home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Seberapa Keras Suara yang Bisa Merusak Telinga?

Seberapa Keras Suara yang Bisa Merusak Telinga?

Tahukah Anda bahwa tidak semua suara bisa didengarkan oleh telinga manusia? Ya, bunyi yang dapat didengar manusia adalah terbatas. Suara dengan frekuensi yang terlalu keras dapat merusak telinga Anda dan dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Lantas, bagaimana batasan frekuensi suara yang bisa didengar manusia? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa saja bunyi yang dapat didengar manusia?

jenis gangguan pendengaran

Proses mendengar yang Anda alami setiap hari diawali dengan suara yang diterima oleh telinga dalam bentuk gelombang suara.

Gelombang suara ini kemudian masuk ke telinga melalui telinga luar menuju ke gendang telinga.

Gelombang suara membuat gendang telinga bergetar yang kemudian menuju ke tiga tulang kecil dalam telinga tengah.

Selanjutnya, getaran suara memasuki telinga dalam (koklea) dan diubah menjadi sinyal untuk dikirim ke otak untuk diinterpretasikan.

Bunyi yang dapat didengar oleh manusia adalah batasan frekuensi suara yang dapat ditangkap sistem pendengaran Anda. Ukuran frekuensi pendengaran dinilai dengan satuan Hertz (Hz).

Dikutip dari artikel yang dipublikasikan US National Library of Medicine, sistem pendengaran yang muda dan sehat dapat mendeteksi nada-nada tenang dengan frekuensi berkisar antara 20 hingga 20.000 Hz.

Cara membedakan bunyi yang dapat didengar oleh manusia lainnya adalah berdasarkan tingkat kebisingan yang diukur dengan desibel (dB).

Semakin tinggi kebisingan suara, semakin tinggi ukuran desibel, semakin bisa pula kemungkinan suara tersebut bisa merusak telinga Anda.

Para ahli menyebutkan bahwa paparan suara lebih dari 85 dB secara terus-menerus dapat merusak telinga Anda.

Berikut ini adalah tingkat desibel beberapa bunyi yang dapat didengar oleh manusia.

Suara menyakitkan (dari desibel 120 ke atas)

  • 150 dB = suara kembang api yang berada kira-kira 1 meter di dekat Anda
  • 140 dB = senjata api, mesin jet
  • 120 dB = pesawat jet saat lepas landas, bunyi sirene

Sangat keras sekali (dari desibel 90 ke atas)

  • 110 dB = suara maksimal beberapa MP3 player, gergaji
  • 106 dB = alat pemotong rumput
  • 100 dB = bor tangan, bor pneumatik
  • 90 dB = kereta bawah tanah, sepeda motor

Sangat keras (dari desibel 70 ke atas)

  • 80-90 dB = hair-dryer, blender
  • 70 dB = lalu lintas sangat ramai, vacuum cleaner, alarm jam

Sedang (dari desibel 40 ke atas)

  • 60 dB = percapakan biasa, alat pengering pakaian,alat pencuci piring
  • 50 dB = suara curah hujan sedang
  • 40 dB = kamar yang tenang

Lemah

  • 30 dB = suara bisikan

Apa akibatnya mendengarkan suara yang terlalu keras?

trauma akustik, suara keras, efek suara bising

Salah satu dampak paling buruk dari mendengarkan suara di atas batas bunyi yang dapat didengar manusia adalah penyakit telinga berupa gangguan pendengaran secara permanen.

Sayangnya, kondisi ini tidak bisa diperbaiki lagi.

Pendengaran Anda bisa rusak karena suara keras dalam waktu singkat, seperti ledakan, atau suara keras yang terus-menerus Anda dengar.

Telinga Anda adalah organ yang sangat peka. Pada saat mendengarkan, suara yang memasuki telinga Anda membuat gendang telinga bergetar.

Getaran tersebut dapat mencapai koklea (rumah siput). Pendengaran yang rusak terjadi akibat sel-sel rambut di sekitar koklea hancur. Umumnya, kondisi tersebut disebabkan oleh terlalu lamanya mendengarkan suara keras.

Apa saja gejala gangguan pendengaran akibat suara keras?

COVID-19 gangguan pendengaran

Terkadang, Anda mungkin tidak sadar bahwa suara yang Anda dengarkan adalah di atas batas wajar bunyi yang dapat didengar oleh manusia.

Seperti saat Anda mendengarkan lagu kesukaan Anda menggunakan headphone atau earphone Anda.

Untuk itu, Anda perlu mengetahui ciri berikut yang menandakan bahwa suara yang Anda dengarkan terlalu keras.

  • Saat Anda berbicara, Anda harus meningkatkan volume suara Anda agar terdengar.
  • Anda tidak dapat mendengar suara orang yang berada satu meter dari Anda.
  • Anda tidak dapat mendengar, atau suara di kuping terdengar teredam setelah Anda meninggalkan ruangan yang bising.
  • Saat Anda sedang mendengarkan lagu menggunakan headphone atau earphone, orang lain di dekat Anda dapat mendengar suara musik yang Anda dengar.
  • Telinga Anda terasa sakit atau berdenging (tinnitus) setelah Anda mendengar suara keras.

Bagaimana saya dapat melindungi telinga dari suara keras?

Sebenarnya, mudah saja Anda melindungi telinga Anda dari suara bising, yaitu dengan menghindarinya.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk melindungi telinga Anda agar tetap berada pada batas wajar bunyi yang dapat didengar oleh manusia adalah berikut.

1. Gunakan alat pelindung telinga

Ear plug untuk menjaga pendengaran.

Saat Anda mendengar suara keras atau bising (bagi Anda yang bekerja di tempat bising, menonton konser, menggunakan hair-dryer, atau sering berada di jalanan yang bising), sebaiknya gunakan penutup telinga atau penyumbat telinga.

Penutup atau penyumbat telinga dapat mengurangi kebisingan sebesar 15-30 dB bila digunakan dengan baik.

Hal ini tergantung dari bahan pembuatnya dan kesesuaiannya dengan ukuran telinga Anda.

2. Batas volume suara tidak lebih dari 60%

Bunyi yang dapat didengar oleh manusia adalah kurang dari 140 dedibel. Sementara itu, MP3 Player atau ponsel Anda bisa memproduksi suara sampai 120 desibel.

Tingkatan tersebut setara dengan konser musik yang sudah cukup membuat telinga sakit.

Nah, pemakaian headset dengan volume setinggi itu bisa merusak pendengaran Anda hanya dalam 15 menit.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak menaikkan volume headset lebih dari 60% batas maksimal.

3. Memakai headset tidak lebih dari satu jam

kecanduan game online

Mendengarkan musik saat sedang bekerja pakai headset memang bisa membuat Anda terlalu nyaman.

Namun, kenyamanan tersebut bisa saja berubah menjadi bencana bagi pendengaran Anda.

Walaupun volume saat pakai headset sudah rendah, tidak menutup kemungkinan bahwa durasi waktu yang lama tetap dapat merusak telinga.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak mendengarkan lagu pakai headset lebih dari satu jam.

Biarkanlah telinga Anda beristirahat setelah satu jam menggunakan alat ini.

4. Jangan mengadu dua suara bising dalam satu waktu

pencemaran suara

Jangan menggunakan mesin yang mengeluarkan suara bising dalam waktu bersamaan di rumah, seperti tidak menggunakan radio dan televisi dengan suara keras di waktu bersamaan.

Anda juga tidak disarankan untuk mencoba meredam kebisingan yang Anda dengar di sekitar Anda dengan suara lainnya, misalnya, jangan menambah volume televisi saat Anda sedang menggunakan vacuum cleaner.

Jika Anda membeli peralatan yang mengeluarkan suara bising, seperti blender, hair-dryer, vacuum cleaner, sebaiknya pilih produk yang mengeluarkan suara lebih halus.

Anda juga dapat menggunakan bahan penyerap suara, seperti karpet dan gorden, untuk mengurangi kebisingan di rumah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Noise-Induced Hearing Loss – familydoctor.org. (2020). Retrieved 5 November 2020, from https://familydoctor.org/condition/noise-induced-hearing-loss/

Conductive Hearing Loss – ENT Health. (2020). Retrieved 5 November 2020, from https://www.enthealth.org/conditions/conductive-hearing-loss/

Purves, D., Augustine, G., Fitzpatrick, D., Katz, L., LaMantia, A., McNamara, J., & Williams, S. (2001). The Audible Spectrum. Sinauer Associates. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK10924/#:~:text=Humans%20can%20detect%20sounds%20in,to%2015%E2%80%9317%20kHz.)

Pujol, R. (2020). Journey into the world of Hearing – specialists. Retrieved 5 November 2020, from http://www.cochlea.org/en/hear/human-auditory-range

Impairments, N., Dobie, R., & Hemel, S. (2004). Basics of Sound, the Ear, and Hearing. National Academies Press (US). Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK207834/

Foto Penulis
Ditulis oleh Fajarina Nurin pada 10/05/2021
x