Seberapa Keras Suara yang Bisa Merusak Telinga?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda bahwa tidak semua suara bisa didengarkan oleh telinga manusia? Ya, bunyi yang dapat didengar manusia adalah terbatas. Suara dengan frekuensi yang terlalu keras dapat merusak telinga Anda dan dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Lantas, bagaimana batasan frekuensi suara yang bisa didengar manusia? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa saja bunyi yang dapat didengar manusia?

jenis gangguan pendengaran

Proses mendengar yang Anda alami setiap hari diawali dengan suara yang diterima oleh telinga dalam bentuk gelombang suara. Gelombang suara ini kemudian masuk ke telinga melalui telinga luar menuju ke gendang telinga. 

Gelombang suara membuat gendang telinga bergetar yang kemudian menuju ke tiga tulang kecil dalam telinga tengah. Selanjutnya, getaran suara memasuki telinga dalam (koklea) dan diubah menjadi sinyal untuk dikirim ke otak untuk diinterpretasikan.

Bunyi yang dapat didengar oleh manusia adalah batasan frekuensi suara yang dapat ditangkap sistem pendengaran Anda. Ukuran frekuensi pendengaran dinilai dengan satuan Hertz (Hz). 

Dikutip dari artikel yang dipublikasikan US National Library of Medicine, sistem pendengaran yang muda dan sehat dapat mendeteksi nada-nada tenang dengan frekuensi berkisar antara 20 hingga 20.000 Hz. 

Cara membedakan bunyi yang dapat didengar oleh manusia lainnya adalah berdasarkan tingkat kebisingan yang diukur dengan desibel (dB). Semakin tinggi kebisingan suara, semakin tinggi ukuran desibel, semakin bisa pula kemungkinan suara tersebut bisa merusak telinga Anda. 

Para ahli menyebutkan bahwa paparan suara lebih dari 85 dB secara terus-menerus dapat merusak telinga Anda. Berikut ini adalah tingkat desibel beberapa bunyi yang dapat didengar oleh manusia:

Suara menyakitkan (dari desibel 120 ke atas)

  • 150 dB = suara kembang api yang berada kira-kira 1 meter di dekat Anda
  • 140 dB = senjata api, mesin jet
  • 120 dB = pesawat jet saat lepas landas, bunyi sirene

Sangat keras sekali (dari desibel 90 ke atas)

  • 110 dB = suara maksimal beberapa MP3 player, gergaji
  • 106 dB = alat pemotong rumput
  • 100 dB = bor tangan, bor pneumatik
  • 90 dB = kereta bawah tanah, sepeda motor

Sangat keras (dari desibel 70 ke atas)

  • 80-90 dB = hair-dryer, blender
  • 70 dB = lalu lintas sangat ramai, vacuum cleaner, alarm jam

Sedang (dari desibel 40 ke atas)

  • 60 dB = percapakan biasa, alat pengering pakaian,alat pencuci piring
  • 50 dB = suara curah hujan sedang
  • 40 dB = kamar yang tenang

Lemah

  • 30 dB = suara bisikan

Apa akibatnya mendengarkan suara yang terlalu keras?

trauma akustik, suara keras, efek suara bising

Salah satu dampak paling buruk dari mendengarkan suara di atas batas bunyi yang dapat didengar manusia adalah penyakit telinga berupa gangguan pendengaran secara permanen, dan ini tidak bisa diperbaiki lagi. Pendengaran Anda bisa rusak karena suara keras dalam waktu singkat, seperti ledakan, atau suara keras yang terus-menerus Anda dengar.

Telinga Anda adalah organ yang sangat peka. Pada saat mendengarkan, suara yang memasuki telinga Anda membuat gendang telinga bergetar.

Getaran tersebut dapat mencapai koklea (rumah siput). Pendengaran yang rusak terjadi akibat sel-sel rambut di sekitar koklea hancur. Umumnya, kondisi tersebut disebabkan oleh terlalu lamanya mendengarkan suara keras.

Apa saja gejala gangguan pendengaran akibat suara keras?

COVID-19 gangguan pendengaran

Terkadang, Anda mungkin tidak sadar bahwa suara yang Anda dengarkan adalah di atas batas wajar bunyi yang dapat didengar oleh manusia. Seperti saat Anda mendengarkan lagu kesukaan Anda menggunakan headphone atau earphone Anda. Untuk itu, Anda perlu mengetahui ciri berikut yang menandakan bahwa suara yang Anda dengarkan terlalu keras.

  • Saat Anda berbicara, Anda harus meningkatkan volume suara Anda agar terdengar
  • Anda tidak dapat mendengar suara orang yang berada satu meter dari Anda
  • Anda tidak dapat mendengar, atau suara di kuping terdengar teredam setelah Anda meninggalkan ruangan yang bising
  • Saat Anda sedang mendengarkan lagu menggunakan headphone atau earphone, orang lain di dekat Anda dapat mendengar suara musik yang Anda dengar
  • Telinga Anda terasa sakit atau berdenging (tinnitus) setelah Anda mendengar suara keras

Bagaimana saya dapat melindungi telinga dari suara keras?

Sebenarnya, mudah saja Anda melindungi telinga Anda dari suara bising, yaitu dengan menghindarinya. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk melindungi telinga Anda agar tetap berada pada batas wajar bunyi yang dapat didengar oleh manusia adalah:

1. Gunakan alat pelindung telinga

Ear plug untuk menjaga pendengaran.

Saat Anda mendengar suara keras atau bising (bagi Anda yang bekerja di tempat bising, menonton konser, menggunakan hair-dryer, atau sering berada di jalanan yang bising), sebaiknya gunakan penutup telinga atau penyumbat telinga.

Penutup atau penyumbat telinga dapat mengurangi kebisingan sebesar 15-30 dB jika digunakan dengan baik, tergantung dari pembuatannya dan apakah sesuai dengan ukuran telinga Anda.

2. Batas volume suara tidak lebih dari 60%

Bunyi yang dapat didengar oleh manusia adalah kurang dari 140 dedibel. Sementara itu, MP3 Player atau ponsel Anda bisa memproduksi suara sampai 120 desibel. Tingkatan tersebut setara dengan konser musik yang sudah cukup membuat telinga sakit.

Nah, pemakaian headset dengan volume setinggi itu bisa merusak pendengaran Anda hanya dalam 15 menit. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak menaikkan volume headset lebih dari 60% batas maksimal.

3. Memakai headset tidak lebih dari satu jam

kecanduan game online

Mendengarkan musik saat sedang bekerja pakai headset memang bisa membuat Anda terlalu nyaman. Namun, kenyamanan tersebut bisa saja berubah menjadi bencana bagi pendengaran Anda.

Walaupun volume saat pakai headset sudah rendah, tidak menutup kemungkinan bahwa durasi waktu yang lama tetap dapat merusak telinga.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak mendengarkan lagu pakai headset lebih dari satu jam. Biarkanlah telinga Anda beristirahat setelah satu jam menggunakan alat ini.

4. Jangan mengadu dua suara bising dalam satu waktu

pencemaran suara

Jangan menggunakan mesin yang mengeluarkan suara bising dalam waktu bersamaan di rumah, seperti tidak menggunakan radio dan televisi dengan suara keras di waktu bersamaan. Anda juga tidak disarankan untuk mencoba meredam kebisingan yang Anda dengar di sekitar Anda dengan suara lainnya. Misalnya, jangan menambah volume televisi saat Anda sedang menggunakan vacuum cleaner.

Jika Anda membeli peralatan yang mengeluarkan suara bising, seperti blender, hair-dryer, vacuum cleaner, sebaiknya pilih produk yang mengeluarkan suara lebih halus. Anda juga dapat menggunakan bahan penyerap suara, seperti karpet dan gorden, untuk mengurangi kebisingan di rumah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyakit Meniere

Penyakit meniere adalah salah satu penyebab gangguan pendengaran. Cari tahu informasi penyakit, penyebab penyakit dan gejala penyakitnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 2 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Sinusitis

Sinusitis adalah penyakit yang diderita banyak orang di Indonesia. Cari tahu obat sinusitis, penyebab, ciri, pengobatan dan gejala sinusitis lainnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Mengenal Urutan Proses Mendengar pada Manusia

Mendengar adalah proses saat telinga mengubah gelombang suara dan meneruskannya ke otak untuk diterjemahkan sebagai suara. Bagaimana urutan prosesnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan THT 23 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Tes BERA, Pemeriksaan untuk Deteksi Gangguan Pendengaran

BERA (brainstem evoked response audiometry) merupakan salah satu tes untuk mendeteksi gangguan pendengaran, khususnya pada bayi baru lahir.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 23 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat tetes telinga

Cari Tahu Jenis Obat Tetes Telinga Beserta Cara Pakainya Agar Tak Salah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
COVID-19 gangguan pendengaran

Telinga Berdenging (Tinnitus)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
Tuli Akibat Kebisingan

Tuli Akibat Kebisingan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
otitis eksterna (swimmer's ear)

Otitis Eksterna

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit