Mengulas Kandungan Gizi Kembang Kol, Plus Kebaikannya Bagi Kesehatan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kembang kol sangat mudah ditemukan tiap kali Anda makan sup sayuran. Kembang kol  umumnya berwarna putih kekuningan atau kehijauan, tapi ada juga yang berwarna ungu dan orange. Dibalik warna-warninya yang cantik, kembang kol ternyata memiliki segudang manfaat untuk kesehatan, lho. Penasaran apa saja manfaat kembang kol? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Apa saja kandungan gizi pada kembang kol?

kembang kol warna-warni

Walaupun kebanyakan kembang kol berwarna putih, ini bukan berarti kembang kol miskin vitamin maupun mineral, lho. Faktanya, kembang kol mengandung kaya vitamin dan mineral yang tak kalah dengan sayuran hijau lainnya.

Menurut Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan RI, setiap 100 gram kembang kol mentah mengandung 25 kalori, 5 gram karbohidrat yang terdiri dari 3 gram serat dan 2 gram gula, 30 miligram natrium, dan 1 gram protein. Dalam takaran yang sama, kembang kol juga dapat memenuhi 77 persen kebutuhan vitamin C harian, 19 persen kebutuhan vitamin K, 2 persen kebutuhan kalsium, dan 2 persen zat besi harian Anda.

Dilihat dari kandungan gizinya, kembang kol termasuk sayuran yang sangat rendah kalori, tapi tinggi serat. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi Anda yang sedang diet.

Pasalnya, kandungan serat pada kembang kol dapat membuat Anda kenyang lebih lama sehingga terhindar dari kalap makan. Bahkan sebetulnya, Anda bisa makan banyak kembang kol tanpa takut berat badan naik karena kandungan kalorinya rendah.

Selain itu, kembang kol juga mengandung karotenoid, tokoferol, dan asam askorbat. Ketiga jenis senyawa ini termasuk antioksidan yang bermanfaat untuk melindungi sel-sel tubuh dari penyakit kronis.

Manfaat kembang kol untuk kesehatan

resep kembang kol

1. Mengurangi risiko kanker

Orang yang jarang makan kembang kol ditemukan lebih berisiko terkena kanker daripada orang yang lebih sering makan kembang kol, seperti yang disebutkan oleh National Cancer Institute. Hal ini dipengaruhi oleh senyawa sulforaphane dan indoles pada kembang kol yang disebut-sebut sebagai zat anti-kanker.

Selain itu, kembang kol juga mengandung dua senyawa antioksidan bernama glukosinolat dan isotiosianat. Dua jenis antioksidan ini terbukti ampuh menghambat pembelahan sel tumor agar tidak berkembang menjadi sel kanker. Menurut penelitian, kembang kol dapat menghambat pertumbuhan sel kanker prostat, kanker paru, kanker perut, kanker usus besar, dan kanker payudara.

2. Meningkatkan kesehatan jantung

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Oxidative Medicine and Cellular Longevity tahun 2015, sulforaphane memiliki sifat antiradang yang dapat membantu melindungi tubuh dari hipertensi, ateroskelosis, stroke, dan penyakit jantung.

Kandungan sulforaphane pada kembang kol berperan untuk menguatkan pembuluh darah sekaligus membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Ketika tekanan darah dapat dikendalikan dengan baik, ini artinya jantung Anda tak perlu bekerja dengan keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Semakin kuat pembuluh darah ditambah dengan aliran darah yang lancar, semakin mudah pula bagi Anda untuk terhindar dari risiko penyakit jantung.

3. Melancarkan pencernaan

Bagi Anda yang mengalami masalah pencernaan, cobalah untuk makan kembang kol lebih banyak dan sering. Pasalnya, salah satu manfaat kembang kol dapat membantu melancarkan pencernaan sekaligus mencegah segala gangguan pada pencernaan, seperti sembelit, divertikulitis (peradangan divertikulum, kantung di usus besar), dan penyakit radang usus (IBD).

Kembang kol mengandung 3 gram serat yang dapat memenuhi 10 persen kebutuhan serat harian Anda. Makanan kaya serat ini dapat membantu mendorong feses melewati sistem pencernaan dengan lebih mudah. Tak hanya membuat pencernaan jadi lebih lancar, hal ini juga dapat membantu menjaga kesehatan usus besar Anda.

Untuk meraup seluruh manfaat kembang kol tersebut, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi 1,5 sampai 2,5 cangkir atau setara dengan 150 sampai 250 gram kembang kol setiap minggu. Anda bisa mengolahnya menjadi sup hangat, salad, atau tumis sayuran sesuai selera.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca