7 Perawatan Wajib untuk Menjaga Kesehatan Vagina

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Merawat alat reproduksi merupakan keharusan bagi setiap wanita. Vagina yang sehat secara alami bersifat asam dan mengandung banyak bakteri menguntungkan untuk menangkis infeksi dan mempertahankan tingkat pH (tingkat keasaman) normal. Vagina yang sehat juga akan mengeluarkan sejumlah cairan untuk menjaganya tetap bersih, sama seperti air liur yang diproduksi untuk membantu membersihkan mulut Anda. Gangguan apapun pada kondisi daerah V yang normal tersebut  dapat menyebabkan iritasi dan infeksi pada vagina. Oleh karena itu, berikut adalah cara untuk menjaga kesehatan vagina Anda.

1. Mencuci vagina dengan benar

Hindari pemakaian sabun wangi, gel, dan antiseptik karena ini akan dapat mempengaruhi keseimbangan yang sehat dari bakteri dan tingkat pH di dalam vagina yang akan menyebabkan iritasi.

Gunakan sabun yang polos dan tanpa pewangi untuk mencuci daerah V dengan lembut setiap hari. Vagina akan membersihkan dirinya sendiri dengan menggunakan cairan vagina alami.

Menurut Dr Suzy Elneil, seorang konsultan uroginekologi di University College Hospital London, saat Anda sedang haid, membersihkan vagina lebih dari sekali dalam sehari dapat membantu Anda untuk merawat daerah V.

Professor Ronnie Lamont, seorang juru bicara dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, mengatakan bahwa setiap wanita berbeda. Beberapa mungkin tidak mendapatkan masalah jika mencuci vagina dengan sabun yang wangi. Tapi, jika seorang wanita memiliki iritasi atau gejala vulva, salah satu hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah menggunakan sabun non-alergi atau sabun biasa untuk melihat apakah hal tersebut dapat membantu.

2. Memakai kondom

Anda pasti sudah familiar dengan alat kontrasepsi yang berfungsi sebagai pelindung PMS (Penyakit Menular Seksual) dan kehamilan ini. Namun ternyata selain itu, kondom juga berfungsi sebagai penjaga tingkat pH vagina, yang berarti bahwa bakteri baik seperti lactobacilli dapat bertahan hidup di sana. Bakteri tersebut sangat penting karena mereka merupakan bakteri yang dapat membantu mencegah infeksi ragi, ISK (Infeksi Saluran Kemih), dan vaginosis bakteri.

3. Mengenakan celana dalam berbahan katun

Pilihlah celana dalam dengan bahan katun untuk melindungi daerah V. Mungkin Anda menyadari bahwa sebagian besar celana dalam dilengkapi dengan strip tipis kain katun pada bagian selangkangan. Menurut Mary Jane Minkin, M.D., seorang profesor klinis kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Yale University, bahan katun adalah bahan yang ideal untuk pakaian dalam wanita, karena katun dapat menyerap kelembapan dan memungkinkan kulit untuk bernapas.

4. Memeriksakan diri ke ginekolog untuk perawatan preventif

Memeriksakan diri secara rutin setiap tahunnya sangat penting untuk menjaga kesehatan vagina Anda. Setiap wanita harus memiliki tes ginekologi pertama kali pada umur 21 tahun atau dalam waktu tiga tahun menjadi aktif secara seksual. Ginekolog dan banyak dokter keluarga dilatih untuk mendiagnosis penyakit dan gangguan yang dapat membahayakan vagina atau sistem reproduksi Anda secara keseluruhan. Ginekolog juga melakukan Pap smear (pemeriksaan leher rahim) yang bisa mendeteksi adanya kanker serviks.

5. Melumasi vagina

Vagina yang kering terkadang disebabkan oleh mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antihistamin, antidepresan, atau pil KB. Hal ini juga dapat muncul setelah kehamilan atau sesaat sebelum menopause. Ketika hal ini terjadi, komunikasikan dengan pasangan Anda sehingga ia tidak terus maju sebelum Anda benar-benar dilumasi, karena jika tidak dilumasi, hal itu akan terasa menyakitkan dan dapat menyebabkan lecet, menurut Minkin.

Hindari petroleum jelly dan produk-produk berbasis minyak lainnya, karena mereka dapat menyebabkan lateks kondom rusak dan juga dapat menyebabkan infeksi.

6. Berhati-hati saat bersepeda

Hal yang tak terduga yang dapat mengganggu kesehatan vagina Anda adalah bersepeda. Jika Anda sering mengendarai sepeda, Anda bisa berada pada risiko mati rasa genital, rasa sakit, dan kesemutan saat bersepeda.

Bahkan sebuah studi dari pengendara sepeda perempuan dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa mayoritas pengendara sepeda mengalami hal-hal tersebut. Jika Anda suka bersepeda, khususnya dalam studio, cobalah mengenakan celana pendek yang empuk untuk menjaga vagina bebas dari rasa sakit selama latihan.

7. Menjaga kebersihan vagina dengan baik

Setelah buang air besar, bersihkan area dari depan ke belakang, bukan dari belakang ke depan, untuk menghindari kontaminasi bakteri vagina dan menurunkan risiko infeksi kandung kemih. Ganti pembalut atau tampon secara teratur selama menstruasi. Bila Anda tidak sedang haid, jangan gunakan pembalut atau panty liner untuk menyerap keputihan normal, karena ini malah akan membuat vagina lembap dan memudahkan infeksi jamur.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

    Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

    Mengetahui anak Anda melakukan masturbasi mungkin akan menimbulkan rasa kaget pada orang tua. Lalu bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Parenting, Tips Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Uretritis Non-Gonore

    Uretritis non-gonore adalah penyakit urologi yang menyerang kelamin. Cari tahu gejala, penyebab, dan cara mencegah dari salah satu jenis uretritis ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Urologi, Urologi Lainnya 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Uretritis Gonore

    Uretritis Gonore adalah penyakit di salurah kemih uretra yang disebabkan bakteri gonorea. Cari tahu gejala dan pengobatannya berikut.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Urologi, Urologi Lainnya 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    KDRT konflik rumah tangga

    Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    masalah seks pada pria

    5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    cara mencapai multiorgasme

    7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
    manfaat ampas teh bagi kecantikan

    7 Cara Memanfaatkan Ampas Teh untuk Kecantikan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit