah Anda, tanyakan dokter Anda tentang perawatan telinga yang dapat Anda lakukan di rumah seperti minyak mineral, minyak bayi, gliserin, irigasi neti pot, atau tetes telinga komersial untuk melunakkan kotoran telinga.
  • Jika gangguan pendengaran diakibatkan oleh lubang di gendang telinga, Anda harus berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter sebelum menggunakan produk pembersih telinga. Lubang di gendang telinga bisa mengakibatkan gangguan pendengaran dan keluarnya cairan.
  • Infeksi telinga otitis media paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi orang dewasa bisa mendapatkannya juga. Anda dapat membantu mencegah infeksi saluran pernapasan atas — dan infeksi telinga yang biasa mengikutinya — dengan sering mencuci tangan.
  • Tanyakan kepada dokter Anda tentang bagaimana untuk membantu mencegah infeksi telinga yang berhubungan dengan flu. Jika Anda masih mengeluhkan infeksi telinga, konsultasikan dengan dokter segera sebelum berkembang menjadi lebih serius.
  • Jika Anda menggunakan obat, tanyakan kepada dokter Anda jika obat Anda adalah ototoksik, atau berpotensi merusak telinga. Tanyakan juga apakah obat lain dapat digunakan sebagai pengganti. Jika tidak, tanyakan apakah dosisnya dapat dikurangi — walaupun terkadang tidak bisa. Namun, dokter Anda akan membantu Anda mendapatkan obat yang Anda butuhkan ketika mencoba untuk mengurangi efek samping yang tidak diinginkan.

4. Atur pola makan sehat: diet rendah lemak jenuh dan kalori

Banyak studi epidemiologi di seluruh dunia telah menunjukkan keterkaitan antara insiden penyakit jantung koroner dengan kadar kolesterol darah cenderung tinggi, dan asupan lemak jenuh juga biasanya tinggi. Berdasarkan hipotesis ini, Rosen dan tim peneliti dalam studi terbitan jurnal Acta Oto-Laryngologica menguji dua populasi berusia 40-59 tahun, di dua rumah sakit jiwa untuk jangka waktu 5 tahun di Finlandia. Satu rumah sakit (A) diberikan diet lemak jenuh dan diet tinggi lemak tak jenuh ganda untuk rumah sakit kedua (B).

Pada akhir periode uji, tingkat kejadian jantung koroner menurun secara signifikan di rumah sakit yang terakhir. Gangguan pendengaran juga membaik secara signifikan di semua frekuensi. Pada akhir periode 5 tahun diet di dua rumah sakit ditukar. Empat tahun setelah penukaran diet,  begitu pula dengan hasilnya: kualitas pendengaran di rumah sakit A (yang tadinya diet tinggi lemak) mengalami perbaikan, dan kualitas di rumah sakit B justru memburuk. Insiden penyakit jantung koroner mengikuti pola yang sama. Para peneliti Finlandia menyimpulkan bahwa faktor penting dalam pencegahan penyakit jantung koroner mungkin adalah diet rendah lemak jenuh. Temuan Someya menunjukkan bahwa diet yang sama mungkin berperan dalam menunda, atau bahkan tidak membatalkan sama sekali, gangguan pendengaran.

Dilansir dari sebuah studi terbitan Cell oleh Shinichi Someya et al, pola makan yang membatasi jumlah kalori juga ditemukan dapat memperpanjang rentang hidup dan rentang kesehatan tubuh, serta menunda perkembangan berbagai penyakit terkait usia seperti kanker, diabetes, katarak, dan gangguan pendengaran terkait penuaan (prebiskusis) — gangguan terkait usia umum yang diakibatkan oleh stres oksidatif. Sekumpulan besar bukti sains menunjukkan bahwa diet rendah kalori, terutama jika Anda mengidap diabetes, mengurangi akumulasi kerusakan protein secara oksidatif, lipid, dan DNA yang terkait usia melalui pengurangan kerusakan oksidatif makromolekul ini dan/atau meningkatkan pertahanan antioksidan terhadap stres oksidatif.

Kapan harus periksakan diri ke dokter terkait hilangnya pendengaran?

Gangguan pendengaran harus diperiksa sesegera mungkin. Ini membantu menyingkirkan penyebab lain, seperti penumpukan kotoran telinga atau efek samping dari obat-obatan. Dokter Anda harus memastikan Anda mendapatkan tes pendengaran.

Hubungi fasilitas penyedia kesehatan Anda segera jika Anda memiliki perubahan mendadak dalam pendengaran atau gangguan pendengaran dengan gejala lain, seperti:

  • Sakit kepala
  • Perubahan dalam penglihatan
  • Pusing

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Merawat Telinga untuk Anda yang Sering Memakai Headset

Infeksi telinga akibat memakai headset sebenarnya dapat dicegah, asalkan Anda memahami bagaimana cara merawat telinga yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 01/09/2019 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Telinga Kemasukan Air

Saat telinga kemasukan air, jangan panik. Panik justru membuat Anda tanpa sadar melakukan cara-cara salah saat mengatasi telinga yang kemasukan air.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 28/08/2019 . Waktu baca 4 menit

3 Kiat untuk Mengatasi Telinga yang Sakit Saat Flu dan Pilek

Saat flu dan pilek menyerang, sering timbul rasa sakit pada telinga terutama ketika sedang menelan sesuatu. Apa yang bisa dilakukan untuk memulihkannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 25/07/2019 . Waktu baca 4 menit

3 Macam Pengobatan untuk Memulihkan Otitis Eksterna Secara Medis

Demi menghentikan perkembangan bakteri penyebab infeksi, dokter biasanya menyarankan berbagai pengobatan medis untuk mengatasi otitis eksterna. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 06/07/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengatasi infeksi telinga

Cara Mengatasi dan Mencegah Infeksi Akibat Tindik di Telinga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020 . Waktu baca 5 menit
gangguan pendengaran karena cacar air

Benarkah Cacar Air Bisa Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/10/2019 . Waktu baca 4 menit
lagu terngiang di kepala

Inilah Alasannya Sebuah Lagu Bisa Terus Terngiang di Kepala Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 02/10/2019 . Waktu baca 4 menit