Hal-hal yang Bisa Menyebabkan Kolesterol Tinggi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/07/2020 . 12 menit baca
Bagikan sekarang

Kolesterol tinggi sering dijuluki sebagai penyakit yang hanya bisa menimpa orang tua atau orang gemuk. Padahal, kolesterol tinggi juga bisa dialami orang yang berusia muda dan bertubuh kurus. Oleh karena itu, penting bagi Anda mengetahui apa saja penyebab kolesterol naik untuk mengetahui seberapa besar risiko Anda, juga sekaligus menghindari risiko komplikasinya di kemudian hari. Lalu, apa saja sih penyebab kolesterol tinggi? Simak penjelasannya berikut ini.

Berbagai penyebab dan faktor risiko kolesterol tinggi

Faktanya, ada banyak hal yang bisa jadi penyebab kolesterol tinggi. Mulai dari kebiasaan sehari-hari yang sebenarnya bisa dicegah hingga kondisi medis tertentu.

1. Pertambahan usia

periksa kesehatan bagi lansia

Salah satu faktor risiko kolesterol tinggi adalah usia. Semakin bertambahnya usia Anda, maka kemungkinan untuk mengalami kondisi ini semakin besar. Sebagai contoh, pria yang usianya sudah menginjak 45 tahun ke atas dan wanita yang usianya sudah lebih dari 55 tahun ke atas, memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami kolesterol tinggi dan serangan jantung.

Namun, bukan berarti pada usia yang telah disebutkan, Anda pasti mengalami kondisi tersebut. Saat usia menjadi faktor risiko dari kolesterol tinggi, hal ini biasanya dipengaruhi oleh perubahan fungsi dan metabolisme tubuh yang juga semakin menurun. Jadi, tak heran jika kebanyakan orang lanjut usia memiliki kolesterol LDL lebih tinggi daripada anak muda.

Akan tetapi, bukan berarti anak muda tidak bisa mengalami kondisi tersebut. Apalagi, kondisi ini seringnya tidak menunjukkan gejala tertentu.  Maka dari itu, Anda tetap harus menjaga kadar kolesterol tetap normal, meski Anda masih muda. Salah satunya dengan menjaga pola makan sehat.

2. Terbiasa pola makan tak sehat

mencerna makanan berlemak

Melansir British Heart Foundation, salah satu penyebab kolesterol adalah kebiasaan makan yang tidak sehat. Kebiasaan makan dan jajan sembarangan dapat menjadi penyebab tingginya kadar kolesterol dalam darah.

  • Konsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebih

Mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak jenuh dan lemak trans memang dapat meningkatkan kadar lemak di dalam tubuh. Masalahnya, semakin tinggi kadar lemak dalam tubuh, semakin tinggi pula potensi Anda mengalami kolesterol tinggi.

Lemak jenuh memang mudah ditemukan pada makanan. Anda bisa menemukannya pada daging sapi, daging domba, mentega, krim, dan keju yang terbuat dari 2% susu.

Sementara itu, makanan yang terbuat dari tumbuhan dan memiliki kandungan kolesterol tinggi adalah kelapa serta minyak kelapa. Terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh bisa menjadi penyebab tingginya kadar kolesterol.

Tak hanya itu, lemak trans adalah lemak yang telah diolah oleh pabrik dan ditambahkan dengan hidrogen untuk membuat minyak sayuran menjadi lebih kental. Sama halnya dengan lemak jenuh, lemak ini juga bisa menjadi penyebab kadar kolesterol tinggi.

Hal ini disebabkan, lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan justru menurunkan kadar kolesterol baik di dalam darah. Mengingat tubuh masih membutuhkan asupan lemak, ganti asupan lemak jenuh dan lemak trans dengan lemak tak jenuh.

Anda bisa menemukannya pada minyak zaitun, buah zaitun, kacang-kacangan seperti kenari dan kacang almond, serta asam lemak omega-3 pada ikan. Pasalnya, lemak tak jenuh dapat membantu Anda mengontrol kadar kolesterol di dalam tubuh.

  • Konsumsi asupan gula dan alkohol berlebih

Ketika Anda didiagnosis menderita kolesterol tinggi, mungkin Anda hanya fokus untuk untuk membatasi makan makanan berlemak. Namun, banyak yang dari Anda yang tidak memperhatikan asupan gula dan alkohol.

Padahal, kalori berlebih yang mungkin Anda dapatkan dari gula dan alkohol akan berubah menjadi kolesterol trigliserida yang dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah Anda.

Salah satu cara cara agar kadar kolesterol seimbang adalah dengan mengurangi semua asupan gula, termasuk minuman manis, alkohol, dan karbohidrat olahan seperti roti, dan pasta.

  • Kurang konsumsi kolesterol

Meski kerap dipandang negatif, nyatanya tubuh membutuhkan kolesterol. Tubuh mendapatkan kolesterol dari dua sumber, yakni dengan membuatnya sendiri di hati serta dari makanan yang dikonsumsi.

Saat asupan kolesterol menurun, tubuh Anda akan memproduksi lebih banyak kolesterol untuk mencukupi kebutuhannya. Oleh sebab itu, terlalu membatasi konsumsi makanan berkolesterol justru dapat mengakibatkan kolesterol Anda melonjak tinggi sekalipun telah hidup sehat. Anda tetap dapat mengonsumsi jenis makanan ini asalkan dalam jumlah sewajarnya.

  • Salah dalam menentukan pantangan

Selain mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak tak jenuh dan mengurangi makanan serta minuman manis, Anda juga perlu mengatur pola makan. Jangan sampai Anda salah dalam menentukan pantangan makanan.

Biasanya, untuk menghindari kolesterol, Anda menghindari telur yang mengandung kolesterol tinggi. Padahal, saat menghindarinya, Anda justru melewatkan protein tinggi yang terdapat pada telur.

Anda boleh-boleh saja makan satu butir telur dalam sehari, tetapi tidak disarankan untuk makan steak dan segelas susu setelahnya. Artinya, pastikan bahwa Anda tidak sembarang menghindari segala makanan. Hal yang terpenting adalah menentukan batasan yang tepat.

Cara menetukan pola makan yang tepat adalah dengan membiasakan diri mengonsumsi makanan yang baik untuk kolesterol. Sebagai contoh, mengurangi makanan tinggi kolesterol meski tidak berhenti mengonsumsinya sama sekali dan meningkatkan makanan kaya serat. Ya, makanan berserat dapat menurunkan kolesterol.

3. Malas bergerak

Apa benar orang malas cenderung iq tinggi?

Sadarkah Anda bahwa malas bergerak bisa menjadi salah satu penyebab kadar kolesterol di dalam darah meningkat? Coba pikirkan, berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk tiduran atau duduk leyeh-leyeh sembari mengecek ponsel, menonton televisi, atau hanya bermain game.

Apalagi jika Anda pegawai kantoran yang menghabiskan waktu untuk duduk diam di depan komputer selama berjam-jam. Ya, kurang aktif bergerak dan malas berolahraga bisa menjadi salah satu penyebab kadar kolesterol Anda meningkat.

Apalagi jika hal ini didukung dengan pilihan makanan yang tidak sehat dan kaya akan lemak. Pasalnya, tumpukan lemak akan terus mengendap di dalam pembuluh darah dan tidak terbakar melalui aktivitas fisik seperti olahraga.

Selain itu, olahraga juga dapat membantu Anda menurunkan kadar kolesterol di dalam darah. Maka dari itu, hindari kebiasaan bermalas-malasan dan mulailah rutin berolahraga.

4. Berat badan berlebih

obesitas

Berat badan berlebih bisa menjadi salah satu penyebab kadar kolesterol tinggi. Pasalnya, kelebihan berat badan biasanya menjadi pertanda kelebihan kadar lemak di dalam tubuh. Kondisi tersebut bisa menjadi penyebab kadar kolesterol ikut tinggi.

Selain itu, kelebihan berat badan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung yang terjadi akibat kenaikan kolesterol. Sebagai contoh, risiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, hingga gagal jantung. Sementara itu, banyak faktor yang bisa menjadi penyebab kelebihan berat badan, yang juga berujung pada peningkatan kadar kolesterol. Misalnya, malas berolahraga, kebiasaan makan makanan kaya lemak, hingga kurang tidur.

Jika Anda memang tidak ingin mengalami kadar kolesterol tinggi, Anda bisa menghindari penyebab dari kondisi ini dengan cara menjaga berat badan agar tetap ideal. Hal ini menjadi upaya agar kadar kolesterol baik atau HDL dan kadar kolesterol jahat atau LDL di dalam tubuh menjadi stabil.

Untuk mengetahui apakah berat badan Anda sudah tergolong melebihi batas normal, cobalah untuk mengukurnya dengan kalkulator Body Mass Index (BMI). Jika BMI Anda 30 atau lebih maka Anda sudah masuk kategori kelebihan berat badan.

Maka dari itu, dengan berusaha menjaga berat badan agar tetap ideal, berarti Anda telah menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit lain yang mungkin timbul akibat kadar kolesterol tinggi.

5. Kebiasaan merokok

dampak negatif rokok

Percaya atau tidak, kebiasaan merokok bisa menjadi penyebab tingginya kadar kolesterol di dalam tubuh. Hal ini disebabkan adanya zat acrolein yang terdapat pada rokok. Zat ini dapat memengaruhi kadar LDL di dalam tubuh dengan cara menghalangi kerja enzim yang bertanggung jawab menjaga kadar LDL agar tetap pada batas normal.

Tanpa enzim ini, kolesterol LDL di dalam tubuh menjadi rentan terhadap proses oksidasi. Masalahnya, oksidasi dapat mengubah struktur molekul dan menyebabkan sistem imun tidak lagi mengenali LDL. Hal ini mengakibatkan penumpukan kolesterol jahat di dalam tubuh. Maka dari itu, merokok bisa menjadi penyebab kadar kolesterol tinggi dalam darah.

Jika kadar kolesterol jahat semakin menumpuk di dalam aliran darah Anda, semakin tinggi kondisi ini menjadi penyebab dari serangan jantung dan stroke yang mungkin Anda alami. Oleh sebab itu, berhenti merokok merupakan salah satu upaya yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari salah satu penyebab kolesterol tinggi, sekaligus penyakit dan masalah kesehatan yang tidak Anda inginkan.

Sayangnya, baik perokok aktif maupun pasif sama-sama berisiko tinggi mengalami penyumbatan pembuluh darah arteri yang bisa mengakibatkan berbagai masalah jantung seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. Jadi, meski Anda tidak merokok, Anda perlu menghindari asap rokok agar terhindar juga dari penyebab kolesterol tinggi.

6. Miliki penyakit tertentu

nefropati diabetik

Penyebab kolesterol tinggi lainnya adalah riwayat penyakit yang Anda miliki. Ada beberapa penyakit yang berpotensi menyebabkan kadar kolesterol tinggi di dalam darah. Oleh sebab itu, Anda pun harus berhati-hati dengan segala kondisi kesehatan yang Anda miliki.

Beberapa kondisi kesehatan ini mungkin menjadi penyebab kolesterol, sehingga harus Anda waspadai:

  • Diabetes.
  • Gangguan liver dan masalah ginjal.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Gangguan kelenjar tiroid.

Ada pula obat-obatan tertentu yang  bisa menyebabkan kenaikan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik. Beberapa jenis obat-obatan ini meliputi progestin, steroid anabolik, dan kortikosteroid.

Riwayat kesehatan keluarga bisa menyebabkan kolesterol tinggi

mudik dengan lansia

Merasa tidak melakukan berbagai hal di atas, tapi kadar kolesterol tetap tinggi? Bisa jadi penyebab kolesterol tinggi yang Anda alami adalah riwayat kesehatan keluarga. Pasalnya, kondisi ini bisa diturunkan dari ayah, ibu, bahkan kakek dan nenek. Kondisi yang bisa menjadi penyebab Anda mengalami kenaikan kadar kolesterol di dalam darah yang disebut familial hypercholesterolemia. 

Ya, familial hypercholesterolemia adalah penyakit genetik yang terjadi karena terdapat kerusakan pada kromosom 19. Mutasi gen yang diwariskan dari orangtua dapat mengontrol setiap sel di tubuh kita agar tidak bisa cepat menghilangkan kolesterol LDL, atau bisa juga menyebabkan hati menghasilkan terlalu banyak LDL. 

Kondisi ini menyebabkan tubuh tidak mampu memindahkan kolesterol jahat atau LDL dari dalam darah. Hal ini juga menyebabkan kadar LDL terus meningkat di dalam tubuh orang yang mengalaminya.

Tingkat keparahan dari kondisi ini biasanya dipengaruhi seberapa banyak kadar kolesterol LDL di dalam darah. Jika riwayat keluarga menjadi penyebab tingginya kadar kolesterol di dalam darah, Anda perlu berhati-hati. Selain itu, semakin tinggi kadar kolesterol jahat di dalam tubuh, semakin tinggi pula risiko terjadi penyempitan pembuluh darah arteri di usia muda.

Segera lakukan tes darah untuk memeriksa seberapa tinggi kadar kolesterol Anda agar dapat segera melakukan pengobatan untuk kolesterol yang tepat. Jika dibiarkan, Anda bisa saja mengalami berbagai masalah kesehatan yang menjadi komplikasi kolesterol.

Salah satu penyebab kolesterol tinggi ini bisa ditandai dengan beberapa kondisi, seperti berikut:

  • Pasien mengalami xanthoma di beberapa bagian tubuh termasuk tangan, siku, lutut, pergelangan kaki, dan di sekitar kornea mata.
  • Nyeri di bagian dada atau gejala lain dari penyakit jantung koroner yang muncul di usia muda.
  • Satu atau kedua betis sering terasa kram saat dipakai berjalan kaki.
  • Rasa sakit di jari-jemari kaki dan tidak dapat disembuhkan.
  • Gejala seperti stroke, contohnya kesulitan berbicara, tangan atau kaki terasa lemas, hingga kehilangan keseimbangan tubuh.

Meski kondisi ini terjadi secara turun-temurun di dalam keluarga Anda, bukan berarti kondisi ini tidak bisa diatasi. Sama halnya dengan penyebab lain dari kolesterol, familial hypercholesterolemia juga bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup dan berbagai obat-obatan yang digunakan untuk pengobatan kolesterol.

Untuk mengatasi kondisi ini, hal yang paling efektif adalah menjaga pola makan. Anda disarankan untuk mengurangi asupan makanan yang kaya akan lemak jenuh dan lemak trans. Gantilah sumber lemak dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak tak jenuh.

Selain itu, hindari makanan tinggi kolesterol dan tingkatkan asupan serat yang dapat menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh. Imbangi pula dengan rutin melakukan aktivitas fisik seperti olahraga, setidaknya sebanyak 150 menit dalam seminggu. Anda bisa membaginya dengan rutin berolahraga selama 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu. Kurangi kebiasaan merokok dan juga asupan alkohol yang dapat meningkatkan kolesterol di dalam tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Bukti Menjaga Kadar Kolesterol Normal Itu Tak Sesulit yang Dibayangkan

Banyak yang beranggapan bahwa menjaga kolesterol normal itu sulit. Padahal, ada beberapa langkah mudah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Kolesterol 10/07/2019 . 8 menit baca

5 Tips Mudah Turunkan Kolesterol Buat Orang Kantoran

Kadar kolestrol tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung. Bagi orang kantoran yang ingin menurunkan kolesterol, ikuti tipsnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2019 . 5 menit baca

Kolesterol Tinggi Walaupun Sudah Olahraga dan Makan Sehat, Apa Sebabnya?

Pada beberapa orang, gaya hidup sehat dan olahraga rutin ternyata tidak cukup untuk mencegah kolesterol tinggi. Mengapa bisa demikian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 18/06/2019 . 4 menit baca

6 Manfaat Daun Kucai untuk Kesehatan (Psstt.. Bisa Mencegah Kanker!)

Daun kucai yang seing menghiasi mangkok bubur ayam atau dijadikan campuran isi lumpia ternyata bermanfaat untuk menurunkan kolesterol, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Nutrisi, Hidup Sehat 17/03/2019 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
obat asam urat dan kolesterol

Beragam Pilihan Obat Asam Urat dan Kolesterol Tinggi yang Ampuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27/01/2020 . 4 menit baca
alpukat untuk kolesterol

Cara Alpukat Melawan Kolesterol Jahat

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 12/12/2019 . 4 menit baca
Lopid

Lopid

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 13/08/2019 . 1 menit baca