Beda Jenis Lemak yang Anda Makan, Beda Pula Bahayanya untuk Kesehatan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Satu hal yang mungkin terlintas di pikiran Anda ketika membicarakan lemak adalah berbagai keburukannya. Mulai dari kenaikan berat badan, penyakit jantung, diabetes, hingga kolesterol tinggi. Nyatanya, setiap makanan yang Anda makan mempunyai jenis lemak yang berbeda. Ada yang dikatakan sebagai lemak baik, ada juga lemak yang jahat bagi tubuh. Masing-masing jenis lemak berbeda ini ternyata juga mempunyai risiko yang berbeda bagi tubuh. Berikut penjelasannya

Macam-macam jenis lemak dari makanan

Tidak semua makanan sama. Hal ini pun memengaruhi kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. Berbeda nutrisi yang masuk ke tubuh kita, berbeda juga efeknya bagi tubuh. Untuk lemak sendiri dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Lemak trans, bisa didapat dari minyak sayur yang terhidrogenasi. Biasanya terdapat dalam makanan yang digoreng dalam suhu tinggi, seperti fried chicken, gorengan, kentang goreng, dan makanan junk food ¬†lainnya.
  • Lemak jenuh, bisa ditemukan dalam mentega, daging kambing, daging sapi, sosis, dan produk daging olahan lainnya.
  • Lemak tak jenuh, bisa diperoleh dari alpukat, minyak zaitun, minyak kanola, kacang almond, biji rami, kenari, salmon, tuna, dan lainnya.

Konsumsi lemak trans dan lemak jenuh tinggi meningkatkan risiko kematian

Sebuah penelitian dari Harvard T. H. Chan School of Public Health menunjukkan bahwa konsumsi lemak jenuh dan lemak trans memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi. Sedangkan, konsumsi lemak tak jenuh yang tinggi dapat menurunkan risiko kematian.

Tak hanya itu, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa mengganti asupan lemak jenuh dengan lemak tak jenuh (terutama lemak tak jenuh ganda) justru dapat membawa manfaat kesehatan bagi tubuh. Lemak tak jenuh ganda ini bisa Anda temukan dalam kacang-kacangan, biji-bijian, minyak nabati, dan ikan berlemak.

Risiko kematian meningkat pada orang yang sering dan banyak mengonsumsi lemak trans dan lemak jenuh karena dua lemak jahat ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, penyakit neurodegeneratif, dan penyakit pernapasan.

Sebaliknya, mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh justru dapat melindungi kesehatan jantung. Maka dari itu, tingkat kematian yang diakibatkan oleh penyakit jantung maupun diabetes dapat berkurang.

Ganti asupan lemak jahat dengan lemak baik

Walaupun kebanyakan asupan lemak yang Anda konsumsi mungkin termasuk lemak jahat (lemak jenuh dan lemak trans), namun sebaiknya jangan hindari konsumsi lemak. Karena tubuh tetap membutuhkan lemak untuk fungsi normalnya. Namun, yang paling penting dilakukan untuk menghindari dampak buruk dari konsumsi lemak adalah pilih jenis lemak yang Anda makan.

Menurut penelitian di atas, sebaiknya ganti konsumsi lemak jenuh dan lemak trans dengan lemak tak jenuh. Misalnya, ganti menu daging Anda dengan menu ikan atau kacang-kacangan (seperti tempe dan tahu). Selain itu, Anda juga bisa mengganti mentega untuk memasak dengan berbagai minyak nabati cair, seperti minyak zaitun dan minyak kanola. Perhatikan juga metode masak yang Anda gunakan, makanan bisa menjadi kurang sehat jika dimasak dengan cara yang salah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca