home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Jenis-Jenis Tes Pendengaran dan Fungsinya

Mengenal Jenis-Jenis Tes Pendengaran dan Fungsinya

Tes pendengaran adalah pemeriksaan yang dilakukan ketika Anda mengalami penyakit telinga, termasuk gangguan pendengaran atau merasa pendengaran Anda rusak. Pemeriksaan ini dilakukan oleh audiolog untuk menguji pendengaran Anda dan mengukur tingkat keparahan gangguan pendengaran. Lebih lengkap, simak penjelasannya berikut ini.

Siapa saja yang membutuhkan tes pendengaran?

implan koklea

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, CDC, menyebutkan bahwa bayi diwajibkan menjalani pemeriksaan pendengaran paling lambat usia satu bulan. Jika bayi tidak lolos pemeriksaan, bayi dianjurkan menjalani tes pendengaran lengkap paling lambat pada usia tiga bulan.

Bayi dan anak-anak dianjurkan menjalani pemeriksaan pendengaran jika:

  • Anda merasa bayi Anda mengalami kehilangan pendengaran
  • Memiliki gangguan pendengaran yang muncul setelah bayi serta berkembang perlahan.
  • Tidak lolos pemeriksaan pendengaran pada awal kelahirannya, yaitu sebelum menginjak usia satu bulan

Sementara itu, orang dewasa yang mengalami gejala di bawah ini juga dianjurkan menjalani tes pendengaran:

  • Telinga berdengung (tinnitus)
  • Lawan bicara menganggap Anda bicara terlalu keras
  • Anda kerap menanyakan lawan bicara untuk mengulangi perkataannya
  • Anda kesulitan mendengarkan percakapan, terutama ketika latar belakangnya terasa bising
  • Orang lain merasa terganggu karena Anda menyetel televisi dengan volume terlalu keras

Tes pendengaran adalah pemeriksaan yang mudah dilakukan dan tidak menyakitkan. Bahkan, bayi dapat tertidur saat sedang diperiksa. Tes ini pun hanya membutuhkan waktu beberapa menit.

Apa saja jenis tes pendengaran?

Audiometri merupakan salah satu alat untuk mendiagnosis masalah pendengaran.

Ada berbagai jenis tes pendengaran yang dilakukan sesuai dengan kondisi dan usia Anda. Dokter akan menentukan pemeriksaan yang tepat untuk Anda.

Jenis-jenis tes pendengaran meliputi:

1. Audiometri nada murni

Dalam pemeriksaan audiometri nada murni, sebuah mesin (audiometer) akan menghasilkan nada murni yang dialirkan ke telinga Anda. Anda kemudian akan diminta memberikan tanda, misalnya dengan menekan tombol atau menunjuk ketika Anda dapat mendengar nada murni tersebut.

Dalam tes pendengaran ini, Anda akan diberikan rangsangan melalui udara dan tulang mastoid (tulang yang terletak di belakang telinga). Ketika rangsangan diberikan melalui udara, jalur pendengaran luar serta telinga bagian dalam Anda akan diukur. Sementara itu, jika rangsangan diberikan melalui tulang, pendengaran pada telinga bagian dalam akan diukur.

2. Speech perception test

Tes pendengaran ini mirip dengan audiometri nada murni, tetapi Anda mendengarkan ucapan, bukan nada atau suara. Speech perception test adalah pemeriksaan untuk memeriksa seberapa jelas Anda dapat mendengar ucapan.

Dalam tes ini, Anda diminta mengulangi kata-kata yang diucapkan kepada Anda. Gangguan pendengaran terkait usia (presbikusis) biasanya dimulai dengan hilangnya pendengaran pada frekuensi yang lebih tinggi, sehingga suara ucapan tertentu (seperti ‘p’, ‘f’, dan ‘t’) terdengar sangat mirip.

3. Timpanometri

Tes ini memeriksa kondisi telinga tengah yang terdiri dari gendang telinga dan tiga tulang kecil yang menghubungkan gendang telinga ke telinga bagian dalam. Sebuah alat kecil akan dipasang di telinga Anda untuk memeriksa cairan di belakang gendang telinga.

Timpanometri sebenarnya bukan termasuk tes pendengaran. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat apakah gendang telinga dapat berfungsi dengan normal.

4. Refleks stapedial dan kerusakan refleks

Tes ini dilakukan untuk memeriksa kemampuan saraf pendengaran untuk mengirimkan sinyal pendengaran ke otak. Jika terjadi penyumbatan di sepanjang jalur ini, artinya Anda memerlukan konsultasi medis lebih lanjut.

5. Tes garpu tala

Tes garpu tala biasanya terdiri dari kombinasi tes Weber, Rinne, dan Schwabach. Tes pendengaran ini dilakukan untuk mendeteksi gangguan pendengaran konduktif dan sensorineural unilateral (pada salah satu telinga). Selain itu, tes garpu tala juga akan mendeteksi lokasi dan sifat gangguan pendengaran.

tes rinne

6. Evaluasi respon batang otak (brainstem evoke response evaluation)

Brainstem evoke response evaluation (BERA) mengukur saraf listrik yang membawa suara dari telinga bagian dalam ke otak. Evaluasi respons batang otak nantinya akan melihat apakah terdapat halangan pada saraf tersebut.

Elektroda akan ditempatkan di liang telinga dan di atas kepala Anda. Anda kemudian akan mendengar suara klik. Setelah itu, ahli kesehatan dapat menentukan apakah ada gangguan yang menghalangi suara dari saraf ke otak.

7. Threshold equalizing noise (TEN) test

Tes pendengaran ini memeriksa apakah ada bagian telinga Anda Anda tang tidak dapat merespons rangsangan suara. Jika ada, bagian telinga ini disebut dengan “zona mati” atau “dead zone”.

Audiolog Anda akan menggunakan informasi dari pemeriksaan ini untuk menentukan alat bantu dengar yang tepat untuk kondisi Anda.

8. Tes kalimat dalam kebisingan

Sentence-in-noise (SIN) test atau uji kalimat dalam kebisingan dilakukan untuk mengukur kemampuan Anda untuk memahami percakapan dalam lingkungan yang bising. Hasilnya akan dibandingkan dengan kemampuan pendengaran Anda dalam lingkungan yang tenang.

9. Emisi otoakustik

Tes ini dilakukan untuk memeriksa respons telinga bagian dalam terhadap suara. Respon tersebut diukur dengan menempatkan mikrofon yang sangat sensitif di liang telinga. Sinyal yang diperoleh dari mikrofon itu kemudian akan dianalisis.

Jika Anda khawatir akan efek samping, sejauh ini tes pendengaran tergolong aman dan minim efek samping. Cobalah konsultasikan ke dokter untuk mengetahui segala risiko dan manfaat dari prosedur yang akan Anda jalani.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Diagnostic audiology evaluations – Overview. (2020). Retrieved 9 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/departments-centers/diagnostic-audiology-evaluations/overview/ovc-20429248

Hearing tests . (2017). Retrieved 9 October 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/hearing-tests/

Newborn hearing screening. (2017). Retrieved 9 October 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/newborn-hearing-test/

Hearing test. (2020). Retrieved 9 October 2020, from https://www.healthdirect.gov.au/hearing-test

Hearing tests. (2020). Retrieved 9 October 2020, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/hearing-tests

Screening and Diagnosis | Hearing Loss | NCBDDD | CDC. (2020). Retrieved 9 October 2020, from https://www.cdc.gov/ncbddd/hearingloss/screening.html

Wahid, N., Hogan, C., & Attia, M. (2020). Weber Test. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK526135/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 29/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x